Banjir…

            Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan.

            Lagi-lagi Jakarta kebanjiran…

            Kenapa sih Jakarta kebanjiran ? seperti yang sudah saya bahas di tulisan saya yang berjudul “problematika kehidupan Jakarta” disebabkan diantaranya :

 

  1. Sampah, sampai saat ini banyak masyarakat yang menghiraukan “Buanglah sampah pada tempatnya” sehingga banyak sampah yang menumpuk diberbagai titik bahkan ada masyarakat yang membuang sampah ke sungai dan tempat pengaliran air lainnya sehingga terjadi penumpukan sampah dan membuat pengaliran air terhambat
  2. Ternyata kota besar Jakarta memiliki ukuran parit yang kecil sekitar 60 cm dibeberapa wilayah sehingga ketika hujan langsung tidak dapat menampung air yang begitu banyak
  3. Kurangnya kemampuan memanajemen air yang ada

            Sepertinya banjir dijakarta sudah sering terjadi dan tidak ditemukan juga solusi untuk mengatasi hal tersebut. Sebenarnya hal ini bukan tugas Pemerintah ataupun PemProv DKI Jakarta saja tapi masyarakat juga harus ikut ambil andil dalam kebijakan yang ada. Coba anda pikirkan bagaimana mungkin kebijakan yang ada sudah dilakukan tapi masyarakat menghiraukannya tentu saja kebijakan tersebut tidak akan berjalan dan akan tetap terus banjir. Masyarakat hanya menuntut ini itu kepada pihak Pemerintah untuk segera mengatasi banjir sementara kesadaran dari masyarakat sendiri saja ukurannya kecil. Contoh hal kecil saja sampah. Sebenarnya kalau masyarakat bisa menghargai lingkungan dan buang sampah pada tempatnya, tidak buang ke sungai dan sebagainya, hal tersebut sudah berpengaruh sedikit untuk kelangsungan hidup setidaknya air yang ada bisa mengalir bagus. PemProv DKI juga harus berfikir mengenai pengolahan sampah karena sampah di Jakarta ini cukup banyak. Selain dari itu memang harus dibuat kebijakan baru oleh Pemerintah untuk mengatasinya.

            Jakarta yang terkenal dengan Ibu Kota Indonesia hanya memiliki sedikit lahan hijau. Bisa kita lihat begitu banyak gedung-gedung dibangun, tempat pemukiman yang baru dan sebagainya. Dimana fungsi lahan hijau tersebut bisa membantu mengurangi kebanjiran. Seharusnya Pemerintah bisa menerapkan kebijakan tegas untuk menanam kembali penghijauan bukan gedung atau fasilitas mewah lagi yang ditambah.

            Sebenarnya sudah telat juga saya menceritakan soal ini namun lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

            Sekitar tanggal 21 januari 2013 yang lalu saya bersama teman-teman PMKAJ Unit Selatan mengantarkan bahan-bahan makanan untuk para pengungsi serta menjadi relawan di daerah kampung melayu dan sekitarnya. Syukurnya banjir disana sudah surut dan masyarakat disana banyak yang mulai membersihkan rumah dan ada juga yang masih tinggal ditempat pengungsian. Mirisnya ketika kami sampai disana banyak tenda-tenda para relawan yang sudah ditutup. Yang tinggal hanya beberapa tenda sementara pengungsi masih banyak. Namun pasokan makanan ditempat itu hanya tinggal tenda KOPASUS saja yang masih tersedia. Kami mengelilingi daerah tersebut, begitu banyak aktivitas yang dilakukan masyarakat, mulai yang membersihkan rumah ataupun tempat mereka berjualan (seperti ruko) karena lumpur yang begitu banyak serta banyaknya sampah yang menumpuk didaerah tersebut sepanjang jalan. Bahkan mereka disana kekurangan air bersih sehingga disediakan tempat air bersih. Ditempat tersebut pasokan untuk makanan sudah lumayan banyak tapi disana mereka kekurangan obat-obatan dan sebagainya seperti tertera pada gambar berikut…

 

 

Image

             Karena kami juga bingung mau melakukan kegiatan apa lagi karena banjir sudah surut. Kami kembali berjalan ke depan. Kami datang keposko / tenda darurat KOPASUS tersebut, kami menawarkan diri apakah ada yang masih bisa kami bantu. Mereka dengan senang hati menyambut kami karena sudah 4 hari 4 malam mereka berjaga dan bekerja untuk membuat makanan para pengungsi . Daripada pulang dengan tangan kosong tanpa cerita. Ditenda itu kami putuskan untuk membantu masak dan membuat makanan untuk para pengungsi. Kami memasak dari siang hingga sore hari karena semua pengungsi datangnya hanya ke posko KOPASUS tersebut dimana hanya tinggal posko itu yang masih berjaga.

            Ada senang dan ada lelahnya juga. Senangnya kita bisa membantu mereka menyiapkan makanan untuk para pengungsi. Bahkan hanya dengan makanan tersebut mereka bisa bahagia.

            Sekian dari cerita kecil saya ketika menjadi relawan. Semoga masyarakat Jakarta lebih menyayangi dan peduli terhadap lingkungan dan banjir di Jakarta bisa diatasi…

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s