Ujian Nasional

           Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (menurut UU No. 20 tahun 2003).

            Pendidikan ini perlu untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan tidak terbelakang serta untuk memajukan bangsa. Tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang. Untuk pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia, diadakannya ujian nasional baik ditingkat SMA, SMP, dan SD.

            Siapa yang tidak kenal dengan istilah “Ujian Nasional” ? mendengar namanya saja mungkin sudah membuat stress dan ketakutan para siswa. Bagaimana mungkin ? karena mereka perlu belajar keras agar nilai kelulusan mereka bagus dan lulus dari jenjang pendidikan tersebut.

            Seperti yang telah kita lihat dari berita televisi bahwa ujian nasional ditahun 2013 ini sangat kacau dan menyedihkan. Kita juga mendengar bahwa pelaksanaan Ujian Nasional tahun ini menghabiskan uang 100 milyar dan ironinya pelaksanaan Ujian Nasional tersebut sangat mengecewakan. Ini berarti pemerintah tidak mempunyai kesiapan yang baik dalam kelancaran Ujian Nasional. Padahal sering kita lihat bahwa pelaksanaan Ujian Nasional ini dari tahun ke tahun ditentang oleh banyak kalangan. Namun pemerintah tetap bersikeras melaksanakan Ujian Nasional tersebut dikarenakan untuk pemerataan pendidikan se-Indonesia. Seharusnya dengan bersikerasnya pemerintah melaksanakan ujian nasional tersebut baik sistem pelaksanaanya, masalah pencetakan maupun masalah pendistribusian soal-soalnya harus bisa berjalan dengan baik sehingga tidak menimbulkan kekacauan dan kekisruhan dibanyak kalangan.

            Pada Tahun ini Ujian Nasional tahun 2013 ini yang pertama melaksanakannya adalah SMA(Sekolah Menengah Atas), kemudian dilanjutkan SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan yang terakhir yaitu SD (Sekolah Dasar). Sistem pelaksanaan Ujian Nasional tahun ini berbeda dengan Ujian Nasional sebelumnya. Pada Tahun Ini Ujian Nasional dilakukan dengan 20 paket, standar kelulusannya sama seperti tahun lalu yaitu 5,5 serta syarat Ujian Nasional tersebut merupakan syarat untuk masuk ke jenjang berikutnya misalnya untuk SMA merupakan syarat untuk mengikuti SNMPTN.

            Tingkat SMA (Sekolah Menengah Atas), pelaksanaan pertama untuk Ujian Nasional dilakukan pada tanggal 15 April lalu yang berlangsung cukup menyedihkan dikarenakan adanya penundaan ujian di 11 provinsi di Indonesia sehingga jadwal Ujian Nasional pun diundur yang seharusnya hari senin jadi dilaksanakan pada hari kamisnya. Provinsi yang mengalami pergeseran jadwal UN tersebut adalah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.  Penundaan itu disebabkan oleh persoalan teknis dipercetakan sehingga pengiriman naskah soal ujian pun terlambat.

            Disini panitia penyelenggara soal UN seolah-olah lepas tangan dalam hal pendistribusian soal-soalyang mengakibatkan penundaan di 11 provinsi. Hal seperti ini bisa saja mengakibatkan penurunan mental siswa dimana mereka sudah siap melaksanakan ujian dihari senin tapi karena adanya masalah tersebut, ujian dilakukan pada hari senin. Apakah Pemerintah tidak memperhatikan hal tersebut jika terjadi?? Sementara anggaran untuk Ujian Nasional tersebut bisa mengeluarkan biaya yang besar, lalu kemana biaya itu semuanya sampai-sampai hal penundaan tersebut terjadi?

            Meski adanya penundaan Ujian Nasional, Pelaksanaan UN SMA sederajat Tahun Pelajaran 2012/2013 telah mengikuti prosedur yang ditetapkan maka pelaksanaan UN tetap dikatakan sah.

            Setelah kejadian tersebut, Pemerintah SBY meminta kepada panitia penyelenggara UN untuk memperbaiki sistem teknisnya agar tidak terjadi hal demikian untuk pelaksanaan Ujian Nasional berikutnya. Namun sangat disayangkan pada saat pelaksanaan kedua untuk tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama) yang diadakan pada tanggal 22 – 25April hal-hal demikian terjadi lagi meski hanya dibeberapa daerah, seperti kekurangan amplop soal-soal ujian serta ada yang tertukar amplop-amplop tersebut pada saat pengantaran yang seharusnya paket soal tersebut untuk wilayah a tapi soal tersebut sampai di wilayah b.

            Sedangkan untuk Tingkat SD (Sekolah Dasar), pelaksanaan ketiga untuk Ujian Nasional yang diadakan pada tanggal 6 -8 Mei. Pada pelaksanaannya sudah lebih membaik daripada pelaksanaan ujian sebelumnya.

            Pelaksanaan Ujian Nasional tahun ini sangat buruk daripada tahun-tahun sebelumnya. Seandainya Ujian Nasional ini tetap dijalankan, seharusnya Pemerintah menetapkan sistem dengan melihat kondisi dilapangan. Taukah kalian?? Untuk tingkat SMA, yang sekarang ini semua siswa boleh mengikuti SNMPTN Undangan dengan mengirimkan nilai rapor untuk universitas yang dipilih, tapi sangat disayangkan hal ini bisa membuat bobrok sistem pendidikan dikarenakan “cuci rapor” yang dilakukan dibeberapa sekolah yang tidak kita ketahui. Jika pemerintah ingin menetapkan pendidikan yang jujur, lakukan dulu pemeriksaan terhadap para calon PNS yang menjadi guru, pilihlah yang jujur. Semua berawal dari kejujuran untuk menghasilkan yang baik. Sekian dan terima kasih.

Nama   : Tekla Shintauli Lorentina

Npm    : 27211068

Kelas   : 2EB01

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s