Do you remember this?

Aku tidak tahu harus bercerita dari mana, aku lupa untuk tanggal pastinya ketika berkenalan dengan pria ini walau cerita berawal karena salah kirim sms dan tiba-tiba dy memulai percakapannya…

Beberapa minggu setelah itu kami membuat janji untuk ketemuan di food court sebuah mall di Pekanbaru, entah kenapa jantungku berdegup kencang saat itu, mulai dari situ kami makin intens berkomunikasi. Apa kamu ingat dengan ucapan mu ini “lain kali, kita masih bisa ketemuan lagi kan?”

Rabu, 21 April 2010 jam 15.00

Cerita sesungguhnya berawal dari sini, tanggal ini merupakan tanggal jadian kami pertama kalinya. Hal ini masih kuingat karena saat itu kami bertemu disebuah tempat hanya untuk ketemu sebentar sembari jajan-jajan sore kemudian kami bertemu ditempat itu sama-sama menggunakan pakaian rumah ya yang bisa dibilang biasa aja padahal engga janjian juga sih pakaiannya hehehe… 

Beberapa bulan kemudian…

Selang beberapa waktu, aku minta pisah karena kami baru sadar bahwa ada tembok besar diantara kami yaitu “marga” (ya namanya juga orang batak). Namun apa daya, hati ku tak sanggup untuk pisah dengannya kemudian aku mencari kabarnya dari teman-temannya yang membuat aku jadi down “disekolah dy jarang tersenyum padahal biasanya dy tertawa, tiap malam dy pergi keluar untuk balapan dan kadang engga tidur padahal besok pagi sekolah” kata temennya “dy pikirin kamu tekla”… hanya 2 minggu waktu itu putus lalu aku minta balikan, benar atau tidak yang aku buat yang jelas saat itu aku ingin bersamamu dan begitu juga dengan mu…

Selang waktu kemudian…

Namanya juga pacaran, ribut-ribut kecil pasti ada. Tapi waktu itu aku ingat kita pernah ribut sampai-sampai aku marah banget sama kamu dan kamu pernah samperin aku ke tempat bimbel dengan membawa silet, tisue dan hansaplast. Ada ya orang mau nyayat tangan tapi bawa alat-alatnya lengkap. Udah gitu sok-sok an mau nyayat ditempat umum begitu, liat darah aja kamu bisa pingsan. Ada kok, ada banget, itu Cuma Kamu!

Tamat SMA dan anniversary 1 tahun

Selesai Ujian Nasional waktu itu, aku langsung berangkat ke Jakarta untuk mengikuti les hingga pengumuman kelulusan aku tak bisa pulang. Waktu itu aku sempat pulang Cuma beberapa hari untuk mengurus cap jari, tanda tangan, dan lain-lainnya. Dengan waktu yang singkat tapi kita bisa bertemu untuk rayain anniv 1 tahun kita walaupun udah lewat dikit, disitu kamu berjanji “nantinya kamu akan lebih sering telfon aku dan kita bakal buat waktu skype”. Saat itu kita tengah sibuk mengurusi perkuliahan kita walau diiringi dengan keributan lagi yang hampir saja aku pengen minta pisah namun kamu memberi harapan. Lalu waktu berjalan, aku masuk disalah satu Universitas Swasta di Depok. Saat itu kamu juga bingung harus memilih antara Yogyakarta atau Bandung, dan akhirnya kamu pilih Bandung dengan salah satu alasan agar kita tidak jauh, jadi masih bisa ketemuan.

29 Mei 2012 – 30 Juni 2012

Lagi-lagi aku membuat keputusan secara mendadak aku minta pisah. Entah kenapa waktu itu aku bisa marah banget atau cemburuan ma kamu. Sungguh disitu aku emosi dan khilaf, karena kamu engga ada hubungin aku juga dengan seiringnya waktu, galau galau dan galau…

Kemudian kita balikan kembali, namun sayang selang beberapa hari setelah balikan kamu mulai punya sikap cuek dan jutek serta acuh tak acuh. Jangan pernah memberikan harapan kosong seperti layaknya orang bodoh yang menunggu kapan waktu itu tiba sambil berharap tapi ternyata waktu itu tidak akan pernah tiba. Selang waktu ini, kadang kamu atau aku bilang putus terus balikan lagi. Ada 3 kali waktu itu kita putus-balikan. Entah apa yang sedang terjadi dengan kita…

