BAB IV TUJUAN & FUNGSI KOPERASI

Ekonomi Koperasi

Nama Kelompok :

         1. Tekla Shintauli Lorentina                        27211068

         2. Veronica Intan Dwi Christanti Mada       27211263

Kelas : 2EB01

BAB IV

TUJUAN & FUNGSI KOPERASI

BADAN USAHA KOPERASI

  • Koperasi adalah badan usaha atau perusahaan yang tetap tunduk pada kaidah dan aturan prinsip ekonomi yang berlaku (UU No. 25, 1992)
  • Mampu untuk menghasilkan keuntungan dan mengembangkan organisasi dan usahanya
  • Ciri utama koperasi adalah pada sifat kenaggotaan; sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa
  • Pengelolaan koperasi sebagai badan usaha dan unit ekonomi rakyat memerlukan sistem manajemen usaha (keuangan, tehnik, organisasi dan informasi) dan sistem keanggotaan (membership system)

TUJUAN & NILAI KOPERASI

Perusahaan Bisnis

Theory of the firm; perusahaan perlu menetapkan tujuan

  1. mendefinisikan perusahaan
  2. mengkoordinasi keputusan
  3. menyediakan norma
  4. sasaran yang lebih nyata

Tujuan perusahaan:

Maximize profit, maximize the value of the firm, minimize cost

Koperasi

  • Berorientasi pada profit oriented & benefit oriented
  • Landasan operasional didasarkan pada pelayanan (service at a cost)
  • Memajukan kesejahteraan anggota merupakan prioritas utama (UU No. 25, 1992)
  • Kesulitan utama pada pengukuran nilai benefit dan nilai perusahaan

Kontribusi Teori Bisnis pada Success Koperasi

  • Maximization of sales (William Banmoldb); usaha untuk memaksimumkan penjulan setelah keuntungan yang diperoleh telah memuaskan para pemegang saham (stake holders).
  • Maximization of management utility (Oliver Williamson); penerapan pemisahan pemilik dan manajemen (separation of management from ownership) dan maksimalisasi penggunaan manajemen
  • Satisfying Behaviour (Herbert Simon); diperlukan adanya perjuangan dan usaha keras dari pihak manajemen untuk memuaskan beberpaa tujuan yang telah ditentukan, seperti sales, growth, market share, dll.

Kontribusi Laba pada Success Koperasi

  • Konsep laba dalam koperasi adalah SHU; semakin tinggi partisipasi anggota, maka semakin tinggi manfaat yang diterima.
  • Inovation Theory of Profit; perolehan laba yang maksimal karena adanya keberhasilan organisasi dalam melakukan inovasi terhadap produknya.
  • Managerial Effiency Theory of Profit; organisasi yang dikelola dengan efisien akan meraih laba di atas rata-rata laba normal.

PERMODALAN KOPERASI

Yang menjadi acuan pembahasan permodalan koperasi di Indonesia adalah UU NO. 25/992 pasal 41, bab VII tentang Perkoperasian. Disebutkan bahwa modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman.

Modal sendiri bersumber dari:

  • Simpanan pokok anggota, yaitu sejumlah uang yang sama banyaknya, yang wajib dibayarkan oleh masing-masing anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota.
  • Simpanan wajib, yaitu sejumlah simpanan tertentu, yang tidak harus sama banyaknya, yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada periode tertentu.
  • Dana cadangan, yaitu sejumlah dana yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha dan dicadangkan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.
  • Donasi atau hibah, yaitu sejumlah uang atau barang dengan nilai tertentu yang disumbangkan oleh pihak ketiga, tanpa ada suatu ikatan atau kewajiban untuk mengembalikannya.

Sedangkan modal pinjaman bersumber dari:

  • Anggota, yaitu pinjaman dari anggota ataupun calon anggota koperasi yang bersangkutan.
  • Koperasi lainnya dan/atau anggotanya, pinjaman dari koperasi lainnya dan/atau anggotanya yang didasari dengan perjanjian kerja sama antara koperasi.
  • Bank dan lembaga keuangan lainnya, yaitu pinjaman dari bank dan lembaga keuangan lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • Penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya, yaitu dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
  • Sumber lain yang sah, pinjaman yang diperoleh dari bukan anggota yang dilakukan tanpa melalui penawaran secara umum.

STATUS DAN MOTIF ANGGOTA KOPERASI

Status anggota koperasi sebagai suatu badan usaha adalah sebagai pemilik (owner) dan sebagai pemakai (users). Sebagi pemilik, kewajiban anggota adalah melakukan investasi atau menanam modal di koperasinya. Sedangkan sebagai pemakai, anggota harus menggunakan secara maksimum pelayanan usaha yang diselenggarakan oleh koperasi.

