Teruntukmu Batubara

ai

Sudah 108 hari lamanya semenjak kepergianmu, mungkin tulisan ini akan jadi tulisan terakhirku untukmu karena aku sudah kehabisan kata untuk menulis. Entah kenapa dengan semua perbuatanmu aku masih saja menyayangimu. Tapi sayangnya kamu tidak mengetahuinya dan untuk apa juga kamu mengetahui hal ini kalau saja kamu sudah membenciku.

Terlalu banyak hal yang kau sembunyikan, terlalu banyak hal yang tidak ku ketahui sehingga membuatku penasaran. Tapi apa daya, tak ku temukan sesuatu dari hasil pencarianku, yang ku temukan hanyalah serpihan kekecewaan. Aku harap kau sudah membaca tulisan-tulisan ku sebelumnya dan tulisan yang terakhir yaitu “cuplikan sebuah novel – Surat untuk Ruth”. Dan disini aku akan mencoba menulisnya untukmu.

Edo, aku punya beberapa pertanyaan yang ingin ku ajukan kepadamu, setelah kamu harus menjadi kita yang lain dan aku terpaksa mencari kita yang baru.

  1. Apakah kamu masih menyimpan rapi ingatan tentang aku?
  2. Apakah kamu masih mengharapkan perbincangan kita setiap harinya?
  3. Apakah kamu masih memimpikanku?
  4. Jika kamu pergi ke tempat-tempat yang pernah aku dan kamu datangi bersama, apakah kamu akan teringat padaku?
  5. Apakah hatimu terluka saat ini?
  6. Jika kamu sudah menjadi kita yang lain, apakah kamu akan mencintai dia lebih daripada kamu mencintaiku?
  7. Jika aku sudah mendapatkan kita yang baru, apakah kamu akan cemburu?
  8. Apakah di waktu mendatang aku dan kamu masih bisa bertemu?
  9. Jika aku dan kamu menikah, anak-anak kita akan lebih mirip aku atau kamu?
  10. Apakah kamu pernah sekadar membayangkan bagaimana seandainya aku dan kamu menikah?
  11. Adakah yang salah dari caraku mencintaimu?
  12. Apakah kamu bahagia denganku?
  13. Apakah kamu masih menyimpan pemberianku untuk ulang tahunmu?
  14. Tidak apa-apa jika aku bertanya tentang apakah kamu ingat ini dan itu tentang kita?
  15. Masih ingatkah kamu kapan dan dimana dan bagaimana terjadinya ciuman pertama kita?
  16. Masih ingatkah kamu tanggal dan tempat pertama kali jadian?
  17. Apakah kamu merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan saat kita pertama kali bertemu?
  18. Masih ingatkah kamu kapan dan dimana dan bagaimana aku dan kamu pertama kali bertemu?
  19. Apakah kamu masih mencintaiku?
  20. Apa yang kamu rasakan saat ini?
  21. Apakah kamu akan menghubungiku terlebih dahulu jika aku tidak lagi menghubungimu? Apakah kamu masih akan mencariku?
  22. Apakah kamu akan menceritakan kepada anak-anakmu yang lucu nanti cerita tentang kita?
  23. Apakah aku akan jadi istri yang baik untuk pasanganku, jika ia bukanlah kamu?
  24. Apakah aku akan mendapatkan kamu yang lebih baik, atau sama, atau bahkan tidak lebih baik daripada kamu?
  25. Apakah kamu masih menginginkan aku?
  26. Apakah kamu akan tetap menyimpan foto-foto kita?
  27. Apakah kamu mengenang aku seperti aku mengenangmu?
  28. Apakah kamu sudah melupakan aku?
  29. Apakah kamu menyesal bertemu denganku?
  30. Apakah kamu akan merindukan kita?
  31. Masih adakah hal yang kau sembunyikan yang hingga saat ini tidak ku ketahui kebenarannya?
  32. Apakah kamu membenciku?
  33. Kenapa kamu menjauh?
  34. Apakah kamu sudah memiliki yang baru?

