Siapakah Saya ?

Image            Hallo semua, kali ini saya akan menceritakan mengenai diri saya sendiri. Sebenarnya saya bingung mau nulis apa tetapi ada baiknya kita mengenal diri kita sendiri. Saya dilahirkan dalam sebuah keluarga katolik. Pada tahun 1993 tepatnya di Jakarta pada tanggal 23 september saya dilahirkan ke dunia ini melalui kedua orang tua saya. Karena aku lahir tanggal 23 september yang bertepatan dengan pesta orang kudus yaitu Santa Tekla sehingga aku mendapat nama baptis Tekla sebagai Santa pelindung, teladan dan pendoa bagiku. Kemudian SHINTAULI pemberian dari nenek alm. Papa saya yang dalam bahasa bataknya “uli” artinya cantik,  LORENTINA memiliki arti mahkota daun. Jadi dahulu sebenarnya nama saya “TEKLA LORENTINA” yang merupakan nama pemberian dari kedua orang tua saya lalu nenek saya menambahkan SHINTAULI jadi nama saya adalah TEKLA SHINTAULI LORENTINA. Saya lebih sering dipanggil dengan nama “Loren”.

            Saya memiliki tahi lalat dilengan kanan saya yang mempunyai arti bahwa kelak saya akan memiliki pangkat yang bagus dalam pekerjaan saya nantinya, doa orang tua saya. Saya merupakan anak pertama dari tiga bersaudara semuanya perempuan.

           Ketika aku lahir, orangtua ku mengangkat seorang pembantu yang bernama mba ati untuk membantu membersihkan rumah, memasak, mencuci, menggosok baju karena mama begitu sulit untuk mengerjakannya sendirian. Pembantu kami ini tinggal satu rumah dengan kami karena rumahnya terlalu jauh untuk pulang pergi ke rumah kami, dan kebetulan kamar pembantu telah disediakan.

            Ketika saya kecil sebelum mempunyai adik, saya merupakan anak yang manja.  Apa-apa di pakaikan sama mama kalau lagi engga sibuk atau engga dipakaikan mba Ati, pake baju, sepatu, dimandiin dan lain-lain. Kalau makan pasti disuapin mama dan belajar diajarin mama. Papa saya merupakan seorang arsitek yang pekerjaannya pindah sana sini kalau sedang mengerjakan sebuah proyek, beliau jarang pulang ke rumah karena jarak tempat pekerjaannya yang cukup jauh dari rumah kami sehingga ketika beliau ada jam pulang kerumah, kami sekeluarga pergi jalan-jalan dan pasti ada saja mainan yang saya minta untuk dibelikan.

            Selain saya anak manja, saya merupakan gadis kecil yang pemalu dan pendiam. Udah bawaan dari lahir kayanya. Tapi jangan salah sejak saya kecil pun saya hobby bergaya apalagi kalau difoto hehehe.

            Ketika usia ku kira-kira 4 tahun, aku di masukkan orangtua ku di sekolah TK Swara-Swari untuk tingkat A yang beralamat di jln. Tarian Raya Barat blok D no. 28 Kelapa Gading Barat Jakarta Utara. Di TK aku belajar selama 2 tahun. Pada tanggal 10 Juli 1999 aku menerima surat keterangan tamat belajar dari TK Swara-Swari dengan predikat yang cukup bagus.

           Pada tangal 19 Juli 1999 aku di daftarkan orangtua ku bersekolah di SDN 05 Pagi jln. Harpa I kelurahan Pegangsaan 2 Kelapa Gading Jakarta Utara. Waktu aku Sekolah Dasar sistem pendidikan terbagi menjadi caturwulan 1, caturwulan 2 dan caturwulan 3 (kenaikan kelas) yang masing-masing caturwulan selama 4 bulan. Selama di SD ini saya mengabdi sebagai dokter kecil dengan teman-teman saya yang selalu bertugas menolong teman-teman kami jika ada yang sakit untuk diobati di UKS.

