Ujian

       Wah sepertinya kampus saya berbeda dengan kampus lain, yang lain sudah masuk semester yang baru sedangkan kampus saya baru mulai ujian akhir semester. Doain saya ya para pembaca biar dapat nilai IP diatas 3,7 hahaha. Agak miris juga karena UTS kemarin nilainya kurang memuaskan rendah banget ada dapat 55 lagi. Hoho nilai apa ituu -,-“. Tapi UAS dan Ujian Utamanya harus dapat A kali ini. Semangaaaatttt !!!

       Buat kamu yang disana tetap semangat ya. Semua masalah pasti ada jalan keluar kok. Sampai tulisan tentang mu yang akan ku akhiri malam ini sekali lagi aku katakan “Aku merindukan mu dan aku menyayangimu, smoga kita bisa dapatin kebahagiaan yang lain meski kita tak akan bersama”. Maap semuanya harus aku kubur secara perlahan, aku akan belajar untuk menetralisir perasaanku untukmu.

       Aku belajar ikhlas, dan semua ini menjadi bahan pendewasaan diriku dan pembelajaran di masa depan. Kuserahkan semuanya ke dalam tangan-Mu Bapa. Badai pasti berlalu dan akan indah pada waktunya. good nite semuaaaaa

Image

Advertisements

To my Dear r.x.

          Awal pertemuan itu perasaan itu timbul, kita bangun dan berjalan terus meski ada perbedaan yang menghalang. Mulai dari yang bahagia, sedih hingga sakit pun kita rasakan sama-sama, kita perjuangin semampu kita. Dan cinta itu tumbuh karena terbiasa. Semua berjalan dengan seiringnya waktu dan kita terus hadapi problematika yang datang.

         Hingga suatu hari kata perpisahan pun terucap oleh bibir manismu yang membuat semuanya tak kembali sedia kala. Perpisahan yang disebabkan oleh alasan yang menurutku tak logis. Seharusnya aku ada disaat saat masa sulitmu saat ini tapi sayangnya aku ga bisa menemanimu karena aku telah rapuh sejak perpisahan itu. Bahkan disini aku harus berjuang untuk jalan sendiri tanpa mu disisi. Maafkan aku karna aku ga bisa jadi seperti yang kamu mau. Terima kasih kau telah mengajarkan aku banyak hal, ternyata begitulah cinta kadang manis dan kadang pahit. Cinta butuh pengorbanan, mengorbankan perasaan sendiri agar dia bahagia.

         Kadang aku berfikir, aku ini begitu jahat padamu, memarahimu tidak jelas, tak mau membalas pesanmu dan sebagainya. Maaf…

         Kadang aku masih belum bisa terima kenyataan ini, tapi aku tau ini yang terbaik. Aku ga akan pernah maksa untuk semuanya kembali. Tapi aku akan belajar ikhlas dan merelakannya. Aku akan belajar untuk lebih dewasa dalam menyikapinya.

Judika – Bukan Dia tapi Aku

Berulang kali kau menyakiti
Berulang kali kau khianati
Sakit ini coba pahami
Ku punya hati bukan tuk disakiti

* ku akui sungguh beratnya
Meninggalkanmu yang dulu pernah ada
Namun harus aku lakukan 
Karena ku tahu ini yang terbaik

Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya

Repeat *

Reff:
Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya

Cintaku lebih besar dari cintanya
Mestinya kau sadar itu
Bukan dia, bukan dia, tapi aku

Begitu beratkah ini
Hingga ku harus mengalah

Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya

(cintaku) cintaku 
(lebih besar dari benciku) lebih besar dari benciku
Cukup aku yang rasakan
(jangan dia) jangan dia 
(jangan dia) jangan dia cukup aku

(jangan dia jangan dia) cukup aku
(jangan dia)

          Hingga saat ini pun aku belum mampu menghentikan air mata ini tapi aku akan lakukan untukmu. Kita coba jalan masing-masing dahulu tanpa saling tau kabar. Smoga kita bisa bertemu dilain waktu dengan keadaan yang berbeda.
Aku menyayangimu, jaga dirimu baik-baik 🙂

Pentingkah Berorganisasi ?

