Tindakan Anarkis Masyarakat Indonesia

Image        Seperti yang kita ketahui dan kita lihat sampai saat ini tindakan anarkis sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Tindakan anarkis adalah tindakan semena-mena yang dilakukan menggunakan kekerasan terhadap kelompok atau seseorang yang melakukan tindak kejahatan. Tindakan anarkis ini bisa berupa pemukulan, pengeroyokan, serta pengrusakan fasilitas umum.

        Setiap masyarakat Indonesia berhak menyampaikan aspirasinya dengan cara yang benar. Kita boleh memberikan aspirasi seperti melakukan demo namun hanya saja masih dalam konteks yang benar yang tidak berujung pada tindakan anarkis yang bisa menyebabkan kerugian pada negara. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang atau sekelompok orang melakukan tindakan anarkis antara lain:

  1. Aspirasi mereka yang tidak pernah ditanggapi.
  2. Ada seseorang dari massa tersebut yang memprovokator aksi tersebut sehingga menimbulkan amarah dari masa, kericuhan dan berujung tindakan anarkis.
  3. Sudah menjadi sisi lain yang tidak baik dari budaya kekerasan atau kebiasaan yang tidak baik didalam masyarakat Indonesia.

Berikut ini ada beberapa contoh tindakan main hakim massa yang berujung anarkis :

            Minggu, 31 Maret 2013, diduga dalam Pilkada Palopo didalangi tindak kecurangan oknum tertentu, kantor Golkar Palopo dibakar oknum tertentu. Selain itu, ruangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kantor Wali Kota Palopo, dan dua kendaraan dinas yang terparkir di halaman kantor tersebut juga dibakar massa. Belum berhenti di kantor tersebut, kantor Camat Wara Timur Palopo dan Kantor Pos Palopo juga dibakar massa yang diduga pendukung kandidat tertentu. (kompas.com)

            Rabu, 23 Oktober 2013, Diberitakan sebelumnya, Massa melakukan aksi unjuk rasa kepada Otorita Batam terkait lahan seluas 108 hektare yang sebagian besar diklaim milik PT Cahaya Dinamika. Otorita Batam menyebut dari luas tersebut, milik warga hanya 24 hektare. Aksi unjuk rasa ribuan warga yang berujung bentrok dimulai dengan massa yang melakukan perusakan sejumlah fasilitas umum, warga melempari polisi dengan batu, sementara polisi terpaksa menembakkan gas air mata ke kerumunan massa serta melepaskan tembakan peringatan ke udara. Bentrok tersebut mengakibatkan beberapa orang luka dan dua unit mobil rusak digulingkan massa.(okezone.com)

            Minggu, 3 November 2013 yang lalu, sopir kopaja jurusan Senen – Lebak Bulus diamuk massa karena menabrak seorang wanita dijalur busway. Selain sopir, kondektur bus juga diamuk oleh massa. Kaca kopaja dipecah dan langsung digulingkan oleh warga.(kompas.com)

            Senin, 11 November 2013, akibat keterlambatan penerbangan dibandara, para penumpang sering melakukan tindakan anarkis dengan melampiaskan kemarahannya dengan merusak fasilitas bandara da nada juga yang memukul-mukul petugas.(detik.com)

        Dari keempat berita singkat yang diatas, bisa kita simpulkan bahwa budaya kekerasan sudah merajalela dan sudah menjadi kebudayaan tersendiri didalam masyarakat dan jika budaya ini tidak bisa dihilangkan bisa merusak generasi kita ke depannya. Setidaknya dalam penyampaian aspirasi, kemarahan akibat kesalahan orang dan lain sebagainya tidak harus diiringi dengan tindak kekerasan apalagi merusak, menghancurkan fasilitas umum, melakukan pembakaran terhadap kantor atau bangunan yang mana bangunan tersebut milik Negara. Karena apa?? Tahukah bahwa yang kalian lakukan adalah tindakan yang tidak benar karena bisa menyebabkan kerugian pada Negara, untuk membangun suatu tempat atau memperbaiki fasilitas yang kalian hancurkan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Jadi bertindaklah secara cerdas bukan dengan kekerasan.

Selain itu ada beberapa penyelesaian dari masalah tindakan anarkis antara lain:

  • Ada baiknya Pemerintah mendengarkan aspirasi rakyat, melakukan tindakan yang benar atas setiap permasalahan yang terjadi di negeri kita agar tidak merugikan rakyat. Setiap masyarakat mempunyai hak dan kewajibannya masing-masing untuk itu lakukanlah tugas masing-masing.
  • Para pemimpin menjalankan tugasnya yang telah ditentukan bekerjalah untuk mensejahterahkan bangsa, negara, dan rakyat bukan mensejahterahkan dirinya sendiri.
  • Untuk aparat yang berwajib, tegakkanlah hukum dengan benar, jangan membedakan seorang yang kaya dengan yang miskin, karena jika hukum tidak ditegakkan akan memicu tindakan anarkis masyarakat.
  • Untuk masyarakat janganlah main hakim sendiri, Indonesia adalah negara hukum maka serahkan segala sesuatunya kepada pihak yang berwajib bukan main hakim atau bertindak semena-mena pada warga yang lain / bersalah. Selain itu janganlah bertindak anarkis dengan cara merusak fasilitas umum karena hal ini bisa membuat kerugian pada negara. Dan hal ini sama saja yang menghancurkan negara kita adalah penduduknya sendiri.
  • Pemerintah sebaiknya menyediakan sarana dan prasarana tempat masyarakat menyampaikan aspirasinya.
  • Bertindaklah seperti orang yang mempunyai pendidikan.
  • Memfliterisasi semua media sosial supaya tidak ada yang mengandung unsur kekerasan yang bisa mempengaruhi perilaku anak-anak Indonesia.
  • Memberikan pendidikan moral yang baik sejak usia dini.

       Semoga tindak kekerasan bisa berkurang di Indonesia. Semua lapisan masyarakat melakukan hak dan kewajibannya masing-masing yang mana Pemerintah menjalankan tugasnya untuk mensejahterahkan negeri ini, Aparat Penegak Hukum menjalankan tugasnya untuk menegakkan keadilan dan mengamankan negeri kita ini, Masyarakat sampaikan aspirasi dengan benar dan tidak bertindak anarkis, Pelajar tuntutlah ilmu setinggi langit untuk menghasilkan Pemimpin Indonesia yang lebih baik lagi ke depannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s