PELUANG INDONESIA DALAM MENGHADAPI MEA (MASYARAKAT EKONOMI ASEAN) 2015

Oleh :

Tekla Shintauli Lorentina

27211068

Akhir – akhir ini yang menjadi perbincangan hangat yaitu persoalan mengenai menghadapi MEA. MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) adalah suatu bentuk kesepakatan dari negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan diberbagai sektor sebagai bentuk penguatan agar dapat bersaing secara global. MEA merupakan gagasan dari sepuluh negara Asia Tenggara untuk mewujudkan perekonomian yang lebih baik. Indonesia dan sembilan negara ASEAN lainnya telah menyepakati perjanjian MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) atau ASEAN Economic Community (AEC). Pada tahun 2003, para pemimpin ASEAN sepakat bahwa “masyarakat ASEAN” harus terbentuk pada tahun 2020. Para pemimpin menegaskan komitmen kuat mereka pada tahun 2007 untuk mempercepat pembentukan komunitas ASEAN menjadi tahun 2015. Melalui realisasi MEA, diharapkan ASEAN akan menjadi pasar tunggal dan basis produksi yang akan membuat ASEAN lebih dinamis dan memiliki daya saing.

Dalam penerapannya pada tahun 2015, MEA akan menerapkan 12 sektor prioritas yang dibagi dalam dua bagian yaitu tujuh sektor barang industri dan lima sektor jasa. Ketujuh sektor barang industri terdiri atas produk berbasis pertanian, elektronik, perikanan, produk berbasis karet, tekstil, otomotif, dan produk berbasi kayu. Sedangkan kelima sektor jasa tersebut adalah transportasi udara, E-Asean, pelayanan kesehatan, turisme dan jasa logistik.

Indonesia memiliki tantangan yang cukup besar untuk menghadapi MEA ini diantaranya tantangan sumber daya alam yang masih dikelola oleh pihak asing dan tantangan sumber daya manusia yang belum siap untuk kancah ASEAN. Untuk menyiapkan sumber daya manusia agar dapat bersaing di kancah ASEAN yaitu melalui pendidikan yang seharusnya dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Dari sabang sampai merauke harus diberikan mutu pendidikan yang sama dengan kualitas pengajar yang unggul. Saat menempuh jenjang pendidikan, mereka harus dibekali berupa keterampilan berbahasa internasional khususnya wilayah ASEAN (Bahasa Inggris, Melayu dan Mandarin), keterampilan yang bersifat hard skill dan soft skill serta mendalami ragam ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan perkembangan yang ada. Tidak lupa juga untuk mempelajari budaya-budaya yang ada di indonesia agar mereka tidak lupa akan budaya Indonesia dan bisa menyaring budaya-budaya asing yang akan masuk nantinya apabila bersifat negatif. Jenjang pendidikan paling tinggi yaitu Perguruan Tinggi, mereka harus bisa menghasilkan lulusan-lulusan yang handal sesuai permintaan dibursa kerja. Selain dari itu, Pemerintah harus mengadakan sosialisasi mengenai MEA ini kepada seluruh lapisan masyarakat supaya mereka dapat menyiapkan diri untuk menghadapi MEA ini seperti memberikan pelatihan keterampilan dan pelatihan untuk berkomunikasi dengan bahasa asing.

Jika sebuah negara memiliki daya saing yang tinggi dan mampu berkompetisi di kancah regional dan global, maka dapat dipastikan tenaga kerja yang dimiliki telah mencapai standarisasi. Untuk mencapai standarisasi, setiap tenaga kerja harus mengikuti sertifikasi sesuai bidangnya masing-masing. Sumber daya manusia di Indonesia perlu memiliki kesadaran sejak dini dan berupaya melakukan peningkatan kemampuan yang lebih agar mampu bersaing dengan yang lainnya dikarenakan MEA 2015 ini akan memberikan keleluasaan bagi seluruh masyarakat wilayah ASEAN untuk bekerja secara bebas diluar negaranya. Apabila tenaga kerja di Indonesia tidak mampu berkompetisi dengan tenaga kerja dari negara-negara anggota ASEAN lainnya, maka akan muncul permasalahan lain yang lebih kompleks.

Kita harus memandang MEA ini sebagai suatu peluang untuk memajukan bangsa kita salah satunya dibidang budaya dan pariwisata. Indonesia dengan kekayaan alam dan keindahan alam yang ada harus bisa kita manfaatkan sebagai peluang untuk memperkenalkan budaya-budaya kita yang beraneka ragam. Pariwisata yang menarik akan membuat para turis asing berkunjung ke Indonesia karena biasanya mereka ingin berliburan ke tempat-tempat yang menarik dan belum pernah ada dinegara mereka. Peran pemerintah turut andil dalam hal ini untuk melakukan perlindungan terhadap kekayaan alam ini dan melakukan pengelolaan yang lebih baik lagi seperti untuk menjaga kebersihan dan kelestariannya, memberikan fasilitas dan keamanan ditempat tersebut. Perkembangan pariwisata ini terletak pada kemampuan mengemas dan mengembangkan tempat tersebut agar menarik perhatian wisatawan.

Namun tak kalah pentingnya juga adalah kualitas sumber daya manusianya. Oleh sebab itu, tenaga kerja bidang pariwisata harus diberikan pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan standard kompetensi serta mengikuti program sertifikasi. Untuk bidang pariwisata akan memberikan dampak yang baik bagi Indonesia yaitu akan menambah devisa negara apabila semakin banyak turis yang datang ke Indonesia, sekaligus bisa membuat Indonesia terkenal dimancanegara akan keindahan yang dimilikinya.