            Apa itu organisasi ? Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Dimana dengan berorganisasi kita bisa mendapatkan ilmu yang tidak bisa kita dapatkan didalam kelas ataupun didalam perkuliahan.

           Pentingkah berorganisasi ? Menurut saya berorganisasi itu hal yang penting karena banyak pelajaran berharga yang bisa kita jadikan pengalaman.

           Pertama, organisasi merupakan wadah untuk berinteraksi dengan orang lain. Dimana kita bisa menambah teman, bekerja sama dalam satu tim untuk mencapai tujuan tertentu serta bisa membentuk kita menjadi seorang pemimpin.

           Kedua, organisasi bisa melatih kepribadian kita. Kenapa saya bilang begitu ? banyak orang yang tidak mau ikut berorganisasi karena takut mengganggu waktu belajar, tidak bisa mengatur waktu dengan baik dan alasan lainnya. Sebenarnya ketika kita berorganisasi kita bisa melihat bagaimana kepribadian kita sebenarnya ketika diajak bekerja sama satu tim, dimana letak kelemahan kita, menerima kritik dan saran dari orang lain agar menjadi lebih baik. Mengatur waktu itu memang menjadi persoalan sebagian orang sehingga tidak mau ikut berorganisasi. Namun perlu kalian ketahui, “orang yang sukses adalah orang yang bisa mengikuti 2 atau lebih kegiatan dalam satu hari tanpa mengorbankan yang lain” hal ini pernah saya lihat didalam sebuah film yang saya lupa judulnya. Sampai saat ini saya memang belum begitu gesit dalam mengatur waktu hingga saya juga penasaran bagaimana mengatur waktu agar tidak mengorbankan ativitas yang lain. Namun dengan menggabungkan aktivitas yang lain seperti berorganisasi ini saya mulai bisa mengatur waktu yang baik dimana letak titik lemah saya dalam mengatur waktu sudah saya ketahui. Awalnya memang gagal sehingga mengorbankan yang lain tapi lama kelamaan dengan rasa penasaran bahwa saya harus bisa mengikuti organisasi tersebut tanpa mengorbakan waktu belajar sebagai mahasiswi bisa saya jalankan dengan baik.

           Ketiga, organisasi sebagai wadah dalam mengasah jiwa kepemimpinan kita. Dimana setiap organisasi pasti mengadakan sebuah kegitan nah didalam kegiatan tersebut ada yang namanya pemimpin dan bawahan. Setiap bagian tersebut mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing yang berbeda. Dengan tugas tersebut kita bisa belajar untuk bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan kepada kita serta kita juga harus bekerja sama dalam satu tim untuk mencapai tujuan tersebut. Karena pemimpin yang baik merupakan pemimpin yang bertanggung jawab.

           Organisasi adalah tempat belajar sebagai bekal untuk dunia kerja nantinya. Langkah awal agar kita bisa memahami bekerja sama dalam satu tim. Namun ingat utamakanlah yang paling utama. Mengikuti organisasi tanpa harus mengorbankan yang utama.

Aktivitas organisasi selama masa perkuliahan

  1. Tingkat 1, semester 1 pasif.
  2. Tingkat 1, semsester 2 mengikuti organisasi FKK-UG (Forum Komunikasi Kelas-Universitas Gunadarma) dinaungi oleh BEM, pernah menjadi panitia untuk seminar dibagian urusan registrasi
  3. Tingkat 2, semester 1 mengikuti organisasi FKK-UG pernah menjadi panitia disebuah seminar dibagian divisi konsumsi. Selain itu menjadi panitia Natal di UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Rohani – KMK UG (Keluarga Mahasiswa Katolik Univ. Gunadarma) sebagai bendahara serta aktivitas diluar kampus, sedang menjalani sebagai Panitia Napak Tilas di PMKAJ US sebagai divisi konsumsi.

Banjir…

            Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan.

