Gurindam Dua Belas part 2

Pasal yang Ketujuh : (berisi nasehat tentang sikap dan tingkah laku manusia yang utama)

Apabila banyak berkata-kata,

disitulah jalan masuk dusta.

Apabila banyak berlebih-lebihan suka,

itulah tanda hampirkan duka.

Apabila kita kurang siasat,

itulah tanda pekerjaan hendak sesat.

Apabila anak tidak dilatih,

jika besar bapanya letih.

Apabila banyak mencela orang,

itulah tanda dirinya kurang.

Apabila orang yang banyak tidur,

sia-sia sahajalah umur.

Apabila mendengar akan khabar,

menerimanya itu hedaklah sabar.

Apabila mendengar akan aduan,

membicarakannya itu hendaklah cemburuan.

Apabila perkataan yang lemah-lembut,

lekaslah segala orang mengikut.

Apabila perkataan yang amat kasar,

lekaslah orang sekalian gusar.

Apabila pekerjaan yang amat benar,

tidak boleh orang berbuat honar.

 

Pasal yang Kedelapan : (beirisi nasehat menegenai mawas diri)

Barang siapa khianat akan dirinya,

apalagi kepada lainnya.

Kepada dirinya ia aniaya,

orang itu jangan engkau percaya.

Lidah yang suka membenarkan dirinya,

daripada yang lain dapat kesalahannya.

Daripada memuji diri hendaklah sabar,

biar daripada orang datangnya khabar.

Orang yang suka menampakkan jasa,

setengah daripada syirik mengaku kuasa.

Kejahatan diri sembunyikan,

kebajikan diri diamkan.

Keaiban orang jangan dibuka,

keaiban diri hendaklah sangka.

 

Pasal yang Kesembilan: (berisi nasehat mengenai cara menghindari perbuatan jahat)

Tahu pekerjaan tak baik, tetapi dikerjakan,

bukannya manusia yaitulah syaitan.

Kejahatan seorang perempuan tua,

itulah iblis punya penggawa.

Kepada segala hamba-hamba raja,

disitulah syaitan tempatnya manja.

Kebanyakan orang yang muda-muda,

disitulah syaitan tempat berkuda.

Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,

disitulah syaitan punya jamuan.

Adapun orang tua yang hemat,

Syaitan tak suka membuat sahabat.

Jika orang muda kuat berguru,

dengan syaitan jadi berseteru.

 

Pasal yang Kesepuluh : (berisi nasehat tentang sikap yang baik dalam kehidupan keluarga)

Dengan bapa jangan durhaka,

supaya Allah tidak murka.

Dengan ibu hendaklah hormat,

supaya badan tetap selamat.

Dengan anak janganlah lalai,

supaya boleh naik ketengah balai.

Dengan isteri dan gundik janganlah alpa,

supaya kemaluan jangan menerpa.

Dengan kawan hendaklah adil,

supaya tangannya jadi kafil.

 

Pasal yang Kesebelas : (berisi nasehat mengenai sikap yang baik dalam pergaulan antar manusia)

Hendaklah berjasa,

kepada yang sebangsa.

Hendaklah jadi kepala,

buang perangai yang cela.

Hendak memegang amanat,

buanglah khianat.

Hendak marah,

dahulukan hujjah.

Hendak dimalui,

jangan memalui.

Hendak ramai,

murahkan perangai.

 

Pasal yang Keduabelas : (berisi nasehat untuk para penguasa agar berhasil dalam tugasnya)

Raja mufakat dengan menteri,

seperti kebun berpagar duri.

Betul hati kepada raja,

tanda jadi sembarang kerja.

Hukum adil atas rakyat,

tanda raja beroleh hanayat.

Kasihkan orang yang berilmu,

tanda rahmat atas dirimu.

Hormat akan orang yang pandai,

tanda mengenal kasa dan cindai.

Ingatkan dirinya akan mati,

itulah asal berbuat bakti.

Akhirat itu terlalu nyata,

kepada hati yang tidak buta.

           

*Dikutip dari Buku Cetak dan Catatan Bahasa Melayu Tingkat SMP

 

Nama   : Tekla Shintauli Lorentina

Npm    : 27211068

Kelas   : 2EB01

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s