Jeritan kecilku yang tak pernah kau dengar

Awal pertemuan, aku mengenal mu dari sebuah instant yang tak terduga, mulai dari berkenalan hingga jadian, aku mengenal mu sebagai seorang pria impian jawaban dari doa ku. Tapi kini apa bisa aku menyebut mu sebagai itu, setelah smuanya engkau buat Mr. true.

Namany pacaran, pasti ada ributnya, bukan damai trus aja, memang dipacaran itu ada kalanya ribut ada kalanya bahagia, ada kalany mensuport, ada kalanya tempat tangisan, tawa dan canda, semuanya punya waktu.

Dimana letak cinta yang selalu kau ucapkan, kau bilang cnta, kau bilang sayang, tapi apa yang kau buat smuanya hancur bukan karna ku saja tapi karna mu juga yang selalu membalas dendamkan. Kurang apa lagi aku, yang slalu mengalah, yang slalu sabar, yang slalu menjelaskan smuanya, yang slalu membujuk mu hingga ku tak tau lagi seberapa liter banyaknya air mata ini aku keluarkan hanya untuk mu.

  1. Sebelum aku terima kamu, kita udah punya komitmen kan, udah aku jelaskan semuanya sebelum aku jawab “ya”. Dan kamu bilang, “gpp, aku terima kamu apa adanya”
  2. Awal ribut, karna mantan aku, udah gitu banyak temen cewe kamu juga yang suka sms” hal ga penting sama kamu yang ada niatnya suka lagi sama kamu, pas ribut itu cewe nyolong kesempatan pdkt, “anjritt  pikir gue, 1 sekolah, 1 kelas, tiap hari ketemu trus lagi, dibanding sama aku yang jarang ketemu, siapa yang ga geger coba kalau disituasi kaya gitu, orang munafik yang bilang gpp”
  3. Ketika ribut, aku slalu bujuk, usaha jelaskan ke kamu, tapi apa ketika kamu yang salah, kamu malah memutarbalikkan fakta, aku juga lagi yang salah, aku juga lagi yang bujuk kamu “pikir ku, yang salah siapa, yang bujuk siapa, fiuuuhhh”
  4. Kalau ribut, tiap aku tanya, jawabannya gpp trus “kadang aku jadi bingung sendiri, mesti gimana. Sayangnya yang dy bilang gpp tapi di ungkit juga ke masa depan.
  5.  Akhir ribut, kamu slalu bilang “ya udah, ga usah dibahas lagi” tapi nyatanya sampe mampus pun diungkit-ungkit lagi “semakin ga ngerti aku”.
  6. Waktu itu kamu pernah janji, kamu ga akan pernah menyerah ngejelasin sesuatu sama aku sama hal nya kaya aku, tapi sayangnya itu tidak pernah ada, yang ada hanya aku, aku, dan aku yang berusaha menjelaskan.
  7. Coba kamu fikir, waktu bulan puasa kemarin yang ingatin kamu puasa, yang ngejelasin tentang puasa sama nyuruh gereja siapa ? aku kan. Tapi apa, ketika kamu minta aku ubah sifat jelek aku, apa kamu ada bantu aku buat berubah, apa ada ?/. ga ada kan. Kamu Cuma bisa bilang “aku banyak bacot”. Dimana letak support kamu buat aku berubah??. Kamu Cuma bisa bilang “itu kan dari diri kmu aja sendiri”, apa bedanya dengan hal yang aku lakukan itu, kalau gitu mestinya kamu sadar juga dong kalau itu bulan puasa. Nah lhoo.
  8. Kamu bilang aku banyak fans, memangnya kamu kira aku langsung suka gitu sama mereka, aku bukan CEWE GAMPANGAN YANG GONTA GANTI PACAR ATAUPUN MELAKUKAN SELINGKUH, kamu bisa tanyakan itu sama mantan-mantan aku kebenarannya. Sekali pun aku punya banyak temen pria, itu semua aku anggap TEMAN, sekalipun mantan itu juga TEMEN aku, ga lebih dari itu.
  9. Mana janji kamu yang dulu, sampai mau nyilet-nyilet urat nadi didepan mata aku trus bilang “Cuma kamu yang aku sayang selamanya”
  10. Apa makna dari kata sayangmu itu tapi kau tinggalkan aku juga
  11. Begitu banyak janjimu yang tak pernah kau tepati, dan bodohnya aku percaya dengan semua janji manismu, dan bodohnya lagi aku menyayangimu.

 

ku hikmati kesalahan ini

ku biarkan hatiku merasa

sayang dan cinta yang tak pernah berakhir

untukmu bukan milikku

aku tau kaupun merasakan

hal yang sama ketika ku di sini

menahan segumpal harapan

dan tetap mencoba mencintai dirimu

sudahlah tak apa bagiku

semuanya bahagia untukmu

walau ku tak sanggup menepis bayanganmu

sayang aku akan selalu ada untukmu

Semua terasa salah

Semua terasa hina

Ketika rasa itu tak bisa lepas

Dari diri yang telah terhempas

Cinta dari suatu yang jauh dari artinya

Memberi walau tak harus diberi

Menerima meski tak diterima

Lihatlah aku disini

Haruskah ini terjadi

Lakukanlah sampai engkau puas

Cari saja apa yang hatimu mau

Sampai kapanpun aku selalu mencoba untuk

Mengerti

Teruskanlah hingga engkau jera

Dustai dan khianati lukai hatiku

Meski lautan airmataku mengering

Ku coba tetap mengerti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s