Yuk Keliling Kota Lancang Kuning (Pekanbaru)

            Haii semuaa… udah ada yang pernah ke Pekanbaru (Riau) belum…?? Seperti tulisan sebelumnya yang udah saya jelaskan mengenai sejarah Kota Pekanbaru, Gurindam Dua Belas yang khas dari Riau, Permainan yang ada, serta Percakapan Bahasa Melayu. Disini saya akan menjelaskan beberapa tempat yang ada di pekanbaru.

            Saya pindah ke Pekanbaru saat saya akan naik ke kelas 5 SD (Sekolah Dasar), sebelumnya saya tinggal di kelapa Gading, Jakarta Utara. Nama Bandara yang terdapat di Pekanbaru ini yaitu Bandara Sultan Syarif kasim II. Saat saya pindah ke Pekanbaru kebetulan saya naik pesawat terbang, kemudian selama dalam perjalanan menuju rumah baru saya bingung, kalau nyanyian anak kecil seharusnya “naik-naik ke puncak gunung, kiri kanan ku lihat saja banyak pohon cemara” tapi waktu itu saya malah bernyanyi seperti ini “kiri kanan ku lihat saja banyak hutan-hutan, kiri kanan ku lihat saja banyak pohon kelapa sawit” hahaha. Kebetulan waktu itu Pekanbaru belum menjadi kota yang semetropolitan seperti saat ini.

            Seperti yang kita lihat berita di televise saat ini Pekanbaru sedang mengalami kabut asap akibat pembakaran lahan. Sebenarnya hal itu sudah menjadi makanan disetiap tahun oleh masyarakat Pekanbaru. Bahkan waktu itu sekolah pernah diliburkan dikarenakan kabut asap yang membahayakan pernapasan dan jarak pandang yang sangat berbahaya untuk para pengendara kendaraan.

            Haha itu sekilas sedikit saja, nah kalian tahu ga sihh mayoritas agama di Pekanbaru?? Yang paling mayoritas yaitu agama Islam selain itu ada agama Katolik, Kristen, Budha, Hindu dan Konghucu ditempat ini. Dan suku yang paling mayoritas yaitu suku Minangkabau.

            Di Pekanbaru ga ada yang ga kenal dengan Lapangan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) itu apa?? Lapangan MTQ ini awalnya merupakan tempat perlombaan untuk umat islam seperti lomba Al-Quran dan sebagainya namun saat ini perlombaan tersebut kadang tidak dipusatkan disitu saja sehingga Lapangan MTQ ini merupakan tempat umum, dimana sering dilakukan Pergelaran baik Riau Expo, konser-konser para penyanyi, bahkan tempat jogging dan fasilitas olah raga juga ada loh disini, bahkan puncak pergantian malam tahun baru semua acara dilakukan dilapangan MTQ, pokoknya tempat anak nongkrong deh. Di dalam lapangan MTQ ini ada satu ikon budaya di Kota Pekanbaru, merupakan bangunan dengan arsitektur tradisional yang menggunakan nama seorang seniman Riau, yaitu Gedung Idrus Tintin dimana kawasan ini dahulunya merupakan tempat penyelenggaraan MTQ.

            Kalau setiap malam minggu daerah MTQ ini dijadikan tempat nongkrong dan jalanan bakal padat didaerah ini dan bisa dibilang macet begitu. Kalau malam minggu nih sekitaran pinggiran jalan banyak yang jual jagung bakar, makanan, dan lain-lain.

            Nah dekat daerah sini ada terdapat sebuah gedung megah yang berwarna kuning yang dikenal sebagai gedung PGRI. Fungsi dari gedung tersebut nanti diharapkan akan berjalan sesuai dengan kebutuhan dan berdaya guna bagi PGRI ke depan.

            Setiap daerah pasti mempunyai sejarah, di Pekanbaru  ada terdapat Gedung Juang 45 yang merupakan museum perjuangan, terletak di jalan jenderal sudirman no. 26 dan tidak jauh dari bandara Sultan Syarif Kasim II. Di tempat ini kita bisa menikmati berbagai benda bersejarah dan cerita – cerita perjuangan masa lalu. Namun saat ini gedung tersebut telah dijadikan sebagai gedung serba guna.