1 Juli 2012

Inilah tanggal keputusan kamu untuk berpisah dengan ku. Aku engga tau harus bilang apa, bingung sekaligus kaget. Dy putusin aku tanpa sebab kemudian dibalas dengan kabar bahwa dy lagi deket sama seorang wanita. Sungguh itu rasanya sakit. Aku selalu berusaha mencari tau kenapa dy pergi tanpa pesan. Saking aku engga tau harus gimana, aku samperin dy ke bandung untuk minta penjelasan agar semuanya clear. Hanya ketemu sebentar dan beberapa jam tak ku dapatkan jawaban yang aku butuhkan. Disitu dy sempat minta balikan, tapi aku engga mau, aku takut dy bilang itu hanya karena terpaksa. Mulai hari itu aku mulai menjauh darinya, aku harus sadar dan terima kenyataan ini. Selang aku mulai menjauh, dy datang kembali dengan sejuta harapan yang dy berikan kepada ku. Ketika liburan datang, aku kembali datang ke bandung hanya untuk satu tujuan “aku memberikannya sebuah rosario, harganya tidak mahal, yang ku mau satu, dari masalah yang dy hadapi, dy harus ingat Tuhan, aku ingin dy berdoa dengan sering menggunakan rosario itu” aku tak berharap apa-apa dari situ karena aku sedang belajar ikhlas.

09 September 2013

Dengan seiringnya waktu, kamu datang untuk meminta balikan. Aku mengiyakan karena melihat usaha mu kembali dan aku rasa kamu udah berubah. Saat itu kita mulai berjanji, apapun yang terjadi didepan nanti kita hadapi sama-sama. Kita mulai atur waktu agar kita bisa telfonan dan skype. Namun apalah daya, ku tak tahu isi hatimu. Kita sering ribut bahkan kamu betah berlama-lama tidak komunikasi dengan ku, bisa seminggu atau dua minggu bahkan sebulan…

26 Januari 2015

Setelah berfikir panjang, memperhatikan sikapmu. Aku sadar mungkin kamu terpaksa menjalani hubungan ini atau saja kamu sudah tidak menyayangiku lagi. Kalau kamu sayang kenapa kamu bisa betah berlama-lama untuk tidak komunikasi. Hingga akhirnya kuputusan pisah ini lagi-lagi harus ku pilih. Aku tidak mau menjadi beban fikiran dihidupmu. Aku juga lelah karna kamu hanya memandang sebelah mata, kamu hanya mengingat ingat kesalahanku, namun apa kamu pernah menyadari terkadang tindakan dan ucapanmu dapat melukai hatiku?. Ya sudahlah, akan lebih bahagia diriku, jika melihat yang aku sayangi bisa bahagia walau bukan bersamaku, seperti dy bisa merasakan bebas layaknya tidak terikat dengan yang namanya “pacaran”.

Maaf bila tulisanku ini ada yang melukai hatimu, bukan maksudku yang aneh-aneh. Hanya sekedar menulis, hanya sekedar menuangkan apa yang kurasakan ini. Yang mungkin menurut kamu ini “lebay”, ya aku cuma manusia yang selama bersamamu selalu disalahkan. Walaupun tulisan ini ringkas namun tak seringkas ungkapan hatiku. Aku tidak tau keputusan ini baik atau tidak, benar atau salah, yang ku tau saat aku bilang pisah, kamu meng-iyakannya. Tadinya aku sempat berharap kamu mau menahanku, agar kita bisa perbaiki lagi tapi nyatanya tidak mungkin aku hanya beban dihidupmu. Sungguh mengucapkan kalimat yang panjang itupun aku tak sanggup, hanya saja aku harus berusaha sanggup. Aku menyayangimu namun apa daya besarnya cintaku ke kamu tak sebanding dengannya cinta kamu ke aku. Maaf kalau aku tidak bisa menjadi seperti yang engkau pinta, Maaf karena aku tak bisa membuat mu bahagia. Aku merasa gagal dengan apa yang kujalani, dengan apa yang ku perjuangkan untuk menyatukan kasih ini. Dari mata indahmu, aku selalu melihat keindahan cinta, mata indah yang dulunya adalah milikku, kini semuanya akan terasa jauh meninggalkanku. Aku hanya bisa mendoakanmu dari jauh agar kamu selalu tetap senantiasa dalam lindungan-Nya..

Cinta tak pernah menghitung jumlah rasa sakit, pedih ataupun dendam. Luka emang luka, memang ada bekasnya. Apakah semua luka itu harus kamu bawa jalan hidup bersamamu dan dihatimu seiringnya dengan waktu yang sudah berganti hari, jam, menit dan detik. Kenapa kiranya engkau tidak berfikir untuk mencari jalan supaya hal tersebut tidak terjadi lagi, berfikir dimana letak salahnya, berfikir untuk merubahnya.
-dari orang yang menyayangimu-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s