            Lagi-lagi Jakarta kebanjiran…

            Kenapa sih Jakarta kebanjiran ? seperti yang sudah saya bahas di tulisan saya yang berjudul “problematika kehidupan Jakarta” disebabkan diantaranya :

 

  1. Sampah, sampai saat ini banyak masyarakat yang menghiraukan “Buanglah sampah pada tempatnya” sehingga banyak sampah yang menumpuk diberbagai titik bahkan ada masyarakat yang membuang sampah ke sungai dan tempat pengaliran air lainnya sehingga terjadi penumpukan sampah dan membuat pengaliran air terhambat
  2. Ternyata kota besar Jakarta memiliki ukuran parit yang kecil sekitar 60 cm dibeberapa wilayah sehingga ketika hujan langsung tidak dapat menampung air yang begitu banyak
  3. Kurangnya kemampuan memanajemen air yang ada

            Sepertinya banjir dijakarta sudah sering terjadi dan tidak ditemukan juga solusi untuk mengatasi hal tersebut. Sebenarnya hal ini bukan tugas Pemerintah ataupun PemProv DKI Jakarta saja tapi masyarakat juga harus ikut ambil andil dalam kebijakan yang ada. Coba anda pikirkan bagaimana mungkin kebijakan yang ada sudah dilakukan tapi masyarakat menghiraukannya tentu saja kebijakan tersebut tidak akan berjalan dan akan tetap terus banjir. Masyarakat hanya menuntut ini itu kepada pihak Pemerintah untuk segera mengatasi banjir sementara kesadaran dari masyarakat sendiri saja ukurannya kecil. Contoh hal kecil saja sampah. Sebenarnya kalau masyarakat bisa menghargai lingkungan dan buang sampah pada tempatnya, tidak buang ke sungai dan sebagainya, hal tersebut sudah berpengaruh sedikit untuk kelangsungan hidup setidaknya air yang ada bisa mengalir bagus. PemProv DKI juga harus berfikir mengenai pengolahan sampah karena sampah di Jakarta ini cukup banyak. Selain dari itu memang harus dibuat kebijakan baru oleh Pemerintah untuk mengatasinya.

            Jakarta yang terkenal dengan Ibu Kota Indonesia hanya memiliki sedikit lahan hijau. Bisa kita lihat begitu banyak gedung-gedung dibangun, tempat pemukiman yang baru dan sebagainya. Dimana fungsi lahan hijau tersebut bisa membantu mengurangi kebanjiran. Seharusnya Pemerintah bisa menerapkan kebijakan tegas untuk menanam kembali penghijauan bukan gedung atau fasilitas mewah lagi yang ditambah.

            Sebenarnya sudah telat juga saya menceritakan soal ini namun lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

            Sekitar tanggal 21 januari 2013 yang lalu saya bersama teman-teman PMKAJ Unit Selatan mengantarkan bahan-bahan makanan untuk para pengungsi serta menjadi relawan di daerah kampung melayu dan sekitarnya. Syukurnya banjir disana sudah surut dan masyarakat disana banyak yang mulai membersihkan rumah dan ada juga yang masih tinggal ditempat pengungsian. Mirisnya ketika kami sampai disana banyak tenda-tenda para relawan yang sudah ditutup. Yang tinggal hanya beberapa tenda sementara pengungsi masih banyak. Namun pasokan makanan ditempat itu hanya tinggal tenda KOPASUS saja yang masih tersedia. Kami mengelilingi daerah tersebut, begitu banyak aktivitas yang dilakukan masyarakat, mulai yang membersihkan rumah ataupun tempat mereka berjualan (seperti ruko) karena lumpur yang begitu banyak serta banyaknya sampah yang menumpuk didaerah tersebut sepanjang jalan. Bahkan mereka disana kekurangan air bersih sehingga disediakan tempat air bersih. Ditempat tersebut pasokan untuk makanan sudah lumayan banyak tapi disana mereka kekurangan obat-obatan dan sebagainya seperti tertera pada gambar berikut…

 

 

Image

             Karena kami juga bingung mau melakukan kegiatan apa lagi karena banjir sudah surut. Kami kembali berjalan ke depan. Kami datang keposko / tenda darurat KOPASUS tersebut, kami menawarkan diri apakah ada yang masih bisa kami bantu. Mereka dengan senang hati menyambut kami karena sudah 4 hari 4 malam mereka berjaga dan bekerja untuk membuat makanan para pengungsi . Daripada pulang dengan tangan kosong tanpa cerita. Ditenda itu kami putuskan untuk membantu masak dan membuat makanan untuk para pengungsi. Kami memasak dari siang hingga sore hari karena semua pengungsi datangnya hanya ke posko KOPASUS tersebut dimana hanya tinggal posko itu yang masih berjaga.