Aku menulis daftar tentang hal-hal yang harus aku syukuri setelah kamu pergi

  1. Terima kasih sudah mendengarkanku berbicara
  2. Terima kasih untuk khayalan-khayalan masa depan yang sering kita tertawakan
  3. Terima kasih untuk hari-hari yang menyenangkan
  4. Terima kasih sudah menyanyikan ku sebuah lagu dihari ulang tahunku
  5. Terima kasih untuk pemberian yang sekarang (dan nanti akan tetap) aku kenakan
  6. Terima kasih untuk kesabaramu menghadapiku
  7. Terima kasih sudah menunggu
  8. Terima kasih sudah memperhatikan kesehatanku
  9. Terima kasih untuk waktu yang sudah kamu berikan
  10. Terima kasih untuk kenangan yang manis
  11. Terima kasih untuk perjalanan dan pengalaman yang tidak terlupakan
  12. Terima kasih telah membawaku ke tempat-tempat yang belum pernah aku datangi sebelumnya.
  13. Terima kasih untuk setiap kecupan. Di pipi, di bibir, di mana pun yang pernah kita lakukan.
  14. Terima kasih untuk setiap pelukan. Baik itu yang sebentar maupun yang lama. (tapi lebih sering yang lama).
  15. Terima kasih sudah bersedia untuk aku cintai
  16. Terima kasih sudah membuatku tersenyum dengan ucapan selamat pagi setiap aku terbangun keesokan harinya
  17. Terima kasih sudah mengirim pesan selamat tidur kepadaku setiap malam
  18. Terima kasih sudah mengungkapkan bahwa kamu mencintaiku
  19. Terima kasih sudah mencintaiku
  20. Terima kasih sudah membuatku merasa dibutuhkan
  21. Terima kasih sudah mencoba untuk bertahan
  22. Terima kasih sudah memberiku kesempatan
  23. Terima kasih untuk setiap kemesraan
  24. Terima kasih untuk tetap ada
  25. Terima kasih sudah memberikanku sebuah kenyamanan
  26. Terima kasih atas semua hal yang membuatku berterima kasih
  27. Terima kasih atas semua hal yang membuatku berucap maaf
  28. Terima kasih untuk setiap mimpi-mimpi
  29. Terima kasih sudah mempermainkanku
  30. Terima kasih sudah memulai
  31. Terima kasih sudah mengakhiri

Lalu aku menulis hal kecil tentang dirimu

  1. Kamu tidak suka berjalan kaki dan naik angkutan umum
  2. Suaramu sebenarnya agak cempreng (tapi aku suka)
  3. Kamu sulit sekali dibikin cemburu.
  4. Kamu suka kuliner dibandung
  5. Kamu suka coklat (yang ini kita sama hehehe)
  6. Kamu tidak bisa tidur tanpa sebuah guling
  7. Kamu tidak bisa tidur dengan posisi telentang
  8. Kamu tidak suka dilihat atau diperhatikan lama-lama. Karena kamu malu kalau dipandang lama-lama
  9. Kamu tidak pernah membawa tas kecil tiap berpergian, kamu hanya membawa dompet dan handphone yang kamu taro disaku celanamu
  10. Kamu tidak suka dipanggil ganteng karena kamu bilang aku gombal. Meski, aku berani sumpah, kamu memang ganteng
  11. Kamu tidak bisa makan menggunakan tangan, harus ada sendok dan garpu
  12. Kamu sangat suka jalan-jalan
  13. Kamu suka hal-hal yang berbau Jerman
  14. Kamu tidak pernah mau berbagi cerita ketika kamu banyak pikiran (pribadi yang tertutup)
  15. Kamu susah diajak berfoto
  16. Kamu punya banyak bintik-bintik dipunggungmu
  17. Kamu punya bola mata yang indah, itu sebabnya aku suka memandangmu
  18. Kamu punya mata yang sipit
  19. Kamu punya hidung yang, dibilang mancung tidak, dibilang pesek juga tidak
  20. Kamar kamu jarang kamu bersihkan
  21. Kamu suka nonton film action dan sejenisnya
  22. Kamu suka tidur larut malam
  23. Kamu tidak suka makan sayur
  24. Kamu suka tidur siang
  25. Kamu doyan makan tapi badan kamu gak pernah gendut
  26. Kamu lebih banyak teman wanita ketimbang pria
  27. Dulu dan sekarang kamu pecinta games
  28. Dulu semasa SMA kamu suka main balap-balapan
  29. Kamu dipanggil petak, karena wajahmu yang berbentuk petak
  30. Kamu malas mencuci pakaian
  31. Alismu sangat tebal dan bibirmu berwarna pink soft
  32. Kamu tidak pernah menggandeng tanganku
  33. Kamu kalau jalan cepat-cepat banget, mungkin faktor kakinya yang panjang
  34. Kamu suka bilang “terserah”
  35. Kamu cuek
  36. Kamu, pria terhebat yang pernah ku temui yang bisa menyembunyikan sesuatu dengan rapi tanpa aku ketahui

Daftar yang menjadi kesalahanku sebelum dan saat aku dan kamu menjadi kita dan setelah tidak lagi menjadi kita

