LDR….

Image

Mungkin ini yang membuat kita pisah…

        aku sadar aku yang ga bisa ldr bukan karna aku ga cinta atau ga sayang sama kamu tapi ternyata selain kita dipisahkan oleh jarak tapi kita juga dipisahkan oleh sulitnya komunikasi. Aku sadar ini salahku. Setelah semuanya aku ceritakan sama kaka aku soal kamu dan aku. Ternyata aku yang salah, aku yang ga bisa ldr. Itu sebabnya kadang aku suka cemburuan yang lebih dan berfikiran negative. Yah aku cemburuan ketika kamu twitteran dengan wanita lain ketika kamu bbm-an dengan wanita lain yang aku ga tau apakah itu temenmu atau ada tanda kutip lainnya yang jelas aku cemburu. Wajar engkau meninggalkan aku, aku egois, aku cemburu, aku bodoh, aku jahat, aku yang udah ngerusak semuanya. Entah apa yang musti aku perbuat, sepertinya semua dimatamu sudah sia-sia. Kenapa aku bisa bilang seperti itu ?? bisa terlihat dari cara kamu membalas bbm aku beberapa hari ini, hilangnya rasa peduli mu, hanya aku yang tiap hari terus menghubungimu sama seperti aku berbicara dengan tembok ya hanya angin lalu.

Kamu berubah karena ulahku sendri, kamu jutek, bahkan kamu juga acuhin aku meski aku terus menghubungi mu, meski aku ingin merubah semuanya, tapi rasa ku tak mungkin karena semuanya udah hancur karna ku sendiri. Dan kamu pun sudah tidak mau tau dengan ku.

Aku tersiksa ketika aku merindukanmu, aku tersiksa ketika kamu hadir dalam bayang-bayangku, aku tersiksa ketika kau hadir disetiap malam dalam mimpi burukku, aku tersiksa ketika aku melihat kamu twitteran/bbm-an dengan wanita lain, aku tersiksa ketika aku mau berusaha tapi kau hanya balas dengan sikap jutek dan acuh mu, aku tersiksa ketika aku sakit tak ada kau lagi disisi, aku tersiksa ketika kau jauh dariku , aku tersiksa ketika kau bilang “aku masih sayang sama kamu {}” tapi ternyata kau sudah bukan milikku, aku tersiksa dengan semuanya, apa yang mesti aku perbuat.? haruskah aku berusaha lagi mengembalikannya atau membiarkanmu mencari yang lain…?? Karna ku liat kamu sudah tidak peduli dengan ku. Kamu lebih asik dengan teman-temanmu, bahkan seolah-olah kamu sudah move on dengan cara kau membenciku.

Tolong beritahu aku jika memang hubungan ini tidak bisa dipertahankan, janganlah berkata “aku masih sayang kamu {}” tapi kenyataannya kamu bukanlah milikku lagi. Jika memang kamu sudah move on dan sudah asik dengan kehidupanmu tanpaku, pergilah…

Biarkan aku tetap hidup dengan semua kenangan yang ada sampai aku terbangun dari mimpi bahwa kau sudah tidak milikku lagi, maaf ketika kau membutuhkanku aku tidak ada untukmu, ketika kau percaya kepadaku aku telah merusak kepercayaanmu, ketika semuanya indah hanya aku yang merusaknya, aku ga tau harus bagaimana lagi😥

Aku ingin air mata ini dihapus oleh mu dan kau dekapkan tubuhku didalam pelukanmu seperti saat terakhir kita bertemu.😥

Aku bahagia jika kau bahagia, meski aku harus hidup dan tinggal dalam kenangan hingga akhirnya aku terbangun dari mimpi.

Teringat apa yang kau berikan
Saat ku mulai merasa kau mampu mengajariku setia
Teringat apa yang kau berikan
Saat ku mulai merasa kau mampu mengajariku cinta
Kau pergi meninggalkan panah cinta yang tertancap tepat di hatiku

Teringat apa yang kau berikan
Saat ku mulai percaya kau memanglah yang pantas ku cinta
Kau pergi meninggalkan luka cinta di hatiku 

Mengapa semua ini harus ku alami
Jalani hidup tanpamu yang jadi detak jantungku
Semua indah yang kau gores dalam hatiku
Musnah terbawa mati oleh rasa yang dulu hanyalah untukmu

Dan kini semua yang kau berikan 
Membuat diriku terasah menerima kenyataan bahwa
Kau pergi meninggalkan lubang cinta di hatiku

Mengapa semua ini harus ku alami
Jalani hidup tanpamu yang jadi detak jantungku
Semua indah yang kau gores dalam hatiku
Musnah terbawa mati oleh rasa yang dulu hanyalah untukmu

Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi
Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
Aku tak akan lupa, tak akan pernah bisa
Tentang apa yang harus memisahkan kita
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Saat ku tertatih tanpa kau di sini
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini

Jika memang dirimulah tulang rusukku
Kau akan kembali pada tubuh ini
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini

Jika memang kau terlahir hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini

Dan ini yang terakhir aku menyakitimu
Ini yang terakhir aku meninggalkanmu
Takkan ku sia-siakan hidupmu lagi

Ini yang terakhir dan ini yang terakhir
Takkan ku sia-siakan hidupmu lagi

Jika memang dirimulah tulang rusukku (terlahir untukku)
Kau akan kembali pada tubuh ini (bawa hatiku kembali)
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini

Jika memang kau terlahir hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini, untukmu seluruh nafas ini
Untukmu seluruh nafas ini

Jika hati dan cinta itu masih ada, bawalah kembali padaku buatlah aku tersenyum supaya aku bisa rasakan kembali indahnya cinta ini…

Tapi jika tidak, kembalikanlah seluruh hatiku, pergilah menjauh dan biarkan aku hidup dalam kenangan bersamamu meski perih dan tersiksa hingga suatu hari nanti aku terbangun dari mimpi bahwa kau tidak ada lagi disisi.

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s