            Ada senang dan ada lelahnya juga. Senangnya kita bisa membantu mereka menyiapkan makanan untuk para pengungsi. Bahkan hanya dengan makanan tersebut mereka bisa bahagia.

            Sekian dari cerita kecil saya ketika menjadi relawan. Semoga masyarakat Jakarta lebih menyayangi dan peduli terhadap lingkungan dan banjir di Jakarta bisa diatasi…

Image

Yang ada disekeliling kita…

            Apa? Apa saja yang terjadi disekeliling kita? Apakah kita sadar akan hal yang terjadi semua itu? Jawabannya tidak semua orang.

            Hidup adalah sebuah pilihan untuk kita jalani. Beraneka ragam setiap kehidupan orang-orang yang berada disekeliling kita mulai dari orang-orang yang kurang beruntung dan yang beruntung. Sepertinya kita semua juga tidak asing dengan pemandangan yang ada disekeliling kita baik yang kita lihat secara langsung maupun lewat media sosial seperti televisi diantaranya kehidupan orang-orang yang kurang beruntung.

            Kehidupan ini begitu keras dan masalahnya yaitu tergantung bagaimana kita menyikapi semua yang terjadi. Hampir setiap hari saya sering melihat pengemis mulai dari anak kecil hingga nenek-nenek. Pasti dihati saudara-saudara sekalian ada rasa iba ataupun rasa acuh tak acuh dengan mereka.

            Terkadang saya sendiri pun berpikiran seperti itu. Terkadang saya melihat iba dengan kondisi mereka yang tidak mempunyai kondisi tubuh yang normal sehingga hidupnya hanya menunggu belas kasihan dari orang-orang sekitarnya namun kadang saya meresa kesal karena diantara mereka yang memiliki anggota tubuh yang normal hanya menunggu belas kasihan dari orang sekitarnya tetapi ketika diberi walaupun sedikit yang ada malah marah-marah bukan berterima kasih karena hanya diberi sedikit. Mungkin hal seperti itu para pembaca sekalian juga pernah merasakannya. Disini saya akan memberikan sedikit cerita.

            Sekitar tanggal 24 desember 2012 yang lalu, kebetulan saya sebagai panitia natal di UKM rohani – KMK UG. Disini selain merayakan natal kami juga mengadakan aksi sosial yaitu memberi makanan kepada yang kurang mampu. Sekitar tanggal 24 desember 2012 yang lalu kami panitia mengadakan survey sepanjang jalan untuk mengetahui wilayah-wilayah mana saja yang akan kami kunjungi. Kita menelusuri dari wilayah Depok – Jakarta. Terus apa yang kami dapati ?

            Hari itu bermanfaat dan memberi semangat kami agar kami bisa mencari dana walaupun memberi sedikit tapi berarti untuk orang banyak. Sepanjang jalan begitu banyak orang yang hidupnya kurang beruntung daripada kita yang masih punya rumah yang layak, makanan yang enak, kedua orang tua yang baik, bisa mengikuti jenjang pendidikan dan sebagainya.

            Waktu itu ada sebuah tempat persinggahan kami sebentar kira-kira di wilayah senen pinggir rel kereta api. Disana kami hanya mendapati beberapa anak kecil saja, kemudian kami berjalan menuju tempat perkumpulan mereka. Sepanjang perjalanan, ada seorang anak kecil yang entah kenapa dekat dengan saya. Saya mulai ajukan pertanyaan-pertanyaan kecil untuknya. Inti dari pembicaraan kami, “Dia tidak pernah menyesal dengan hidup yang ada seperti ini, bahkan dia punya cita-cita ingin menjadi seorang dokter”. Kebetulan anak kecil itu cukup pintar saya lihat ketika saya mengajak bermain hitung-hitungan. Dia bilang bahwa ditempat mereka ada didirikan sekolah gratis untuk anak jalanan dan nilai raport dia bagus-bagus sekitar 80-90 nilainya. Ketika sampai ditempat mereka, kita hanya berkeliling sebentar melihat aktivitas mereka disana.  Anak kecil tersebut juga bilang bahwa ‘sebagian teman-teman kami ada yang sedang berjualan jadi tidak ada disini’. Waktu itu sedang pada suasana siang hari yang begitu teriknya. Hati saya sempat tersentuh karena sebegitu teriknya matahari, mereka yang masih kecil tetap mencari uang hanya untuk makan.