Calon aggota paling tidak harus memenuhi 2 kriteria:

  1. Tidak lagi berada pada tingkat kehidupan di bawah garis kemiskinan, atau paling tidak mempunyai potensi ekonomi.
  2. Harus memiliki pendapatan (income) yang pasti.

Alternatif Pemenuhan Modal

  • Prinsip alokasi permodalan
    • Dana jangka pendek digunakan untuk pembiayaan modal kerja
    • Dana jangka panjang digunakan untuk modal investasi
    • Melakukan pendekatan modal badan usaha non koperasi (swasta persero), dengan berdasarkan atas saham kepemilikan
    • Akses permodalan pinjaman dan bantuan program dari luar negeri

KOPERASI SEBAGAI BADAN USAHA

Dalam fungsinya sebagai badan usaha, ada 6 aspek dasar yang menjadi pertimbangan untuk mencapai tujuan koperasi sebagai badan usaha yaitu :

  • Status dan motif anggota koperasi
  • Bidang usaha (bisnis)
  • Permodalan koperasi
  • Manajemen koperasi
  • Organisasi koperasi
  • System pembagian keuntungan (SHU)

BISNIS KOPERASI

Usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota untuk meningkatkan kesejahteraan anggota

Dapat memberikan pelayanan untuk masyarakat (bila terdapat kelebihan kapasitas : dalam rangka optimalisasi economies of scale)

Usaha dan peran utama dalam bidang sendi kehidupan ekonomi rakyat

Image

Image

Advertisements

Doa Mengubah Segala Sesuatu by Regina Pangkerego

Saat keadaan sekelilingku
Ada di luar kemampuanku
Ku berdiam diri mencarimu
Doa mengubah segala sesuatu

Saat kenyataan di depanku
Mengecewakan perasaanku
Ku menutup mata memandangmu
Sbab doa mengubah segala sesuatu

Doa orang benar bila di doakan
Dengan yakin besar kuasanya
Dan tiap doa yang lahir dari iman
Berkuasa menyelamatkan

Sperti batang air di tanganmu
Mengalir kemana pun engkau mau
lyricsalls.blogspot.com
Tiada yang mustahil di matamu
Doa mengubah segala sesuatu

Doa orang benar bila di doakan
Dengan yakin besar kuasanya
Nantikan doa yang lahir dari iman
Berkuasa menyelamatkan

Sperti batang air di tanganmu
Mengalir kemana pun engkau mau
Tiada yang mustahil di matamu
Doa mengubah segala sesuatu
Doa mengubah segala sesuatu

11/11/2012

Image

Daku tak tahu engkau sekarang berada dimana dan sudah bersama siapa?? yang ku tau kau telah pergi jauh menyisakan luka. Tapi dengarkan aku, aku merindukanmu. Rindu saat matamu menatapku, Rindu saat engkau mengkhawatirkanku, Rindu saat kau hapuskan air mata ini, Rindu saat engkau membuat ku tersenyum, Rindu saat kita sedang bertengkar. Rindu saat kita bernyanyi, Rindu saat engkau cemburu, namun semua hanyalah tinggal butiran cerita yang menjadi abu.

Mencoba tegar namun tak mampu ku bisa setegar engkau. Tapi seberat apapun itu harus ku lalui karena kau yang meminta. Entah sampai kapan ku simpan rasa ini? hingaa habis dayaku untuk selalu mencintaimu. disini aku punya cinta tulus bukan cinta yang biasa.

Bagaimana mungkin daku dapat terbang tinggi mencari yang lain setelah sayap-sayapku dipatahkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab??

Hanya bisa berharap ada seorang malaikat yang bisa menyembuhkan patahan sayap-sayap ini hingga ku mampu terbang tinggi melayang diangkasa…

Pahlawan Untuk Indonesiaku

Nama              : Tekla Shintauli Lorentina

Npm / kelas    : 27211068 / 2EB01

Tulisan

Image

Pahlawan Untuk Indonesiaku

            Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 dimana untuk mencapai kemerdekaan tersebut butuh perjuangan, diperjuangkan dengan susah payah oleh para pahlawan kita dahulu agar Indonesia mencapai Kemerdekaan.

