Jika Kita Bertemu Nanti

Jika kita bertemu nanti, ingatkan aku untuk menyapamu. Aku takut aku telah lupa bagaimana rupa wajahmu. mungkin lebih tampan..? Atau masih seperti dulu, saat kamu datang kamu membawa serta sekumpulan kupu-kupu cantik yang akan terbang ke dalam perutku?

Jika kita bertemu nanti, ingatkan aku untuk mengmbalikan sekantong luka yang dulu pernah kamu berikan padaku. Aku tak pernah memintanya, tapi kamu memberikan padaku dengan bayaran sekotak air mata. Ah iya, saat itu bukan kamu yang memberikan sekantong luka padaku. Tapi aku sendiri yang melemparkan harapan padamu, yang malah memantul menjadi luka ke arahku. Aku pun tak tau kenapa aku malah mengoleksi luka-luka itu, hingga aku lelah menyimpan dan menyembunyikannya darimu.
Luka itu sudah kusimpan rapat-rapat di kantong milikku, tak pernah kubuka lagi. Hanya saat aku berpapasan kenangan di tengah jalan secara tak sengaja sekantong luka itu terjatuh dan menyeruak dari tempat persembunyiannya sesekali. 

Jika kita bertemu nanti, ingatkan aku untuk meminta segenggam hatiku yang masih terbawa olehmu. Di pertemuan kita yang terakhir lalu, aku masih ingat ada segenggam hatiku yang masih tersilep di saku celanamu. Iya, dilipatan dompetmu. Aku sengaja membiarkanmu membawanya karna aku pikir kita masih akan bertemu kembali. Jangan bilang kamu sudah memiliki dompet baru.  Ah, tapi tak apa, hanya saja.. bisakah kamu katakan kepadaku, dimana kamu membuang dompet lamamu itu yang segenggam hatiku masih ada di sana? Aku hanya ingin memungut patahan hatiku yang tidak berada pada tempatnya itu.

Tidak..tidak..aku tidak menunggumu. Yang benar saja! Untuk apa aku menunggumu. Di sini aku terlalu sibuk mempersiapkan keperluan saat kita bertemu nanti. Itu tak bisa kamu masukan dalam arti menunggu, kan? Aku hanya tidak ingin terlalu asik dengan persiapanku hingga tak sadar jika kamu ingin singgah sebentar untuk mengembalikan segenggam hati milikku. Apa? Kamu bertanya untuk apa semua persiapan ini..? Lain kali aku jelaskan padamu, tapi tidak sekarang.

Cukup beri aku tanda jika kita bertemu nanti. Kirimkan sekumpulan kupu-kupu cantik itu ke dalam perutku. Aku pasti mengingatmu.

kalimat kalimat diatas sama halnya dengan yang aku rasakan hanya saja aku tak mampu lagi untuk rangkaikan kata seindah itu,

sumber : http://ceritanyafarah.blogspot.com/2012/07/jika-kita-bertemu-nanti.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s