            Apa yang bisa kalian simpulkan dari cerita kecil diatas ? Intinya adalah bahwa kita harus tetap bersyukur dengan hidup kita yang sekarang karena masih ada orang yang hidupnya kurang beruntung daripada kita.

            Nah tanggal 13 januari 2013, tepat hari kami mengadakan aksi sosial tersebut. Saya dan teman-teman saya mendapat jalur Depok – Jakarta Kota. Sepanjang perjalanan kita memberikan nasi kepada kaum papa. Ketika saya memberikan nasi-nasi tersebut begitu banyak cerita sepanjang perjalanan. Ada yang mengucapkan terima kasih dan ada juga yang tidak mengucapkan terima kasih. Tapi kebanyakan mengucapkan terima kasih bahkan ada yang mendoakan karena begitu senangnya mendapat sebungkus makanan tersebut. Ada juga yang saya dapati, mungkin mereka ga punya uang sehingga memakan sisa-sisa makanan dari tempat sampah dan memakannya dengan lahap.

            Saya hanya ingin memberikan sebuah semangat untuk para pembaca…

            Lihat diluar sana masih banyak orang yang kurang daripada kita, masih banyak persoalan hidup lebih dari yang kita hadapi selama ini. Jangan menghamburkan uangmu untuk hal yang tidak berguna.

            Lihat mereka yang tidak bisa duduk dibangku pendidikan bahkan mempunyai cita-cita yang tinggi, sedangkan kita ? pasti ada diantara pembaca yang hanya menghamburkan uang, belajar yang tidak serius ataupun terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak baik dan sebagainya. Mulai sekarang ubahlah pola pikir anda sekalian.Gunakan waktumu sebaik mungkin untuk melakukan hal yang terbaik semampu mu karena waktu tidak dapat diputar ulang kembali…  

            Life must go on 🙂

ini adalah sedikit foto kami ketika membagikan makanan disalah satu tempat.Image

Bagaimana mengatur waktu yang baik ?

            Hai guys disini bakal dibahas bagaimana sih mengatur waktu yang baik. Sebenarnya banyak orang yang bingung dan kesulitan untuk mengatur waktu dengan berbagai aktivitas yang padat. Seperti yang kita ketahui “Time is Money”…

            Sebelum lebih jauh, kita harus mengerti apa arti dari waktu. Dalam kamus, waktu dijelaskan sebagai sebuah periode atau titik dimana suatu hal terjadi. Dalam satu tahun ada 365 hari, dimana satu hari ada 24 jam, ada 60 menit dalam satu jam dan ada 60 detik dalam satu menit. Waktu ini berlalu sama cepatnya dan tidak bisa terulang lagi.

            Waktu itu akan terasa cepat berlalu ketika melakukan aktivitas yang membuat kita bahagia dan waktu akan terasa lambat ketika kita melakukan aktivitas yang tidak kita sukai.