            Tanggal 10 November yang kita kenal sebagai “Hari Pahlawan” mempunyai sejarah tersendiri. Kenapa tanggal 10 November ditetapkan sebagai “Hari Pahlawan?” Berikut sejarah singkatnya :

            Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Belanda. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

            Berbagai bagian kota Surabaya dihujani bom, ditembaki secara membabi-buta dengan meriam dari laut dan darat. Ribuan penduduk menjadi korban, banyak yang meninggal dan lebih banyak lagi yang luka-luka. Tetapi, perlawanan pejuang-pejuang juga berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk. Walaupun bersenjatakan bambu runcing, namun tak sedikitpun menyurutkan semangat para pahlawan kita untuk terus berjuang untuk membebaskan bangsa ini dari penjajahan pada saat itu.

            Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.

            Namun sangat disayangkan saat ini untuk perjuangan pahlawan-pahlawan tersebut karena tidak banyak orang yang bisa memahami arti penting dari perjuangan tersebut. Sebesar apa pahlawan-pahlawan kita berjuang untuk mempertahankan Indonesia ini. Mereka berjuang sampai titik darah penghabisan tanpa mengharapkan balas jasa atau budi dari generasi di depannya tapi mereka berjuang supaya Indonesia bisa merdeka agar generasi depannya tidak merasakan hal yang sama sebenarnya itu yang mereka perjuangkan tapi apa arti perjuangan mereka saat ini ? tidak begitu penting dimata sebagian masyarakat, ada yang bersikap acuh tak acuh terhadap Indonesia.

            Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dari sabang sampai merauke dengan berbagai macam agama, suku, bangsa dan budaya. Dengan adanya keragaman tersebut menjadikan Indonesia Satu. Seperti tertulis “Bhinneka Tunggal Ika – Berbeda-beda tapi satu”. Dengan Indonesia satu inilah pahlawan-pahlawan kita berjuang bersama-sama untuk mencapai kemerdekaan. Jadi intinya adalah “kebersamaan” hal inilah yang para pahlawan kita tanamkan dalam semangat perjuangannya.

            Mungkin saat ini para pahlawan kita sedang menangis didalam makam karena mereka kecewa dengan perjuangan yang telah mereka lakukan hingga titik darah penghabisan menjadi sia sia dengan kondisi Indonesia saat ini.

            Bisa kita lihat sendiri dimana banyaknya permasalahan yang ada sehingga persatuan Indonesia tersebut mulai berkurang. Pahlawan yang seperti apakah untuk Indonesiaku ??

  1. Apakah pahlawan nasional ?
  2. Apakah pahlawan tanpa tanda jasa ?
  3. Apakah pahlawan bertopeng ?
  4. Apakah pahlawan kesiangan ?

            Anda semuanya juga pasti tau jawabannya yang kita butuhkan saat ini adalah kesadaran dari setiap orang sehingga bisa menciptakan pahlawan baru untuk kemajuan Indonesia.

            Masalah pertama, Kondisi Indonesia saat ini bisa saya katakan “morat-marit” karena begitu banyak permasalahan yang terjadi. Mungkin anda sekalian juga bosan mendengar isi berita saat ini yang banyak mengulas “KORUPSI”. Bagaimana Indonesia bisa maju kalau para pemimpin kita masih ada yang melakukan KORUPSI. Pemerintahan saat ini berdiri bukan untuk memajukan bangsa tapi memajukan dirinya sendiri. Buktinya berbagai permasalahan bisa timbul, contohnya saja disetiap pembangunan “Kenapa bisa runtuh?” “Kenapa jalan yang baru diperbaiki bisa bolong-bolong lagi?”. Seharusnya “pemimpin dipilih oleh rakyat berasal dari rakyat dan untuk rakyat” sedangkan uang yang ada berasal dari rakyat dan seharusnya berguna kembali untuk rakyat.

            Seandainya pemimpin kita bekerja dengan anti Korupsi mungkin kemiskinan yang ada di Indonesia ini bisa menurun, dan semua permasalahan bisa teratasi.

            Masalah kedua, Coba kita rasakan suhu Indonesia saat ini yang sudah mulai bertambah panas dikarenakan aktivitas pembangunan dimana-mana dengan membakar pohon dan menghilangkan ruang hijau untuk Indonesia. Dimana letak kepedulian pemerintah sehingga membiarkan semua lahan digerogoti secara perlahan-lahan oleh para investor??

            Masalah ketiga, dimana ketegasan pemerintah hingga pulau-pulau yang dulunya milik Indonesia bisa menjadi milik negara lain ??

            Dan masih banyak permasalahan lainnya…

            Apa yang perlu kita perbaiki ?? Jawabannya : “MORAL”.

