I Don’t Know What I say

Image

Kata orang “disetiap pertemuan akan ada perpisahan” seperti itulah yang terjadi saat ini. Kita bertemu tanpa sengaja dengan cara yang unik dan setelah itu ada perpisahan yang terjadi. Berawal dari kita mulai dengan messages dan dimulai ketika bertemu. Kita janjian disebuah mall dipekanbaru, entah kenapa jantungku berdegup dengan kencang, hal yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Ku lihat wajahmu yang gugup dan keringat dingin, bisa kurasakan ada sesuatu yang membuatnya mengalir dan hening sejenak. Aku suka melihat matamu yang memberikan sebuah isyarat pada mataku. Kita berbicara tanpa arah karna bingung dan gugup. Semenjak pertemuan itu aku jatuh cinta padamu.

Hingga sebulan kemudian kita bertemu kembali dan kau memintaku menjadi kekasihmu. Awalnya terkejut tapi bahagia. Kita jalani layaknya sepasang kekasih sedang jatuh cinta. Hingga akhirnya kita mengetahui hanya ada satu persoalan yang kita permasalahkan yaitu “marga”. Melihat kenyataan ini aku terombang ambing, perasaan ku bercampur aduk antara ragu, sedih, dan takut kehilangan mu, hingga akhirnya aku putuskan untuk berpisah. Sungguh belum pernah kurasakan perasaan sekacau ini. Ku cari kabarmu yang jauh disana. Selang 2 minggu setelah perpisahan itu kita bertemu dan membicarakannya kembali, keputusan yang kita buat adalah memilih untuk lanjut. Entah rasa apa yang timbul setelah kita bersama, rasa bahagia dan tak ingin kehilanganmu.

Mungkin Tuhan tersenyum melihat kita yang begitu berjuang untuk semua ini yang padahal kita tau tak akan tau berujung seperti apa. Cara kau berbicara dan meyakinkan ku adalah membuat ku yakin untuk mempertahankan ini. Entah apa yang akan terjadi di depan sana yang jelas kita akan hadapi semua. Hari berlalu dengan berbagai cerita yang menghiasi mulai dari pertengkaran kecil, pertengkaran besar dan lain sebagainya. Hingga akhirnya kau pilih untuk berpisah denganku. Dulu kau ucap janji hanya aku yang kau cintai selamanya. Namun sekarang kau lupakan semua janji, kau hancurkan mimpi yang telah kita rajut, kau pergi dengan meninggalkan cinta ini.

Meninggalkan luka dan trauma. Hanya itu yang bisa ku rasakan saat ini.

Seperti berjalan disebuah lorong panjang yang sepi dan hanya ada hembusan angin yang menemani. Kadang ku rasakan bahagia ketika menghirup udara ini namun terlintas bayangan mu pula saat itu. Ya aku tau ini mungkin tidak terjadi. “Berat” jika kata itu terus yang slalu ku ucap maka semuanya akan terasa “berat” tapi aku selalu berkata aku “bisa” bisa melewati ini dengan seiringnya waktu.

Ku lihat senyum mu disana tanpaku seolah olah bagaikan pisau tajam yang menyayat. Entah apa yang ada difikiranmu. Ya sifat mu tak mudah dibaca. Kau pintar sekali dalam menyembunyikan segala sesuatu ! KAU PENIPU dan aku bodoh mempercayaimu. Dulu kau yang meyakinkanku dengan ribuan bujuk rayumu tapi sekarang kau lupakan semuanya. KAU yang banyak BUALAN, banyak berbicara tapi tindakanmu tidak sama. SADARKAH kau dengan semua itu ?? Apa semua karna hanya salahku ?? Semua fikiran tentangmu selalu melintas, segala rutinitas ketika bersamamu selalu hadir disaat ketika aku tak ingin mengingatmu. Taukah kau aku tersiksa disini. Ya namun aku terlalu lemah dengan cinta yang aku punya untukmu hingga aku tak bisa membencimu. Hanya bisa menangis dan tersenyum ketika ku ingat semua apapun bentuknya. Aku hanya ingin bertemu dan memelukmu sebentar saja.

Apakah kau tak ingat semuanya ???

Apa yang kau lakukan disana hingga kau lupakan semuanya ???

Kau yang sekarang bukan kau yang dulu ku kenal !!!

Bisakah kau rasakan luka ini.

Bisakah kau rasakan hembusan nafas ini sebuah perjuangan untuk tegar, bisa kah kau rasakan rasa yang dihatiku ini.

Bisakah kau lihat seberapa kuatnya aku seberapa tegarnya aku yang telah rapuh hanya untuk bangkit, untuk merelakanmu dan menyimpan perasaan ini hanya cukup dihatiku. Bahagiamu adalah bahagia ku juga. Ya, itu yang bisa kulakukan saat ini. Membiarkan mu bahagia bersama wanita pilihanmu disana. Meskipun rapuh aku akan tetap tersenyum untukmu. Aku tak tau bisakah aku jatuh cinta kembali kepada yang lain seperti aku mencintaimu. Aku juga tak tau akan apa jadinya jika bukan cintamu yang menemaniku nantinya. Aku juga tak tau bersama pria mana yang akan mengucap janji di depan altar yang indah itu. Yang bisa ku lakukan hanya membiarkan waktu ini berlalu secepat mungkin, menikmati setiap hembusan nafas yang ada, melakukan apa yang ku bisa.

Bisakah kau rasakan nafas kerinduan ini. Sebuah kerinduan saat kita bersama.

Biarlah doaku yang selalu menjagamu. Aku tak kan pernah lupa pesan terakhir disaat perpisahan itu terjadi. Ya mungkin ini keputusan yang akan bertahan untuk selamanya seperti yang kau ucapkan.

Pergilah bayangan, jangan pernah datang menghantuiku. Lihatlah dia disana udah bahagia bersama yang lain. Aku rela…

Whatever what do you say all about me.

Hanya dengan tulisan ini bisa ku tuangkan luka ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s