PROBLEMATIKA KEHIDUPAN JAKARTA

            Problematika ? apa sih yang dimaksud problematika ? problematika berasal dari kata bahasa Inggris “problem” artinya, soal, masalah atau teka-teki. Juga berarti problematik , yaitu ketidak tentuan. Problematika kehidupan yaitu masalah – masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari.

           Begitu banyak masalah – masalah yang timbul di Jakarta yang tak kunjung usai, mulai dari penduduk yang bertambah padat dan  yang sering juga kita dengar di berita-berita televisi mulai dari macet, sampah, banjir dan akhir – akhir ini penggusuran.

           Pertama, MACET ? apakah persoalan soal macet bisa diatasi ? masalah kemacetan sampai saat ini belum bisa teratasi karena kemacetan dijakarta bertambah parah. Setiap orang berlomba-lomba memiliki kendaraan terbaru bahkan ada yang satu keluarga memiliki kendaraan roda empat (mobil) bisa lebih dari dua, hal ini yang memperparah kondisi kemacetan.  Berita akhir – akhir ini yang kita dengar adalah penerapan ganjil genap, kalau menurut saya hal tersebut tidak efektif karena bisa saja satu keluarga membeli mobil baru dengan plat ganjil ataupun genap. Jika ada penambahan jalan tol lagi mungkin masyarakat akan membeli kendaraan baru lagi. Saya sendiri juga bingung, kenapa masalah kemacetan tak kunjung usai…

           Kedua,  berita yang baru – baru ini kita dengar adalah penggusuran pedagang kaki lima oleh PT. KAI, kebetulan tempat penggusuran tersebut berada disamping kampus saya, sebenarnya antara setuju dan tidak setuju mengenai penggusuran tersebut. Kalau setuju itu alasannya supaya terjaga keamanan penumpang saat menunggu distasiun sehingga tak terjadi kecopetan, tidak ada pengamen dan stasiun tidak sempit atau penuh dengan para pedagang. Kalau tidak setujunya, kalau emang mau di gusur setidaknya pemerintah menyediakan mereka lahan untuk berdagang bukan digusur secara paksa, kalau mereka digusur dan tak ada lahan, ya sudahlah penggangguran dan tindak kriminal pun akan bertambah dimana-mana sehingga keamanan pun tak tercipta, selain itu distasiun pocin (pondok cina) yang heboh-hebohnya karena ada anak UI yang berdemo, sebenarnya sih ruginya kena di mahasiswa karena di pocin ada terdapat beberapa kios yang mana kios itu menjual buku-buku yang dibutuhkan mahasiswa dengan harga yang terjangkau dibanding membeli digramedia atau toko buku lainnya yang harganya bisa 2x lipat.

           Ketiga, SAMPAH… sepertinya himbauan “Buanglah sampah pada tempatnya” sudah dihiraukan, karena faktanya banyak masyarakat yang masih saja membuang sampah ke sungai dan ke tempat saluran pembuangan air lainnya yang membuat sampah menumpuk. Selain itu beberapa wilayah menjadi tempat penumpukan sampah karena saking tidak tertampungnya sampah-sampah dan tak ada pengelolaan lebih lanjut mengenai sampah.

“seandainya ada orang yang mencetuskan ide membuat suatu pabrik dimana pabrik tersebut hanya khusus untuk mengelola sampah sehingga dapat mengurangi penumpukan sampah dimana-mana, dan sampah tersebut bisa berguna menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat”

           Keempat, Banjir… iyap, darimana ya asalnya banjir tersebut ? banjir yang terjadi dijakarta biasanya dari tahun ke tahun adalah meluapnya air sungai, kenapa bisa gitu ya ? karena masyarakat banyak buang sampah ke sungai yang membuat pengalirannya terhambat yang disebabkan oleh banyaknya sampah yang menumpuk. ketika hujan deras terjadi dimana pengaliran tersebut tidak lancar membuat air sungai tersebut meluap. Selain itu juga disebabkan oleh ukuran parit yang tidak sesuai seperti saat adanya pembangunan jalan atau pelebaran jalan, hal mengenai ukuran parit atau pengaliran air tidak mempunyai takaran yang pas sehingga tidak dapat menampung air yang banyak. Kemudian disebabkan oleh banjir kiriman dari bogor. Selain itu kurangnya kemampuan untuk memanajemen air yang ada.

            Nah bagaimana kita harus mengatasi berbagai problematika tersebut ? Hal ini bukan hanya tugas gubernur Jakarta saja tapi kerja sama seluruh lapisan masyarakat agar semua program yang ada bisa dijalankan dengan baik. Lakukan segala aktivitas yang memang selayaknya, seperti buang sampah pada tempatnya untuk menjaga lingkungan dan sebagainya. Peraturan ada untuk ditaati bukan untuk dilanggar….

Semoga Jakarta ke depannya bisa lebih baik lagi…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s