Selain bidang pariwisata juga terdapat peluang dibidang kuliner dan produk kreatifitas Indonesia. Dari sabang sampai merauke yang memiliki khas dan cita rasa makanan yang berbeda-beda juga bisa dijadikan peluang untuk menghadapi MEA. Usaha bidang kuliner ini sepertinya tak ada hentinya malah semakin banyak tempat makanan yang berdiri dengan ciri khasnya sendiri. Namun sayangnya saat ini banyak pedagang yang tidak memperdulikan kebersihan dan kesehatan makanan yang mereka buat. Oleh sebab itu, Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan masalah makanan ini agar sesuai dengan standar kesehatan yang ada sehingga pengusaha-pengusaha ini juga mampu bersaing di kancah ASEAN. Selain itu, memberikan penyuluhan terhadap kualitas makanan yang mereka produksi. Jika standar tersebut bisa terpenuhi, pengusaha-pengusaha ini juga bisa bersaing dan bisa membuka cabang di kawasan negara ASEAN untuk menambah pendapatan negara.

Sebenarnya banyak produk Indonesia yang tidak kalah saing dengan produk luar negeri yang seharusnya bisa menguntungkan Indonesia tetapi masalahnya masyarakat Indonesia yang memiliki sifat konsumtif lebih sering memilih merk ternama agar keliatan keren dan karena kualitasnya. Memang ada sebagian pedagang Indonesia yang mengesampingkan kualitas sedangkan harga yang mereka buat bisa lebih tinggi dibanding produk luar negeri yang beredar. Hal ini juga perlu diperbaiki agar mereka nantinya tidak bertambah kalah saing dengan produk-produk luar negeri. Pemerintah perlu mendorong masyarakat Indonesia untuk menggunakan produk dalam negeri dengan penerapan cinta produk Indonesia secara serius. Hal ini harus didukung juga dengan penyuluhan dan pelatihan kepada pelaku usaha produk Indonesia agar meningkatkan kualitas dan lebih kreatif dalam berkarya agar industri kreatif dalam negeri bisa tetap tumbuh dan berkembang serta dapat terkendali dari serbuan produk-produk impor negara ASEAN lainnya. Contoh salah satu produk Indonesia yang perlu dilestarikan yaitu batik yang bisa menjadi ciri khas Indonesia untuk kancah Internasional.

Dari penjelasan saya diatas, hal-hal tersebut merupakan peluang Indonesia untuk bisa bersaing dikancah ASEAN yang perlu diperhatikan dan dilakukan peningkatan yang lebih. Bisnis kuliner perlu diciptakan dengan konsep yang berbeda yaitu membangun sebuah tempat makan dengan beberapa menu ciri khas berbagai daerah di Indonesia yang akan dibangun didekat daerah pariwisata salah satunya di Bali. Wilayah Bali merupakan tempat yang sering banyak dikunjungi oleh turis asing dan saya rasa disana bisa menjadi target untuk mengenalkan cita rasa makanan nusantara Indonesia yang berguna untuk menarik perhatian para turis asing untuk datang ke Indonesia. Selain makanan, biasanya yang tak lupa dibawa ketika berkunjung ke negara lain adalah buah tangan atau oleh-oleh. Hal ini bisa kita manfaatkan dengan menciptakan souvenir atau makanan yang bisa dijadikan oleh-oleh. Oleh sebab itu, industri kreatif harus bisa menciptakan produk-produk yang unggul seperti souvenir yang unik dan lucu yang bisa dijadikan oleh-oleh. Maksud disini bukan hanya dalam bentuk benda saja, namun bisa juga dalam bentuk pakaian, tas, sepatu dan lain-lain yang mencirikan produk khas Indonesia. Selain Bali, masih banyak pulau-pulau atau wilayah Indonesia yang memiliki keindahan alam yang belum banyak diketahui orang selama ini. Untuk itu, Pemerintah bisa menjadikannya peluang untuk para wisatawan, kemudian bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk ikut serta menjaga kebersihan pulau-pulau atau wilayah tersebut.

Selepas daripada itu, Pemerintah harus menyiapkan atau membuat regulasi untuk menghadapi tantangan MEA ini. Peraturan ini dibuat untuk melindungi kekayaan alam Indonesia, sumber daya manusia dan melakukan standarisasi sebagai bentuk proteksi. Regulasi yang dibuat bertujuan untuk melindungi pasar Indonesia dari serbuan barang produk negara-negara ASEAN untuk menyeimbangkan ekspor dan impor yang terjadi. Selain itu, menyelamatkan tenaga kerja Indonesia yang sebagian belum memiliki keahlian seunggul masyarakat ASEAN lainnya.

Menyambut MEA 2015, siap tidak siap, Indonesia harus siap dalam menghadapi arus bebas antar negara-negara ASEAN karena kesepakatan ini bukan berlaku hanya untuk satu tahun atau dua tahun saja. Untuk itu perlu kesadaran sejak dini mengenai efek dari MEA yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat dan tanggung jawab untuk ikut serta berpartisipasi dalam mempersiapkan diri menjadi milik bersama. Semua akan menjadi sia-sia apabila kita yang menjadi bagian dari MEA 2015 hanya sibuk untuk menggerutu dan menyalahkan Pemerintah apabila didalam diri kita tidak ada keinginan untuk bersaing secara regional. Kita semua harus bersama-sama menyiapkan diri untuk menjadi manusia yang berkompeten dan berkualitas agar kita mampu bersaing untuk menghadapi MEA ini. Jangan sampai Indonesia dijajah oleh bangsa lain yang nantinya akan membuat kita menjadi asing dirumah kita sendiri yaitu Indonesia.

10952402_1044713675557156_2342944468831373734_n

One thought on “PELUANG INDONESIA DALAM MENGHADAPI MEA (MASYARAKAT EKONOMI ASEAN) 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s