Lapindo

Masih ingatkah kalian dengan peristiwa yang terjadi pada tanggal 29 mei 2006, lumpur panas yang menyembur dari rekahan tanah yang terjadi di desa Renokenongo, Kecamatan Porong , Kabupaten Siduarjo, Jawa Timur.

Semburan lumpur ini belum berhasil dihentikan meskipun sudah berbagai macam cara diatasi oleh PT. Lapindo untuk mengatasi semburan lumpur tersebut tapi sayangnya selalu gagal dan dari hari ke hari volumenya semakin bertambah dan meluas ke pemukiman warga sehingga mengganggu aktivitas warga dan terjadinya kerusakan lingkungan baik pencemaran udara air dan tanah.

Yang saat ini dilakukan lapindo agar lumpur tidak menyebar luas adalah membuat tanggul disekitaran semburan lumpur tersebut. Namun lumpur yang keluar dari tanah tersebut setiap harinya semakin bertambah dan semakin meluas sehingga mereka harus menaikkan tanggul tersebut agar lumpur tidak bertambah meluas. Tentu hal ini membuat kekhawatiran sebagian masyarakat yang tinggal disekitaran tanggul dikarenakan tingginya tanggul sekitar 11 meter. Bayangkan saja kita hidup ditanah yang biasa dimana dihadapan kita ada sebuah tanggul setinggi 11 meter yang berisi lumpur Lapindo yang tidak kita tau seberapa kuat tanggul itu dibangun yang cukup untuk menampung semburan lumpur yang semakin bertambah.

Tahun 2012 yang lalu ketika liburan saya berkunjung ke Surabaya ke rumah tante saya. Ketika dia mempunyai waktu, dia mengajak saya untuk melihat lumpur Lapindo secara langsung. Iya yang selama ini saya hanya melihat berita di Televisi namun saat itu bisa saya lihat secara langsung. Rasanya sedih dan mengerikan karena begitu tinggi tanggul yang dibuat dari batas jalanan. Namun untuk naik ke atas melihat lumpur Lapindo tersebut kami harus membayar Rp 5.000/orang serta untuk masuk mobil saya lupa dikenakan berapa. Dimana mereka bilang dana tersebut digunakan untuk biaya hidup warga yang masih tinggal ditempat pengungsian. Setelah sampai diatas ada beberapa pedagang yang menjual kaset mengenai peristiwa lumpur Lapindo serta tukang foto bagi pengunjung yang ingin difoto disitu. Waktu itu posisi kami bisa melihat semburan lumpur yang masih menguap namun lumpur itu sudah mengering dan retak.

IMG-20120901-00050

IMG-20120901-00047

Sampai saat ini ganti rugi untuk warga yang rumah dan ladangnya tergenang oleh semburan lumpur tersebut masih belum bisa dituntaskan oleh Lapindo. Mereka hanya bisa memberi janji dan janji untuk penggantian rugi tersebut. Ketahuilah dibawah genangan lumpur tersebut banyak kisah banyak kehidupan yang telah mereka lakukan yang kemudian kalian hancurkan seketika dengan adanya semburan lumpur Lapindo tersebut.

“Orang yang berbuat adalah orang yang harus bertanggung jawab atas perbuatannya” Kata inilah yang harus diperhatikan oleh PT. Lapindo ! Sudah 7 tahun semburan lumpur terjadi namun penggantian rugi tak juga didapatkan oleh para korban dengan alasan ini itu. Sementara itu ada sebagian korban yang sudah menjalankan aktivitas seperti biasanya dengan berpindah tempat untuk tinggal hidup namun mereka masih akan tetap menuntut hak atas ganti rugi tersebut. Sebagian korban hidupnya luntang lantung diakibatkan oleh bencana semburan lumpur tersebut karena mereka bingung mencari pekerjaan dimana sementara sawah dan pekerjaannya telah terkubur oleh semburan lumpur tersebut.

Jadi untuk PT. Lapindo lakukanlah penggantian rugi tersebut serta atasi lumpur dan tanggul agar semuanya bisa teratasi dan aman untuk warga sekitar ! Untuk para korban lumpur Lapindo semoga diberikan ketabahan serta tidak menggangu aktivitas PT. Lapindo untuk berusaha menangani pemberhentian lumpur agar tidak menyebar luas.

Nama   : Tekla Shintauli Lorentina

Npm    : 27211068

Kelas   : 2EB01

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s