Mengapa Korupsi Sulit Diberantas Di Indonesia ?

Image            Sebelumnya ditulisan saya juga sudah pernah membahas mengenai korupsi ini. Korupsi atau rasuah berasal dari bahas latin, corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok. Korupsi adalah suatu perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau kelompoknya dilakukan dengan cara-cara melanggar hukum.

            Saat ini permasalahan yang sering diperbincangkan yaitu masalah korupsi yang terjadi di pemerintahan kita sendiri. Ini merupakan salah satu contoh permasalahan yang dari dulu tidak bisa diberantas bahkan jumlahnya semakin banyak sehingga korupsi ini bisa dikatakan sebagai kebudayaan tersendiri yang sangat buruk.

            Sudah berapa lamakah negara kita menjadi Negara Berkembang?? Sudah lama sekali kita selalu stay dengan posisi negara berkembang ini. Yang menjadi penghambat untuk negara kita maju yaitu KASUS KORUPSI dan KEPEMIMPINAN !

            Korupsi ini terjadi dikarenakan sifat manusia yang tidak pernah puas dengan sesuatu. Seperti orang yang bekerja tentunya pasti digaji. Ada yang berpenghasilan kecil, biasa, serta berpenghasilan besar. Dari ukuran tingkat penghasilan tersebut bisa menimbulkan ketidak puasan dengan gaji yang mereka terima bahkan ingin memiliki penghasilan yang lebih besar daripada itu sehingga dia melakukan tindak korupsi. Sedangkan gaji yang kecil dimana biaya kebutuhan yang semakin mahal membuatnya harus melakukan tindak korupsi untuk memenuhi kebutuhannya. Ini merupakan contoh kecil yang dapat digambarkan mengenai penyebab korupsi tersebut.

            Korupsi ini disebabkan oleh berbagai hal antara lain yang pertama, lemahnya akhlak, moral dan mental para pemimpin. Seandainya para pemimpin tersebut mempunyai iman yang kuat, saya yakin mereka akan bekerja dengan hati nurani untuk mensejahterahkan kehidupan masyarakatnya.

            Kedua, tidak memiliki sikap disiplin dan rasa bertanggung jawab terhadap sesuatu yang dikerjakan, lebih mengutamakan cara yang mudah untuk memperoleh sesuatu tanpa memikirkan dampaknya dan ini sudah menjadi kebudayaan yang tidak bagus.

            Ketiga, penyalahgunaan kekuasaan. Para pemimpin kita yang duduk dipemerintahan merupakan pilihan rakyat. Rakyat memilih mereka untuk duduk dibangku tersebut sekiranya agar para pemimpin mau mendengarkan aspirasi rakyat dan tahu apa yang dibutuhkan masyarakat. Namun sayangnya kepercayaan yang diberikan rakyat salah dipergunakan. Para pemimpin memanfaatkan wewenang tersebut untuk memperkaya diri mereka.

            Keempat, masih memegang prinsip “siapa yang mempunyai uang banyak maka dia yang akan menang”. Kenapa saya bilang begitu?? Karena saat ini nampaknya uang yang lebih menguasai segala sesuatunya, seolah-olah semua bisa dibeli dengan uang.

            Kelima, lemahnya hukum di Indonesia. Para penegak hukum tampaknya sudah dikelabui dengan “uang”. Bahkan mereka tidak bisa menegakkan hukum sesuai aturannya. Mereka lebih memilih uang daripada menegakkan peraturan. Contohnya saja bisa kita lihat banyak para koruptor yang diberikan fasilitas istimewa selama dibui yang membuat kecemburuan sosial terhadap para tahanan lain yang bukan anggota pejabat, bahkan mereka bisa berkeliling keluar negeri atau jalan-jalan sebebasnya. Sehingga hukuman yang diberikan tidak memberikan efek jera kepada para koruptor, oleh sebab itu semakin banyak para pejabat yang terjerat pada kasus korupsi.

            Negara kita yang kaya dengan kekayaan alamnya tidak bisa hidup dengan makmur. Korupsi merajalela dimana-mana, mulai yang dipusat bahkan sudah sampai mewabah ke daerah-daerah lain. Jadi ini harus kita berantas dari akar-akarnya. Memang kasus korupsi ini sudah terjadi sejak dahulu dan hingga sekarang belum bisa diberantas. Seandainya korupsi ini bisa diberantas pasti semua kalangan masyarakat bisa hidup dengan layak dan sejahtera. Kehidupan yang seperti ini yang kita semua inginkan. Coba kita fikir-fikir lagi, dimana titik daripada korupsi ini yaaaa….

            Kesalahan korupsi ini terletak mulai dari diri sendiri, pemimpin, kesejahteraan dan hukum. Lalu bagaimana caranya memberantas korupsi ini yaa..??

            Pertama yaitu dimulai dari diri sendiri. Jika seseorang mempunya sikap tegas dalam dirinya maka dia akan bisa bersikap tegas pula dalam menyikapi segala sesuatu. Untuk menyelamatkan negara kita, maka para generasi bangsa harus ditanamkan sikap jujur sejak dini. Diberikan pendidikan akhlak yang lebih bagus lagi. Agar kelak mereka bisa memajukan bangsa dengan mengontrol nafsu mereka mengenai “uang”.

            Kedua dan ketiga yaitu mengenai pemimpin dan kesejahteraan. Kedua hal ini sangat berkaitan erat. Ada baiknya para pemimpin haruslah mempunyai sikap yang jujur, adil, serta memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Jika masyarakat sejahtera maka tidak akan ada korupsi lagi. Pemerintah harus mengkaji ulang mengenai pendapatan para pekerja dengan kebutuhan yang harus mereka keluarkan. Saat ini pemerintah lebih memerhatikan pegawai negeri, menaikkan gaji, tunjangan dan sebagainya. Lalu bagaimana mereka yang bukan pegawai negeri?? Contohnya golongan kelas bawah, pemerintah tidak sedikit pun memberikan mereka pelatihan dan pengembangan kepada mereka untuk bisa menciptakan kreativitas dan lapangan pekerjaan, tapi pemerintah hanya memanjakan mereka dengan BLSM.

            Keempat yaitu hukum, pemerintah harus menegaskan mengenai semua aturan hukum yang membuat sebagian kalangan salah mengartikan makna dari aturan tersebut. Aparat penegak hukum harus bisa bersikap tegas, tidak memandang bulu dan menjadikan semuanya sama didepan hukum agar menimbulkan efek jera terhadap mereka. Memiskinkan para koruptor, selain dilakukan penahanan mereka juga harus mengembalikan dana yang telah dikorupsi serta harus dikenakan sanksi agar mereka lebih takut lagi terhadap hukum. Dihapuskannya remisi untuk para koruptor.

            Korupsi sangat merugikan negara dan ini harus diberantas secara perlahan hingga jumlahnya kecil dan tidak ada lagi ! Tanamkan rasa bersyukur untuk segala sesuatunya sehingga anda tidak akan pernah merasa kekurangan yang berlebihan!

Nama   : Tekla Shintauli Lorentina

Npm    : 27211068

Kelas   : 2EB01

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s