            Yang paling utama adalah MORAL dari setiap orang dan para pemimpin yang dipilih. Namun disamping itu pendidikan juga diperlukan untuk pengetahuan serta mendidik pribadi tersebut. Moral dan pendidikan ini sangat berkaitan. Dengan pendidikan yang cukup dimiliki oleh seseorang sehingga bisa memperbaiki semua bidang.

             Dan Pahlawan apa yang kita butuhkan ? Pahlawan Diplomasi yang penuh dengan CINTA dan KEBIJAKSANAAN.

            Kenapa dengan cinta? Karena dengan cinta itu bisa menjadikan segalanya hebat. Cinta bisa dijadikan dasar untuk Indonesia saat ini. Bagaimana mungkin Indonesia bisa hidup rukun dan damai jika tak ada cinta? Yang akan ada hanyalah peperangan. Contohnya saja pertikaian saat ini yang mulai terjadi dimana-mana antar agama, suku, dan budaya.

            Kita butuh pahlawan yang bekerja atas dasar cinta dan dengan kebijaksanaannya menjadikan Indonesia seperti yang diharapkan masyarakat banyak. Yang kita perlukan adalah cinta terhadap sesama, menghidupkan toleransi antar umat beragama, serta memberantas korupsi dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada.

            Nah, Tugas kita sebagai generasi kedepan yaitu belajar dengan sungguh-sungguh supaya kita bisa menjadi pemimpin yang baik dimasa depan untuk kemajuan Indonesia. Bukan menjadi “pahlawan kesiangan” tapi menjadi pahlawan untuk masyarakat banyak. SEMANGAT.

Bagaimana Mensosialisasikan Koperasi Kepada Masyarakat agar Masyarakat Tertarik Kepada Koperasi ?

Nama              : Tekla Shintauli Lorentina

Npm / kelas    : 27211068 / 2EB01

Tugas 4 Softskill

Bagaimana Mensosialisasikan Koperasi Kepada Masyarakat agar Masyarakat Tertarik Kepada Koperasi ?

            Demokrasi ekonomi memberikan kesempatan kepada setiap orang atau lembaga untuk berperan serta dalam membangun perekonomian. Sesuai dengan amanat pasal 33 UUD 1945 bahwa pembangunan ekonomi nasional kita dilakukan oleh tiga pelaku ekonomi yaitu negara, swasta dan koperasi. Sebagai soko guru perekonomian nasional, koperasi merupakan kekuatan ekonomi rakyat sehingga dapat dijadikan tiang utama pembangunan ekonomi nasional.

            Koperasi mempunyai kelebihan yang bisa menjadikan koperasi sebagai sebuah bentuk badan usaha yang cukup prospektif di Indonesia. Tetapi karena kurangnya perhatian dan kurangnya promosi untuk mengenalkan koperasi pada masyarakat, maka masyarakat hanya mengetahui koperasi adalah lembaga keuangan yang didirikan berdasarkan asas kekeluargaan saja. Tidak tau apa tujuan, prinsip, dan kegiatan yang sebenarnya dilakukan oleh koperasi.

            Mensosialisasikan koperasi bukanlah hal yang mudah dikerjakan karena masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, budaya dan latar pendidikan yang berbeda turut mempengaruhi perkembangan koperasi. Untuk itu perlu adanya sosialisai kepada masyrakat tentang koperasi, supaya koperasi bisa membuat wajah baru yang diinginkan para investor dan para masyarakat. Banyak cara mensosialisasikan koperasi tetapi jika tidak dibantu oleh pemerintah itu mungkin akan sulit djalankan.

            Terkait dengan kelemahan yang masih dimiliki koperasi, ada beberapa solusi yang sudah dijalankan pemerintah seperti penambahan modal, latihan manajemen, dan bantuan perizinan. Keberhasilan koperasi sangat tergantung kepada sumber daya manusianya oleh karena itu peningkatan skill atau keahlian para pengurus perlu ditingkatkan.

            Dimasa lalu koperasi didesa seperti Koperasi Unit Desa (KUD) dipimpin oleh Kepala Desa yang notabenenya belum tentu mempunyai keahlian atau pengetahuan lebih dibidang koperasi hasilnya banyak KUD yang tidak berkembang dan bahkan hanya tinggal nama tanpa program kerja yang mensejahterahkan anggotanya.

            Saat ini banyak para pengusaha rumahan yang ikut serta mempromosikan atau mensosialisasikan kepada masyarakat. Dan keberadaan koperasi semakin diperkuat pula dengan dibentuknya Kementrian Negara Koperasi dan Usaha Kredit Menengah (UKM) yang salah satu tugasnya adalah mengembangkan koperasi menjadi lebih berdaya guna.