            Nah bagaimana kita mengatur waktu agar semuanya dapat berjalan dengan lancar,

  1. Buatlah jadwal harianmu seperti notes yang ditempelkan ditempat tertentu yang sering kamu lihat seperti meja belajar atau tempat lainnya dimana isi notes tersebut adalah semua tugas-tugas yang perlu kamu selesaikan dalam minggu ini
  2. Awali setiap pagimu dengan berdoa
  3. Buatlah perencanaan segala aktivitas mu hari ini, apa-apa saja yang akan kamu lakukan hingga malam pun tiba
  4. Sugesti dirimu bahwa “saya bisa menyelesaikannya hari ini”
  5. Jangan membuang waktu mu untuk hal-hal yang tidak berguna
  6. Bagi kita seorang mahasiswa utamakanlah tugas anda selesai terlebih dahulu baru melakukan kegiatan yang lain. Karena ketika semua tugas anda selesai semuanya akan terasa tenang
  7. Jangan ragu-ragu untuk berkata “tidak” tap katakanlah secara halus agar teman anda juga mengerti misalnya ketika kamu diajak temanmu untuk pergi bersama padahal dihari itu kamu sudah menjadwalkan bahwa hari ini waktu untuk mengerjakan tugas dan sebagainya. Ingat prioritaskan yang utama terlebih dahulu !
  8. Ketika anda mengerjakan tugas jangan pernah membuka facebook dan media sosial lainnya karena yang ada anda bisa lupa mengerjakan tugas anda dan hal itu akan mengganggu konsentrasi belajar anda
  9. Jangan pernah belajar sambil memainkan HP seperti smsan dan BBM-an karena hal ini juga akan memperlambat anda untuk menyelesaikan tugas-tugas anda dan mengganggu konsentrasi belajar
  10. Kombinasikan lebih dari satu aktivitas karena dari sini anda bisa mengetahui dimana kelemahan anda dalam mengatur waktu sehingga bisa membuat kesimpulan dan mencari strategi untuk menyiasati pengaturan waktu anda menjadi lebih baik
  11. Selama seminggu luangkan waktu anda untuk menarik diri dari segala rutinitas kesibukan anda, karena otak anda juga membutuhkan refreshing agar tidak jenuh melakukan aktivitas

            Apa yang anda lakukan sehari-hari akan menjadi sebuah kebiasaan. Merencanakan, menetapkan dan mematuhi peraturan yang kita buat, lama kelamaan akan menjadi kebiasaan sehingga kita bisa menyesuaikan diri. Sekaligus hal tersebut belajar untuk jujur kepada diri sendiri. Semoga 11 hal diatas bisa bermanfaat untuk para pembaca.

Rumah layaknya sebuah cinta

 

Image

 

            Ketika membangun sebuah rumah kita harus mempunyai pondasi yang kuat karna jika pondasi itu tidak kuat maka rumah tersebut bisa hancur secara perlahan.

            Layaknya membangun rumah kita membutuhkan material seperti batu bata, semen, cat dan lain-lain maka seperti itulah layaknya pertemuan awal, sebuah pertemuan yang menentukan sampai batas mana kekokohannya.

            Kemudian kita membutuhkan juga beberapa pekerja untuk membangunnya sama layaknya kedua pihak keluarga beserta teman-temannya yang mendukung pasangan tersebut agar bisa tercapai pada titiknya.

            Dimulai dari membangun kerangka rumah tersebut kemudian kita membuat sebuah dinding-dinding dari batubata dan semen tersebut sama layaknya seperti perjalanan sebuah hubungan yang mulai dibangun satu persatu.

            Ketika membangun ada saja yang posisi meletakkannya salah sama layaknya sebuah hubungan yang tak pernah mulus dalam perjalanannya dimana ada sebuah perselisihan baik mulai dari hal kecil hingga hal besar.

            Kemudian dari kesalahan posisi membangun tersebut diperbaiki oleh para pekerja sama layaknya sebuah pasangan yang berfikir mencari jalan keluar untuk mencapai titik damai.

            Hingga bangunan dinding-dinding tersebut selesai dikerjakan kemudian barulah membangun atap rumah sama halnya sebuah pasangan yang sudah berjuang hingga mencapai sebuah titik yaitu pernikahan.

            Hingga bangunan tersebut selesai dibangun, sebelum mengecat pasti harus disemen dan ada lapisan tertentu lagi agar hasilnya bagus barulah dicat begitu lah lapisan sebelum mengecat rumah sama layaknya sebuah cinta yang harus dibangun terus menerus.

            Warna cat rumah yang warna warni sama layaknya sebuah cinta dan sebuah hubungan yang selalu berwarrna warni ceritanya.

             Dan rerumputan serta bunga-bunga didepan rumah menjadi penghias sebagai keindahan.