            Kemudian kita bakal lewat gedung olahraga yang mewah yaitu gedung  Gelanggang Remaja Pekanbaru. Gedung ini dipakai untuk pertandingan olahraga, yang paling hebohnya yaitu pertandingan DBL.

            Habis dari tempat-tempat tersebut kita rekreasi dulu yuukk ke Alam Mayang di jalan Imam Munandar (harapan raya). Disini kita bisa merasakan kesejukan dengan suasana tamannya, jangan salah loh Alam Mayang ini memiliki luas yang lumayan sekitar berapa hektar gitu. Tempat ini juga merupakan tempat wisata keluarga, selain itu juga bisa mengusir stress. Fasilitas yang ada di Alam Mayang ini antara lain kolam pancing, danau dengan sepeda air, Banana boat, safary train, flying fox, trek sepeda, mandi bola, bombom car, topeng monyet, balon loncat, beragam atraksi dan banyak lagi deh. Hmm.. jangan ragu untuk masuk, biaya masuknya terbilang murah loh yaitu sekitar Rp 10.000 untuk dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak. Dibuka setiap hari mulai jam 07.00-17.00 WIB.

Image             Kalau ada bangunan tinggi yang terdapat di Jalan Sudirman, Kota pekanbaru itu namanya Perpustakaan Soeman HS atau sering dikenal dengan sebutan PUSWIL (Pustaka Wilayah). Disini pusat perpustakaan di Pekanbaru, kadang kalau saya dan teman-teman mendapat tugas dari sekolah kami pergi mencari bukunya di Puswil ini. Eitsss jangan salah loh di Puswil ini unik kadang bule berfoto disini karena dinding-dinding puswil diluar ini banyak terdapat kisah, sejarah dan ukiran – ukiran melayu yang bagus, dan didalam puswil ini kita bisa menemukan buku jenis apa aja ada yang buku pelajaran, novel, sejarah pekanbaru, buku ukiran melayu, arsip dan dokumentasi pekanbaru dan lain-lain, kemudian ada fasilitas wifi, AC, dan lain-lain.

            Selain terdapat Puswil, di jalan sudirman juga ada terdapat gedung Taman Budaya Riau, Gedung ini berfungsi sebagai tempat untuk pagelaran berbagai kegiatan budaya dan seni Melayu Riau dan kegiatan lainnya. Disamping gedung ini terdapat Museum Sang Nila Utama merupakan museum daerah Riau yang memiliki berbagai koleksi benda bersejarah, seni dan budaya.  Museum ini menyandang nama seorang tokoh legenda dalam Sulalatus Salatin, pendiri Singapura.

Image            Di Pekanbaru ada mesjid yang termegah yang terletak hampir dipusat kota sekitar jalan Hang Tuah yang mempunyai fasilitas lengkap sebagai Islamic Centre serta dilengkapi pula taman yang indah dan luas yaitu Mesjid Agung An-Nur. Disini tersedia fasilitas hot spot atau wifi gratis sepuasnya serta mempunyai halaman parkir yang luas. Nah tadi saya sebutkan Lapangan MTQ juga tempat jogging dan berolahraga, begitu juga di halaman Mesjid An-Nur karena halaman mesjid ini merupakan lapangan luas dan sore harinya akan ramai dikunjungi masyarakat untuk berolahrga dan bersantai bahkan hunting foto.

            Sedangkan untuk Non Islamnya seperti Katolik yang mempunyai gereja yang megah yang dikenal dengan Gereja Santa Maria disini merupakan pusat rohani untuk umat Katolik. Selain itu komunitas TiongHoa yang saat menyelenggarakan perayaan Tahun Baru Imlek yang ditutup dengan perayaan Cap Goh Meh yang biasanya dipusatkan di Vihara Dharma Loka atau Vihara Tridharma Dewi Sakti.

ImageKeliling Pekanbarunya akan kita lanjutkan disesi berikutnya yaaa, wait meee okee…

Nama   : Tekla Shintauli Lorentina

Npm    : 27211068

Kelas   : 2EB01

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s