            Beragam cara mensosialisasikan koperasi kepada masyarakat antara lain :

  1. Melalui pendidikan, jika perkembangan koperasi ingin ditingkatkan, alangkah baiknya mendidik generasi masa depan sejak dini dengan memberikan pengetahuan mengenai apa itu koperasi kemudian membentuk koperasi kecil baik ditingkat SD, SMP, SMA hingga tingkat Universitas.
  2. Melalui media massa seperti siaran televisi. Pemerintah Daerah hendaknya membuat siaran koperasi ditelevisi setiap hari atau sekali seminggu atau sekali sebulan dengan memaparkan visi dan misi dan program kerja yang sesuai karena setiap daerah pasti berbeda situasi dan kondisinya sehingga program kerjanya pun berbeda.
  3. Melalui surat kabar dimana isinya dibuat sistematika kerja koperasi yang ditulis dengan baik dan menarik dimana terlihat jelas bahwa koperasi itu saling menguntungkan antara pengurus dan anggota dan itu bisa dilaksanakan dengan nyata apabila ditulis dalam koran. Koran itu bisa dibawa kemana saja dan dibaca kapan saja oleh masyarakat serta bisa dipikirkan dengan nyata atau dibaca berulang kali.
  4. Media teknologi yang lebih maju lagi seperti melalu internet dengan membuat iklan-iklan tentang koperasi. Melalui media ini juga sangat baik karena bisa memanfaatkan dunia maya atau internet serta bisa dijadikan sebagai media kerja sama antara satu lembaga dengan lembaga lainnya dalam hal pembuatan iklan dimedia internet dan bisa saling menguntungkan. Selain sebagai media sosialisasi, pemanfaatan fasilitas didunia maya ini juga bisa dijadikan media pendekatan kepada publik. Sebenarnya banyak media yang bisa dijadikan untuk publikasi mengenai koperasi seperti situs jejaring sosial facebook, twitter dan lainnya harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk bisa melaksanakan kegiatannya dengan serius.

            Pemerintah juga harus turun langsung dalam memperkenalkan koperasi kepada masyarakat. Misalanya mengadakan penyuluhan di Rukun Tetangga atau RT dimana isi penyuluhan tersebut bertujuan untuk mengenalkan peraturan-peraturan koperasi, keuntungan, dan fungsi koperasi itu sendiri kepada masyarakat.

            Banyak didesa desa yang sudah memulai mensosialisasikan koperasi dengan warga sekitarnya. Tujuannnya adalah untuk memberikan wadah kepada warga dalam menangkap peluang usaha sehingga dapat mendorong perekonomian masyarakat sekitar. Pemerintah hanya memfasilitasi  keinginan masyarakat dalam mewujudkan keinginan-keinginan untuk menjalankan usahanya.

            Disini saya akan paparkan sebuah contoh nyata bagaimana sosialisasi koperasi tersebut dilakukan kepada masyarakat sehingga koperasi ini cepat berkembang dengan lancar. Data ini saya dapatkan dari orang tua saya dimana mereka ikut jadi anggota koperasi

            Dipekanbaru berdiri sebuah koperasi kira-kira 10 taun yang lalu dengan nama koperasi CU. Pancoran Hidup dimana daerah keanggotaannya meliputi wilayah Pekanbaru khususnya dan wilayah Provinsi Riau pada umumnya.

            Pendirian koperasi ini awalnya diprakarsai oleh Pastor dan Suster dan beberapa umat yang memiliki keahlian dibidang koperasi. Dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup umat katolik dan sudah terdaftar menjadi anggota PUSKOPDIT di Riau.

            Sosialisasi yang dilakukan adalah melalui gereja tapi seiring dengan berjalannya waktu banyak orang yang ingin bergabung dengan koperasi ini sehingga kira-kira 4 tahun yang lalu koperasi ini resmi dibuka untuk umum dan koperasi ini berkembang dengan pesat, saat ini anggotanya kira-kira sudah mencapai 3000 orang dari berbagai macam suku dan agama dan tersebar dibeberapa kabupaten. Asset yang dimiliki koperasi ini lebih kurang 10 Milyar.

            Mengapa koperasi ini bisa bertahan dan berkembang dgn pesat karena koperasi ini mempunyai Moto untuk mencapai hasil yang gilang gemilang

Koperasi kredit dimulai dengan pendidikan

Berkembang melalui pendidikan

Dikontrol melalui pendidikan

Dan bergantung kepada pendidikan

            Dengan dasar ini semua pengurusnya dibekali tentang pengetahuan berkoperasi melalui seminar dengan memanggil pembicara yang handal dibidang koperasi, melakukan studi banding ke daerah lain yang sudah lebih maju koperasinya.

