Sosok Pemimpin “JOKOWI”

            Siapa yang tidak kenal dengan Gubernur DKI Jakarta yang baru ?? dia merupakan sosok yang terpandang karena sebelumnya menjabat sebagai Walikota Solo dan sukses pada masa kepemimpinannya di Solo. Banyak rakyat Solo yang senang terhadap beliau bahkan ketika beliau mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta, sebagian warga Solo tidak mengikhlaskan bahwa beliau pindah untuk memimpin Jakarta. Tapi entah kenapa dengan sosok penampilan yang sederhana dan masyarakat Jakarta mempercayainya untuk perubahan yang baru sehingga Beliau terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Dalam kepemimpinannya, beliau merupakan Gubernur yang berbeda dari yang sebelumnya.

            Coba kita lihat pemimpin didaerah mana yang mau turun langsung ke Lapangan ?? Hayoo siapa coba ?? yang turun langsung ke Jalan, yang mau bertemu dengan masyarakatnya, yang mau mendengar aspirasi rakyatnya, yang mempunyai sikap santai tapi tegas, yang mempunyai sikap merakyat.

            Selama ini pemimpin kita hanya bisa duduk diam dibalik meja kerjanya. Dengan ruangan yg full AC, dengan pakaian dinas yang bagus serta fasilitas lainnya, kemudian mengacuhkan aspirasi rakyatnya.

            Coba kita lihat saat kepemimpinan JOKOWI ? beliau tidak sungkan-sungkan turun ke jalan dengan teriknya matahari. Bahkan dia juga mau bercengkrama kepada masyarakat hanya untuk mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakatnya. Beliau kadang juga tidak memakai pakaian dinas saat turun ke lapangan, hanya memakai pakaian biasa sama seperti rakyat, dengan ini pun beliau menunjukkan bahwa dia juga sama seperti yang lain yang hanya membedakan hanyalah Beliau seorang pemimpin.

            Kalau biasanya sering kita dengar bahwa para karyawan biasanya akan bekerja serius ketika sang atasan berada ditempat. Namun kebudayaan tersebut tidak dapat diterapkan pada masa kepemimpinan JOKOWI, semenjak kepemimpinannya beliau suka mengadakan inspeksi mendadak. Dan ini merupakan pembelajaran untuk lebih disiplin dalam bekerja. Oleh sebab itu, jika anda masih ingin malas-malasan di kantor dan hanya bekerja jika sang atasan berada ditempat, ada baiknya anda merubah sikap itu atau tidak mengundurkan diri saja, karena itu merupakan hal yang memalukan.

            Jokowi memilih Ahok sebagai wakilnya. Nampaknya pasangan dari Gubernur dan Wakil Gubernur ini membagi tugas dalam pekerjaannya. Pak Jokowi yang bertugas untuk turun langsung ke lapangan dan Pak Ahok yang memegang kendali ketika berada diKantor. Pada saat kepemimpinan mereka berdua, baru pertama kalinya rapat – rapat diperlihatkan ke rakyat dengan cara diunggah ke Youtube dengan alasan bahwa rakyat juga perlu tahu apa dan bagaimana isi rapat tanpa ada yang ditutupi. Pak Ahok ini memiliki sikap yang tegas, berani serta terbuka. sehingga kedua pasangan ini merupakan pasangan yang ideal dalam satu tim.

            Sosok kepemimpinan yang jujur dan mampu memahami rakyat inilah yang perlu dicontoh bagi pemimpin baik pemimpin di pemerintahan dan di daerah-daerah agar pembangunan itu tercipta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

            Ini memang baru awal masa jabatan, masih banyak hal yang perlu ditangani. Semoga Bapak Gubernur beserta wakilnya bisa menjalankan program-program yang akan dilaksanakan, membuktikan bahwa mereka tidak hanya bicara namun juga dilakukan dengan tindakan tanpa omong kosong.

            Beberapa hari yang lalu pada tanggal 21 juni 2013, Bapak Gubernur DKI Jakarta merayakan hari ulang tahun yang ke-52. Biasanya para pejabat merayakan pesta ulang tahun secara meriah namun berbeda dengan Gubernur Jakarta kita saat ini, seperti yang kita dengar diberita ketika beliau diwawancarai dia hanya mengatakan “Ya, gimana dong, wong saya ndeso, saya enggak pernah merayakan ulang tahun”. Mungkin diantara kita ada yang tertawa mendengar kalimat itu. Namun beliau hanya menjawab bahwa perayaan ulang tahun tidak perlu dirayakan secara meriah tetapi hanya bersyukur dengan apa yang ada saat ini.

            Setelah hari ulang tahun beliau tanggal 21 juni, keesokan harinya merupakan perayaan ulang tahun Jakarta yang ke-486. Beliau hanya mengatakan “semua masyarakat Jakarta besok merasakan kegembiraan dan Jakarta tambah maju”

            Untuk Pak Jokowi, saya berharap jangan mencalonkan diri sebagai Presiden untuk tahun depan, namun memperbaiki terlebih dahulu permasalahan di Ibu Kota Jakarta. Selamat ulang tahun untuk Pak Jokowi, semoga sehat selalu agar bisa menjalankan tugas dengan baik.

            Untuk para pemimpin maka mulailah bersikap jujur dan merakyat agar tidak terjadi pro kontra atau hal-hal negative yang merugikan fasilitas umum seperti adanya demo

 

Nama   : Tekla Shintauli Lorentina

Npm    : 27211068

Kelas   : 2EB01

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s