Pernalaran Induktif

            Pernalaran berasal dari kata nalar yang berarti pemikiran yang masuk akal dan logis. Pernalaran induktif adalah cara berpikir dengan menarik kesimpulan umum dari pengamatan atas gejala-gejala yang bersifat khusus. Jadi pernalaran adalah proses berpikir yang menghasilkan simpulan dari data dan fakta yang ada.

            Induktif yaitu mengemukakan mulai dari hal yang khusus ke umum. Pernalaran induktif adalah proses berpikir yang dimulai dengan menghubungkan data – data atau fakta – fakta yang khusus dan menghasilkan sebuah simpulan yang umum.

Selain itu pengertian penalaran induktif menurut Tim Balai Pustaka (dalam Shofiah, 2007 :14) istilah penalaran mengandung tiga pengertian, diantaranya :

  1. cara (hal) menggunakan nalar, pemikiran atau cara berfikir logis.
  2. Hal mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dengan nalar dan bukan dengan perasaan atau pengalaman.
  3. Proses mental dalam mengembangkan atau mengendalikan pikiran dari beberapa fakta atau prinsip.

Contoh pernalaran induktif :

Puspa mahasiswa tingkat 1 belajar akuntansi biaya, Tasya mahasiswa tingkat 2 belajar akuntansi manajemen, dan Tekla mahasiswa tingkat 3 belajar akuntansi lanjut. Simpulan : Semua mahasiswa belajar akuntansi.

Jenis – jenis pernalaran induktif antara lain:

  1. Generalisasi

Generalisasi adalah proses pernalaran dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data.

Contoh :

Hasil UTS mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas 3EB01 sudah diumumkan. Ternyata dari 38 mahasiswa hanya 15 orang yang mendapat nilai 90. Sisanya mendapat nilai antara 70 – 85 dan tidak ada seorang pun yang mendapat nilai di bawah 70. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa kelas 3EB01 cukup pintar dalam mengerjakan soal Bahasa Indonesia.

Macam – macam generalisasi :

  1. Generalisasi sempurna yaitu generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan penyelidikan. Contoh : sensus penduduk
  2. Generalisasi tidak sempurna yaitu generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki. Generalisasi ini dapat menghasilkan kebenaran bila melalui pengujian yang benar. Contoh : Semua orang menyukai coklat.

 

  1. Hubungan Kausal

Hubungan kausal adalah proses pernalaran yang diperoleh dari gejala – gejala yang saling berhubungan. Hubungan kausal (kausalitas) merupakan prinsip sebab – akibat yang sudah pasti antara segala kejadian, serta hal-hal yang diterima tanpa ragu dan tidak memerlukan sanggahan. Keharusan dan keaslian sistem kausal merupakan bagian dari ilmu-ilmu manusia yang telah dikenal bersama dan tidak diliputi keraguan apapun.

Macam – macam hubungan kausal :

a) Sebab – Akibat

Contoh :

  • Karena tidak mengerjakan tugas, maka sebagian mahasiswa mendapatkan nilai nol.
  • Sejumlah pengusaha angkutan di Bantul terpaksa gulung tikar karena pendapatan yang mereka peroleh tidak bisa menutup biaya operasional.

b) Akibat – Sebab

Contoh :

Memey mendapat nilai yang tinggi pada ujian akhir semester tingkat 2. Dia mendapat beasiswa SARMAG dari kampusnya. Hasil yang diperoleh Memey ini didapatkan karena belajar yang sangat tekun setiap harinya.

c) Akibat – Akibat

Contoh :

Kemarin Lusi mengalami kecelakaan akibat menabrak pembatas jalan. Akibat dari kecelakaan tersebut dia mengalami patah kaki dan harus dirawat di rumah sakit.

 

  1. Analogi

Analogi adalah proses pernalaran yang cara penarikan kesimpulannya dengan membandingkan dua hal yang memilki sifat yang sama.

Contoh :

Danih adalah seorang altlet lari kebanggaan Indonesia. Setiap hari dia selalu berlatih keras untuk meningkatkan kemampuan berlarinya. Demikian juga dengan Liliana Natsir seorang atlet badminton kebanggaan Indonesia yang harus berlatih dengan keras untuk meningkatkan kemampuan bermain badmintonnya. Keduanya membutuhkan mental dan fisik yang kuat untuk bertanding dan membawa nama baik Indonesia. Oleh karena itu, untuk menjadi seorang atlet harus memilki mental dan fisik yang kuat dengan cara selalu berlatih.

 

Sumber : http://bachtiarseptiadi.blogspot.com/2012/12/penalaran-induktif.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s