            Dari kepengurusan ini akan dilatih lagi beberapa orang untuk menjadi ketua unit di daerah masing-masing dengan syarat harus ada paling sedikit 20 orang anggotanya. Setelah terkumpul ketua unit akan membuat permohonan ke kantor pusat supaya diadakan pendidikan bagi calon anggotanya. Maka syarat yang paling utama diwajibkan bagi setiap anggota adalah mengikuti pendidikan sebanyak 3 kali, tidak ada anggota yang diterima tanpa mengikuti pendidikan. Setelah selesai mengikuti pendidikan baru dikeluarkan sertifikat, dengan sertifikat ini anggota baru bisa meminjam.

            Dalam pendidikan ini akan dijelaskan secara rinci dasar-dasar koperasi, fungsi koperasi, tujuan koperasi, cara meminjam, dan manfaat yang didapatkan sebagai anggota koperasi dan juga diadakan waktu untuk tanya jawab sehingga setiap anggota yang mau masuk benar-benar telah memahami apa itu koperasi, bagaimana sistem kerjanya, apa saja hak dan kewajibannya.

            Cara sosialisasi seperti ini sangatlah mudah dilaksanakan. Karna tidak perlu memakan waktu yang lama dan menghabiskan dana yang besar tapi hasilnya sangat positif. Hal ini bisa dilihat dari perkembangan jumlah anggota yang makin meningkat setiap tahunnya walaupun ada sebagian kecil yang keluar karna alasan pindah tempat kerja didaerah lain. Selama ini kendala yang dihadapi untuk mensosialisasikan koperasi ini boleh dikatakan tidak ada. Hampir semuanya berjalan dengan lancar karena kinerja pengurus cukup baik.

            Pada waktu RAT tahun 2011 yang lalu yang diadakan disebuah hotel dengan mengundang orang dari Dinas Provinsi Riau mereka memberikan dukungan dan acungan jempol untuk koperasi ini karena menurut mereka belum ada koperasi yang dibentuk dengan jumlah anggota yang sebanyak ini semuanya sudah mengikuti pendidikan.

            Setiap akhir tahun akan diadakan Rapat Anggota Tahunan atau RAT sekaligus laporan pertanggung jawaban pengurus inti. Karena wilayahnya yang sangat luas dan tidak memungkinkan untuk semua anggota bisa menghadiri RAT maka sebelum RAT dilaksanakan PRA RAT disetiap cabang untuk menampung aspirasi anggota dan pengarahan-pengarahan. Dari setiap cabang atau unit akan diutus beberapa orang untuk menghadiri RAT beserta semua ketua unit.

            Pada waktu RAT ini dibagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada semua anggota melalui ketua unit masing-masing, besarnya SHU atau deviden yang diterima setiap anggota tergantung besarnya saham yang dimiliki masing-masing anggota dengan sistem perhitungan yang sudah ditentukan oleh koperasi. Devidan atau SHU yang dibagi terdiri dari 2 macam yaitu deviden untuk saham dan jasa pinjaman. Dengan sistem ini hampir seluruh anggota koperasi sudah merasakan manfaatnya menjadi anggota dan secara umum telah meningkatkan taraf hidup masyarakat baik dikota maupun didesa.

            Pada saat pelaksanaan RAT tahun 2011 juga diundang pengurus dari Provinsi di Sumatera Utara karna koperasi disana sudah lebih lama berdiri tepatnya di Kota Belawan kira-kira 19 tahun yang lalu dengan asset 100 Milyar.

            Inilah fakta yang ada di Sumatera contohnya Riau. Betapa pesatnya perkembangan koperasi dengan cara mensosialisasikan kepada masyarakat melalui pendidikan baik itu masyarakat pedesaan sampai masyarakat perkotaan sudah merasakan manfaatnya bagi peningkatan taraf hidup masyrakat. Kesuksesan semua koperasi ini hanya bermodalkan saling percaya dan pendidikan.

            Jadi cara mensosialisasikan agar masyarakat tertarik dengan koperasi yaitu mengadakan penyuluhan disetiap daerah dimana penyuluhan tersebut menampilkan fakta-fakta dari koperasi yang sudah maju sebagai bukti nyata agar masyarakat ikut termotivasi dan ingin membangun koperasi didaerahnya untuk penigkatan taraf hidup masyarakat. Selain itu untuk tidak kalah saing dengan badan usaha lainnya ada baiknya membuat ruangan koperasi senyaman mungkin dan dengan pelayanan terbaik.

