To my Dear r.x.

          Awal pertemuan itu perasaan itu timbul, kita bangun dan berjalan terus meski ada perbedaan yang menghalang. Mulai dari yang bahagia, sedih hingga sakit pun kita rasakan sama-sama, kita perjuangin semampu kita. Dan cinta itu tumbuh karena terbiasa. Semua berjalan dengan seiringnya waktu dan kita terus hadapi problematika yang datang.

         Hingga suatu hari kata perpisahan pun terucap oleh bibir manismu yang membuat semuanya tak kembali sedia kala. Perpisahan yang disebabkan oleh alasan yang menurutku tak logis. Seharusnya aku ada disaat saat masa sulitmu saat ini tapi sayangnya aku ga bisa menemanimu karena aku telah rapuh sejak perpisahan itu. Bahkan disini aku harus berjuang untuk jalan sendiri tanpa mu disisi. Maafkan aku karna aku ga bisa jadi seperti yang kamu mau. Terima kasih kau telah mengajarkan aku banyak hal, ternyata begitulah cinta kadang manis dan kadang pahit. Cinta butuh pengorbanan, mengorbankan perasaan sendiri agar dia bahagia.

         Kadang aku berfikir, aku ini begitu jahat padamu, memarahimu tidak jelas, tak mau membalas pesanmu dan sebagainya. Maaf…

         Kadang aku masih belum bisa terima kenyataan ini, tapi aku tau ini yang terbaik. Aku ga akan pernah maksa untuk semuanya kembali. Tapi aku akan belajar ikhlas dan merelakannya. Aku akan belajar untuk lebih dewasa dalam menyikapinya.

Judika – Bukan Dia tapi Aku

Berulang kali kau menyakiti
Berulang kali kau khianati
Sakit ini coba pahami
Ku punya hati bukan tuk disakiti

* ku akui sungguh beratnya
Meninggalkanmu yang dulu pernah ada
Namun harus aku lakukan 
Karena ku tahu ini yang terbaik

Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya

Repeat *

Reff:
Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya

Cintaku lebih besar dari cintanya
Mestinya kau sadar itu
Bukan dia, bukan dia, tapi aku

Begitu beratkah ini
Hingga ku harus mengalah

Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya

(cintaku) cintaku 
(lebih besar dari benciku) lebih besar dari benciku
Cukup aku yang rasakan
(jangan dia) jangan dia 
(jangan dia) jangan dia cukup aku

(jangan dia jangan dia) cukup aku
(jangan dia)

          Hingga saat ini pun aku belum mampu menghentikan air mata ini tapi aku akan lakukan untukmu. Kita coba jalan masing-masing dahulu tanpa saling tau kabar. Smoga kita bisa bertemu dilain waktu dengan keadaan yang berbeda.
Aku menyayangimu, jaga dirimu baik-baik🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s