  1. Maaf aku terlambat menyadarinya
  2. Maaf aku pernah angkuh berkata dalam hati bahwa aku tidak membutuhkanmu, padahal kenyataannya adalah sebaliknya
  3. Maaf aku pernah menyakitimu
  4. Maaf aku tidak bisa memberikan yang terbaik kepadamu
  5. Maaf untuk kesalahanku yang sangat banyak
  6. Maaf untuk ketidaksempurnaanku dalam mencintaimu
  7. Maaf untuk semua rencana kita yang telah gagal
  8. Maaf untuk cintaku yang menyakitimu
  9. Maaf aku tidak bisa melupakanmu
  10. Maaf aku masih mencarimu
  11. Maaf aku masih mengharapkanmu
  12. Maaf aku menganggap kamu masih bagian dari kita
  13. Maaf untuk segala kenangan dan ingatan tentang kita
  14. Maaf untuk kebersamaan yang begitu singkat
  15. Maaf untuk setiap luka yang masih melekat
  16. Maaf untuk segala harapanku yang masih ingin bertemu denganmu saat aku dan kamu sudah tidak lagi sebagai kita
  17. Maaf aku masih menutup hati ini untuk orang lain karena mengira suatu saat kamu akan kembali
  18. Maaf untuk setiap cemburuku pada orang-orang yang bisa berada dekat denganmu
  19. Maaf untuk setiap permintaan maafku kepadamu
  20. Maaf aku tidak bisa menghilangkan perasaanku kepadamu begitu saja
  21. Maaf aku masih saja berusaha untuk mencari kesempatan bertemu denganmu meski kamu tak ingin lagi
  22. Maaf aku mencintaimu sebesar ini
  23. Maaf untuk perasaanku kepadamu yang sudah sedalam ini
  24. Maaf telah hadir dalam hidupmu dan mengacaukan segalanya
  25. Maaf aku gagal membuatmu bahagia
  26. Maaf untuk ketidakrelaan dan ketidakihklasanku melepaskanmu
  27. Maaf untuk setiap hari yang masih kuhabiskan dengan memikirkanmu meski kamu tidak lagi memikirkanku
  28. Maaf untuk setiap rindu ini yang masih saja untukmu bahkan setelah kamu jauh pergi
  29. Maaf, aku membuat keputusan tersebut hanya saja aku tidak ingin menjadi beban pikiranmu mengenai persoalan marga yang selalu kamu pikirkan
  30. Maaf, aku tidak bisa jadi seperti yang kamu harapkan
  31. Maaf, aku sudah membuatmu menangis
  32. Maaf atas segala sesuatunya yang mungkin sampai saat ini belum bisa untuk kamu maafkan
  33. Maaf, aku masih ingin kamu kembali

Sebagian tulisan ini ku kutip dari novel “Surat untuk Ruth”. Setidaknya kamu tahu, Edo, setelah tidak lagi bersamaku, kamu masih bisa membaca semua yang kutulis diblog ini. Agar kamu tahu bahwa wanita yang hanya memiliki waktu sebentar untuk memilikimu ini sudah jatuh terlalu dalam ke laut hatimu. Tak peduli seberapa besar kesalahanmu, ia masih mencintaimu. Meski wanita ini tidak lagi bisa memilikimu, ia masih mencintaimu. Wanita itu adalah Aku. Dan meski kamu sudah pergi jauh meninggalkanku, aku masih mencintaimu.

Yang tertulis disini belumlah semuanya, tapi jika kamu berminat untuk membacanya, kamu bisa meminta padaku. Tulisan ini memang terakhir tapi bukan berarti aku berhenti melihatmu. Aku menghapus dan menonaktifkan beberapa sosial mediaku karenamu agar aku dapat mengurangi tingkat kekepoanku. Hanya saja aku akan berusaha lebih untuk menetralkan hati ini, agar aku mampu membuka hatiku untuk yang lain jika memang orang terakhir itu tidak bisa menjadi kamu. Aku hanya bisa menangis ketika aku merindukanmu. Aku hanya bisa menyebut namamu didalam doaku. Mungkin setelah kamu membaca ini, kamu akan bilang “lebay” , tertawa atau sejenisnya. Tidak apa-apa. Semoga suatu saat nanti kamu mengerti apa yang pernah ku lakukan untukmu.

Mungkin hanya waktu yang bisa menjawab semuanya. Mungkin masih terlalu dini untuk mencari jalan keluar. Kepala kita, aku dan kamu, masih terlalu keruh dan dipenuhi ketakutan dan kebingungan. Kita belum bisa berpikir dan menyelesaikan permasalahan ini dengan jernih. Mungkin kita harus memberi jalan kepada waktu. Semoga, pada akhirnya kita menemukan keindahan. Seperti membiarkan pohon tumbuh hingga tua dan rantingnya mengering untuk mendapatkan langit biru yang bersih dan segar. Seperti kesempurnaan yang muncul dari ketidaksempurnaan.

86177

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s