Siapkah Koperasi Menghadapi Era Globalisasi ?

Nama              : Tekla Shintauli Lorentina

Npm / kelas    : 27211068 / 2EB01

Tugas 3 Softskill

Siapkah Koperasi Menghadapi Era Globalisasi ?

            Pengertian globalisasi secara umum adalah proses interaksi antar individu, antar kelompok, dan antar bangsa yang saling bergantung dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara.

            Globalisasi berasal dari kata global yang berarti universal atau umum. Bukan hanya perkembangan teknologi informasi ataupun dalam dunia kerja saja yang memasuki era globalisasi, tetapi koperasipun sudah dituntut untuk beradaptasi dengan era globalisasi ini.

            Meski disebut sebagai “Soko Guru Perekonomian Bangsa Indonesia”, bukan berarti koperasi lepas dari polemik dan pasang surut. Apalagi sekarang koperasi dihadapkan pada fakta globalisasi yang kehadirannya seperti momok yang menakutkan. Lebih dari itu, globalisasi merupakan “ancaman” yang serius bagi keberlangsungan koperasi.

            Dikatakan “ancaman” karena globalisasi bersifat melintas batas wilayah dan negara, kekuasaan pasar ada di genggaman konsumen (demand driven), teknologi dengan mudah ditiru dan konsumen mulai mengalihkan diri pada harga yang berimbas pada munculnya pesaing-pesaing asing dengan biaya yang lebih murah.

            Globalisasi benar-benar mengubah dunia menjadi desa besar (global village) dengan arus barang, jasa, uang dan tenaga kerja yang hampir tidak ada batas antar negara. Sehingga konsekuensi logis yang muncul, koperasi menghadapi pesaing yang lebih banyak bukan saja perusahaan lokal dan nasional, tetapi perusahaan dari segala penjuru dunia.

            Kita ambil contoh yang ada disekeliling kita, kita juga telah mengetahui begitu banya usaha swasta dan asing yang telah menyaingi koperasi seperti Giant, Hypermart, Alfamart, Indomaret, dan lain-lain. Usaha tersebut bahkan sudah berdiri hampir di seluruh Indonesia bahkan mereka juga telah menguasai pasar Indonesia. Mereka juga menyediakan barang kebutuhan masyarakat yang lebih komplit dibanding koperasi, selain barang mereka juga memberikan pelayanan terbaik untuk para pelanggannya sehingga masyarakat pun lebih memilih berbelanja ditempat seperti itu dibanding koperasi.

            Dengan begitu, tak bisa dipungkiri lagi, koperasi harus mencari format, konsepsi dan praktek manajemen baru yang relevan dengan situasi globalisasi. Sebab jika tidak bisa mengikuti standar baru, koperasi akan menemui kesulitan dalam perkembangannya. Koperasi perlu menganalisis pasar, mengenali peluang, memformulasikan strategi pemasaran, dan mengembangkan taktik serta tindakan spesifik. Namun yang patut menjadi perhatian adalah koperasi mutlak memberi pelayanan yang konsisten dengan visi, misi dan tujuan yang diformulasikan bersama.

            Namun disamping itu, globalisasi tidak harus disambut negatif. Karena pada taraf tertentu, globalisasi justru menghadirkan peluang besar bagi kemajuan koperasi. Misalnya persaingan global dihadapi secara kreatif menjalankan usaha dengan optimalisasi sumber daya salah satunya dengan internet, koperasi bisa promosi dan memperluas pemasaran lintas negara secara murah.

Untuk menghadapi era globalisasi, koperasi di Indonesia harus membenahkan diri baik dari lingkungan internal ataupun eksternal koperasi :

  • Pemahaman pengurus dan anggota akan jati diri koperasi

      Pengertian koperasi, nilai-nilai koperasi dan prinsip-prinsip gerakan koperasi harus dijadikan point penting karena hal itu yang mendasari segala aktifitas koperasi. Kesungguhan kerja pengurus dan karyawan dalam mengelola koperasi sangatlah penting ada baiknya pengurus koperasi dipilih orang yang bertanggung jawab, jujur serta transparan.