            Mulai dari TK (Taman Kanak – Kanak) hingga kelas 4 SD (Sekolah Dasar), saya mempunyai sahabat-sahabat yang luar biasa, saya mempunyai seorang sahabat namanya Anggita dan kalian tau kami selalu janjian model rambut entah diikat atau dikepang, pake warna ini, pake itu dan sebagainya sehingga banyak orang bilang kami ini kembar saking imut – imutnya gituu. Untuk kemana – kemana saja saya selalu dijaga ketat karena banyak sekali teman – teman pria yang mendekati saya. Siang hari, saya udah pulang dari sekolah lalu sesampainya dirumah, saya makan siang dan kemudian tidur siang, dan sore harinya ada saja anak laki – laki yang bermain sepeda mondar – mandir di depan rumah dengan memanggil nama saya “Loren… Loren… Loren…” sampai mama aja tertawa geli karena liat anaknya yang masih sekecil ini udah digodain aja. Selain Anggita, saya berteman akrab dengan yang lain dan sering bermain bersama yaitu Riris, Matheus, Maret, Hadi dan ada yang lainnya yang saya lupa namanya

            Sewaktu saya SD (Sekolah Dasar) paling takut yang namanya suntikan dokter, kebetulan di SD sering mengadakan pemeriksaan kesehatan. Ya walaupun saya anggota doketr kecil disekolah tapi saya takut juga sama yang namanya suntikan dokter, aneh ya? Hehe. Kalau udah ada pemeriksaan begitu pasti saya udah nangis duluan nunggu antrian engga mau masuk. Waktu itu pas ada tes golongan darah disekolah rupanya mama telat datang untuk nemenin, akhirnya aku digendong sama ibu guru karena nangis terus. Saat mama datang, dia mendiamkan aku biar engga nangis dengan membelikan es cream. Ya namanya anak kecil doyan coklat, permen, chiki-chiki dan makanan lainnya sehingga membuat gigi saya bolong, jadi bolak balik ke dokter terus untuk periksa dan perawatan gigi, ya namanya anak kecil takut yang begituan dengan alat-alat dokter gigi, ya nangis tapi dibujuk juga kalau udah selesai besok dibeliin es cream. Ada aja cara bujukinnya hehe. Tapi sampai saya sebesar ini, saya juga masih takut sama yang namanya dokter dan minum obat-obatan kalau minum obat, obatnya harus digerus terlebih dahulu.

             Waktu kecil aku selalu mengikuti SBI (Sekolah Bina Iman) yang di adakan di lingkungan Lukas 1 wilayah St. Lukas setiap sabtu sore. Kadang-kadang aku ikut juga SBI di gereja St. Yakobus Kelapa Gading ketika orangtua ku mengikuti misa pada hari minggu. Disitu kami diajarin bernyanyi, main games, baca alkitab, menggambar, dan mewarnai. Begitu juga dengan doa lingkungan, aku sering juga di ajak orangtua ku mengikuti doa lingkungan terutama pada bulan Mei dan Oktober untuk berdoa Rosario. Ketika hari raya paskah, aku sering ikut lomba mewarnai dan mengambil telur paskah, baik yang diadakan di lingkungan Lukas 1 maupun digereja. Sepulang dari sana, semua anak-anak mendapat snack-snack, stiker yang bergambar Tuhan Yesus dan Bunda Maria.

             Sehabis menerima rapor kenaikan kelas 4 SD tepatnya pada bulan juli tahun 2003 kami sekeluarga pindah ke pekanbaru, ayah harus meninggalkan pekerjaannya karena harus mengurus kebun kelapa sawit kami di Pekanbaru yang sudah terbengkalai tidak ada yang merawat.

             Di Pekanbaru, aku meneruskan sekolah di SDN 031 Tampan jln. Swakarya, Simpang Baru, Tampan, Pekanbaru. Pada tanggal 27 juni 2005 aku dinyatakan lulus dari Sekolah Dasar dengan nilai yang cukup memuaskan. Kemudian aku di daftarkan oleh orangtua ke SMPN 08 yang berada di jln. Adi Sucipto no. 115 kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru. Pada tanggal 21 Juni 2008, aku dinyatakan lulus dari SMP dengan nilai yang cukup lumayan bagus. Kemudian aku di daftarkan di SMAN 4 Pekanbaru, letak sekolah ini hanya berbatas pagar dari SMP ku sehingga selama 6 tahun aku bersekolah dilokasi yang sama. Selama di Pekanbaru aku mempunyai teman yang berbeda – beda. Nah saat SMP dan SMA teman-teman aku hampir sama karena rata-rata loncat pagar sekolahnya.

