Untung Ruginya Menalangi Kasus Bank Century

Image             Bank Century merupakan salah satu bank yang terdapat di Indonesia. Kasus Bank Century ini berawal pada tanggal 18 November 2008. Kasus Bank Century ini sangat merugikan nasabahnya yang diakibatkan oleh penyelewengan dana nasabah dan Penjualan reksa dana. Setelah Bank century melakukan kalah kliring, nasabah Bank Century tidak dapat melakukan transaksi perbankan baik transaksi tunai maupun transaksi nontunai. Dimana penyelesaian kasus bank century ini ternyata belum selesai dituntaskan. Mari kita teliti asal mula terjadinya.

            Menurut beberapa sumber yang saya baca, disana dijelaskan mengenai proses 3 merger bank yaitu Bank CIC, Bank Danpac, dan Bank Pikko yang menjadi Bank Century. Dimana 3 merger tersebut sudah memiliki kondisi yang buruk sehingga mereka harus memenuhi syarat-syarat tertentu supaya kondisinya sehat kembali. PT. Bank Century Tbk pada awalnya merupakan agen penjual produk investasi namun ternyata diketahui bahwa produk yang dijual tidak mempunyai izin dari Bapepam. Kemudian Bank Indonesia membahas tata aturan mengenai agen penjual reksa dana. Setelah diberi peringatan oleh bank Indonesia ternyata Bank century secara diam-diam masih menjual produk tersebut sehingga Bank Century mendapat panggilan teguran dari Bank Indonesia.

            Sementara itu Bank Indonesia terus menerus melakukan pemeriksaan mengenai surat berharga valuta asing yang berasal dari bank Century. Saat itu Bank Indonesia telah memberikan solusi untuk tetap menjual surat berharga valuta asing tersebut namun sayangnya para pemilik saham di Bank Century tidak mendengarkannya, mereka lebih memilih menghasilkan sebuah perjanjian untuk mengubah surat berharga tersebut menjadi sebuah deposito disalah satu bank yang terdapat di Swiss namun sayangnya uang yang ditanam di bank tersebut sangat susah ditagih.

            Pada tahun 2008 inilah yang merupakan awal bermulanya dari kasus Bank Century. Dimana pada tahun ini Bank Century gagal membayar surat berharga valuta asing yang telah jatuh tempo dikarenakan pada saat itu Bank Centruy sedang mengalami kesulitan likuiditas. Kemudian keadaan ini diperumit lagi dengan kegagalan kliring yang dilakukan oleh Bank century.

            Setelah kegagalan kliring ini, para nasabah Century tidak bisa melakukan berbagai transaksi. Nasabah merasa kesal dan dirugikan karena telah menyimpan uang banyak pada Bank tersebut. Berikut ini ada beberapa pertimbangan yang dipikirkan mengenai untung ruginya menyelamatkan Bank Century

            Masih pada keadaan ini Bank Indonesia melakukan langkah pertama penyelamatan Bank century (di-bailout) melalui pihak LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) dimana LPS tersebut memberikan bantuan terus menerus untuk menyelamatkan kondisi Bank tersebut sehingga dana yang dialirkan mencapai sekitar Rp 6,7 triliun.

            Kedua, jika Century tidak diselamatkan dan tidak memiliki blanket guarantee maka ada biaya langsung dan biaya tidak langsung yang harus ditanggung oleh pihak century dan dana yang dikeluarkan pun  jauh lebih besar daripada Rp 6,7 triliun tersebut. Begitu pula jika Century dibiarkan mengalami kolaps dana yang dikeluarkan juga akan lebih besar.

            Ketiga, jika century tidak diselamatkan namun memiliki blanket guarantee, hal ini mudah untuk dihitung. Akan tetapi dan yang dikeluarkan kira-kira sekitar Rp 9 triliun dan dana ini cukup besar daripada angka Rp 6,7 triliun.

            Dari ketiga cara tersebut menyelamatkan Bank Century dengan harga Rp 6,7 triliun masih lebih murah daripada kedua cara lainnya. Namun entah kenapa dengan dana tersebut masih belum bisa menuntaskan permasalahan kasus Bank Century??

            Dalam penanganan kasus Bank century ini memang membuat banyak orang bertanya-tanya. Terjadinya kasus bank Century ini merupakan kecerobohan pemilik Bank Century dalam menggunakan dananya namun penanggulangan kerugian ini harus menguras dana APBN kita, ini rasanya tidak logis. Kesalahan yang dibuat oleh seseorang tapi harus ditanggung oleh rakyat banyak. coba kita bayangkan seandainya dana tersebut dialirkan untuk menolong masyarakat kita dalam mengentaskan kemiskinan dan untuk pendidikan.

            Disini kembali lagi pada masalah penegakan hukum. Hukum di Indonesia terlalu lemah dan pemerintah terlalu takut untuk mengambil keputusan serta tidak bisa bersikap tegas. Seharusnya pemerintah bersikap tegas dalam membuat keputusan penyelesaian kasus Bank century bukan dibiarkan begitu saja. Padahal kasus ini sudah berlangsung lama sekitar 6 tahun lamanya namun kenapa tak kunjung usai? Kelihatannya ada permainan politik disini dan KPK dinilai selalu lambat dalam menangani suatu kasus.

            Kasus ini harus diusut tuntas oleh KPK dan ditangani secara cepat bukan lambat dan biarkan menjamur.

 

Nama   : Tekla Shintauli Lorentina

Npm    : 27211068

Kelas   : 2EB01

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s