  • Pembenahan masalah manajerial dan operasional koperasi yang selama ini masih menggunakan cara – cara tradisional harus diganti dengan cara modern sehingga tidak kalah dengan badan usaha negara lain.
  • Menambah modal untuk koperasi supaya koperasi mampu menghasilkan barang dan jasa dalam jumlah banyak serta dengan kualitas yang baik. Dengan cara peminjaman dana dari bank dalam negeri atau lembaga keuangan lain serta uang simpanan wajib dan simpanan sukarela yang biasa dikumpulkan setiap anggota koperasi tetap dilakukan. Untuk itu koperasi perlu merekrut orang untuk ikut berpartisipasi menjadi anggota dikoperasi. Semakin banyak anggota koperasi maka semakin banyak pula modal yang akan di dapat koperasi untuk operasionalnya.
  • Dalam menjalankan usahanya, pengurus koperasi harus mampu mengidentifikasi kebutuhan bersama anggotanya dan memenuhi kebutuhan tersebut.

      Mempertimbangkan aspirasi anggota-anggotanya merupakan hal yang bagus untuk pertimbangan dalam pengelolaan koperasi karena sangat dimungkinkan kebutuhan bersama setiap koperasi berbeda-beda.

  • Perlu adanya perubahan dan pengembangan cara pandang dalam pengelolaan koperasi.

      Meskipun begitu, dalam pengelolaannya koperasi harus tetap memegang asas kekeluargaannya. Dengan pengembangan cara pandang, diharapkan koperasi memiliki daya saing dan daya tarik bagi anggota maupun masyarakat. Pengembangan koperasi di Indonesia selama ini masih pada tataran konsep yang sangat sulit untuk diaplikasikan. Semakin banyak koperasi yang tumbuh semakin banyak pula yang tidak aktif. Semakin banyak koperasi yang sukses diikuti pula banyak koperasi yang gagal dan bangkrut disebabkan karena ketidaksiapan sumber daya manusianya.

  • Koperasi perlu diarahkan pada prinsip pengelolaan secara modern dan aplikatif terhadap perkembangan zaman dan tantangan yang semakin global.

      Untuk itu perbaikan terhadap masalah pengelolaan manajemen dan organisasi perlu terus ditingkatkan. Selain itu penguasaan pemanfaatan teknologi dan informasi, struktur organisasi, kultur/budaya bisnis, kekuatan modal dan jaringan bisnis dengan pihak luar juga sangat diperlukan untuk peningkatan koperasi.

  • Lingkungan eksternal harus juga kondusif

        Terkait dengan kebijakan pemerintah, aspek hukum, kondisi persaingan pasar, kondisi ekonomi-sosial-kemasyarakatan, kondisi infrastruktur, tingkat pendidikan masyarakat, dan perubahan ekonomi global perlu diperhatikan untuk mengetahui langkah apa yang dilakukan agar koperasi tetap berjalan.

  • Kita semua harus bersepakat bahwa tujuan pendirian koperasi benar-benar untuk menyejahterakan anggotanya.

      Pembangunan kesadaran akan tujuan pendirian koperasi perlu dijabarkan dalam visi, misi dan program kerja yang sesuai, yang merupakan modal penting bagi pengelolaan koperasi. Untuk itu strategi kerja sama antar koperasi maupun kerja sama dengan para pelaku lainnya dengan prinsip saling menguntungkan perlu dikembangkan, sehingga koperasi dan Usaha Kredit Menengah (UKM) mampu menjadi yang terbaik dan sesuai dengan yang kita inginkan.

  • Adanya efektifitas biaya transaksi antara koperasi dengan anggotanya sehingga biaya tersebut lebih kecil jika dibandingkan biaya transaksi yang dibebankan oleh lembaga non-koperasi.
  • Perlu juga dilakukan untuk kerja sama koperasi dengan BUMN – BUMD atau BUMS agar perkembangan usaha dapat tumbuh dengan baik sehingga kemajuan perekonomian Indonesia dapat segera dicapai.
  • Tingkat daya saing juga berpengaruh untuk koperasi agar tetap hidup di pasar global. Pasar yang mencangkup dunia internasional juga harus dengan kualitas internasional walaupun dengan buatan nasional. Koperasi harus mampu menghasilkan barang dan jasa dengan inovasi terbaru setiap waktunya. Sehingga konsumen merasa puas dengan produk yang dihasilkan koperasi.

            Dari pemaparan diatas jika koperasi bisa melakukan perubahan tersebut saya yakin koperasi akan siap menghadapi era globalisasi ini. Oleh karena itu mari kita dukung koperasi yang merupakan “Soko Guru Perekonomian Bangsa Indonesia” agar koperasi juga mampu berdiri sama seperti badan usaha lainnya dan sekaligus bisa menjalankan tujuannya yaitu untuk menyejahterakan masyarakat sehingga perekonomian Indonesia bisa meningkat.