            Karena saya anak pertama, jadi saya sering mengalah untuk kepentingan adik-adik saya. Kadang menyebalkan sih menjadi seorang pengalah, apa yang kita inginkan jadi susah terealisasikan. Tapi ya sudahlah. Dari kecil saya suka menabung dicelengan, karena mama selalu membelikan kami celengan masing-masing dikamar untuk menabung dari sisa uang jajan kami. Tapi celengan yang sering terisi yaitu celengan saya hehehe. Nah dengan kebiasaan menabung ini saya lebih sering belanja dengan uang tabungan saya. Jadi kalau saya mau beli sesuatu pasti uangnya saya tabung dulu.

            Saya juga suka berjualan, waktu SMA saya berjualan pulsa di SMA syukurnya laris manis sehingga bisa dapat untung yang lumayan banyak setiap bulannya. Nah begitu pula saat diperkuliahan, saya gonta ganti barang dagangan dimulai dari jualan crocs, oriflamme, dan baju-baju serta accessories wanita. Ya doakan saja supaya barang dagangan saya laris manis. Amin.

            Saya itu orang yang suka kebersihan dan rapi. Kalau dirumah habis bangun pagi saya langsung merapikan kamar saya lalu bergegas berangkat kesekolah, kalau saya lagi libur saya merapikan kamar orang tua saya juga. Kalau dirumah saya paling suka ngomel kalau liat ada yang berantakan dan tidak rapi. Begitu pula dengan belajar, tulisan saya juga rapi agar ketika ujian saya enak membacanya. Saat saya kuliah pun begitu semuanya tersusun rapi. Kalau ada tugas dan waktu saya banyak yang kosong, saya mengerjakan tersebut dengan cepat. Namun kadang-kadang ketika saya malas nanti nanti saja dikerjakan sampai besoknya udah mau dikumpulin baru deh dikerjain.

            Adakalanya dalam hidup kita pasti ada orang yang tidak suka sama kita, kadang emang omongan mereka melukai hati kita. Tapi saya orang yang lebih suka diam daripada meladeni orang untuk mengajak saya rebut atau adu mulut. Saya tidak melawan mereka namun saya lebih suka mendoakan mereka karena sabda Tuhan berkata “Kasihilah musuhmu sama seperti engkau mengasihi-Ku” jadi saya selalu mendoakan untuk orang-orang yang tidak menyukai saya. Saya bersyukur karena ada orang yang seperti mereka artinya mereka peduli sama saya karena memperhatikan saya dari ujung kaki saya hingga ujung rambut saya.

            Orang yang selalu menyemangati saya adalah papa saya, dia selalu memberikan motivasi saya untuk menata hidup ini. Memang sudah setahun ini dari 2013 beliau sudah sakit dan sudah beberapa kali masuk ICU. Saat malam natal berbicara dengan beliau ditelepon rasanya senang sekali karena suaranya terdengar seperti biasa, seperti sudah sehat. Dan saat malam tahun barupun beliau juga menelepon dengan sambil membuat lelucon, disitupun rasanya saya juga bahagia karena beliau sudah bisa tertawa seperti biasa. Namun semuanya berubah, ketika Tuhan mempunyai kehendak lain. Beliau dipanggil Tuhan begitu cepat yaitu pada tanggal 2 Januari 2014 yang lalu. Rasanya antara percaya dan tidak percaya kalau beliau begitu pergi dengan cepat. Namun saya salut dengan almarhum karena beliau begitu pintar, hebat dan pekerja keras untuk membahagiakan keluarganya dia juga sering menolong sesamanya. Satu hal yang tidak pernah terlupakan dan kehilangan yaitu senyum tawanya serta leluconnya yang selalu membuat semua orang tertawa. Pesan yang saya ingat yaitu “beliau bekerja keras untuk mencapai cita-cita dihidupnya dan dia selalu bilang untuk selalu berdoa dan tidak sombong”.

            Sedih rasanya ditinggal beliau, apalagi ditahun 2015 nanti saya selesai menempuh pendidikan saya diperkuliahan ini dan ditahun itu juga adalah pesta perak pernikahan 25 tahun kedua orang tua saya. Namun tangisan ini tidak boleh berlarut-larut. Saya akan melakukan yang terbaik agar kelak saya bisa menjadi orang sukses untuk membanggakan papa walaupun papa hanya melihat dari surga dan untuk membahagiakan mama. Amin.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s