WAJAH HUKUM DI INDONESIA

Nama              : Tekla Shintauli Lorentina

Npm / kelas    : 27211068 / 2EB01

Tugas 1 Aspek Hukum Dalam Ekonomi

WAJAH HUKUM DI INDONESIA

            Pengertian hukum menurut saya yaitu suatu peraturan yang berlaku dimasyarakat dan dibuat oleh lembaga berwenang memiliki sifat memaksa dan akan diberikan sanksi jika melanggarnya. Hukum dibuat sebagai pedoman dalam bertindak. Hukum ditujukan untuk mendapatkan keadilan, menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat serta mendapatkan kemanfaatan atas di bentuknya hukum tersebut.

            Nah sebenarnya apa landasan hukum di Indonesia? Seperti yang sudah kita ketahui Pancasila dan UUD’45 merupakan landasan hukum di Indonesia.  Landasan hukum di Indonesia tertera dalam UU No. 10 Tahun 2004 Pasal 2 yang berbunyi “Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum Negara”. Coba anda fikirkan apa benar hukum kita sekarang berlandaskan pancasila? sesuai yang kita tahu bahkan kita hafal pancasila sebagai sebuah deklrasi dari kebebasan bangsa Indonesia dan menjadi sebuah acuan dari pembentukan Negara ini. Namun sangat disayangkan para petinggi negara ada yang tidak hapal dengan isi kelima pancasila, jadi mereka menjalankan Pemerintahan berlandaskan apa ? Saya rasa hukum kita sekarang ini sudah tidak lagi berlandaskan pancasila melainkan berlandaskan uang. Hal tersebut jauh berbeda dari yang diharapkan.

            Seperti para pembaca ketahui, bisa kita lihat bagaimana keadaan hukum di Indonesia. Ya, tentu saja saat ini hukum di Indonesia sangat memprihatinkan. Mengapa begitu ? Karena orang yang berkuasa adalah orang – orang yang kuat sehingga mereka bisa menjadi pemenang dalam suatu kasus. Hukum bisa dibeli oleh mereka-mereka yang mempunyai uang banyak. Misalnya saja orang kuat vs orang lemah, seandainya orang yang lemah benar seharusnya dia adalah pemenang tapi karena orang yang kuat memiliki segala sesuatunya dia bisa menjadi pemenang dalam kasus tersebut sehingga orang yang seharusnya benar malah dia yang mendapat hukuman. Kira-kira seperti itulah keadaan wajah hukum di Indonesia.

            Dari kasus kecil tersebut saja sudah bisa kita simpulkan bahwa ketidakadilan hukum diperlihatkan dipublik padahal yang kita ketahui Indonesia adalah negara hukum namun saat ini kalimat tersebut hanyalah fiktif  belaka saja. Hal ini membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap hukum yang berlaku dan kepada para aparat penegak hukum karena mereka bukan membela yang benar melainkan mementingkan kepentingan pribadi.

Berikut ini merupakan contoh nyata dari ketidakadilan dalam penegakan hukum

            Yang sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, contoh kecilnya ketika sedang ada razia kendaraan meliputi razia STNK, Helm, Forbiden dan sebagainya yang mana hal-hal tersebut sebenarnya sudah diatur dalam UUD ’45 dan terdapat sanksi jika melanggarnya namun hanya karena uang semua bisa beres seketika tanpa harus ikut sidang ataupun mengikuti sanksi yang seharusnya, hal tersebut merupakan penyimpangan dalam penegakan hukum. Nah kesalahan ini merupakan kesalah siapa ? Kesalahan ini merupakan kurangnya kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam penegakan hukum, selain itu aparat penegak hukum disini juga salah karena tidak bersikap tegas terhadap pelanggarnya.

            Selain itu terdapat juga kisah yang tidak asing lagi ditelinga kita yaitu kisah sepasang sandal jepit. Sepasang sandal jepit milik seorang BRIPTU yang dicuri siswa SMK berusia 15 tahun. Akibat pencuriannya siswa itu mendapat hukuman selama 5 tahun. Coba kita bayangkan hanya karena mencuri sandal jepit siswa itu mendapat hukuman 5 tahun, bukankah hal itu tidak adil? Sekarang kita bandingkan dengan para pejabat-pejabat tinggi yang mengkorupsi uang rakyat sampai miliyaran bahkan triliunan saja hanya mendapat hukuman ringan yang spesial dengan segala fasilitas yang diberikan. Rakyat kecil yang hanya mencuri sandal jepit yang harganya sekitar Rp. 10.000 dikenakan ancaman hukuman selama 5 tahun, sungguh ironis memang negeri kita tercinta ini, seharusnya hukum bisa menjadi sebuah sandaran bagi rakyat kecil tapi sebaliknya hukum malah mencekik rakyat kecil.

            Dari contoh tersebut saja Hukum saat ini sangat memprihatinkan karena segala sesuatunya dinilai dengan uang bukan kebenaran. Pemerintah harus bisa memperbaiki masalah KKN dan sebagainya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

            Apa saja sih yang menyebabkan hal-hal tersebut bisa terjadi? Hal tersebut berawal dari masing-masing pribadi yang tidak pernah puas akan sesuatu sehingga mereka pun tidak bisa membedakan mana yang sebenarnya harus dibela dan yang tidak boleh dibela. Hanya sebagian kecil para penegak hukum yang mengikuti tata aturan yang berlaku. Dalam hal ini, pemerintah seharusnya membenahi sistem pemerintahannya atau bertindak lebih tegas lagi dalam penegakan hukum. Ada beberapa faktor yang menyebabkan retaknya sistem hukum di Indonesia, yaitu:

  • Lemahnya perlindungan hukum terhadap masyarakat
  • Sistem peradilan yang dipandang kurang independen
  • Kurangnya konsistensi dalam penegakan hukum
  • Rendahnya kontrol terhadap penegakan hukum

            Hal-Hal diatas yang menyebabkan keretakan hukum di Indonesia harus bisa diperbaiki oleh pemerintah. Permasalahan hukum ini harus ditindak lanjuti karena kalau tidak maka akan hancurlah sebuah negeri jika tidak memiliki system hokum yang bisa diandalkan. Inilah yang seharusnya menggugah pemerintah untuk segera bertindak membenahi kekacauan ini, karena keadaannya sudah demikian parah. Apabila sistem hukum di Indonesia tetap memegang teguh pada pancasila maka penegakan hukum yang diharapkan masyarakat bisa dilaksanakan dengan baik.

One thought on “WAJAH HUKUM DI INDONESIA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s