Menjadi karyawan (PNS) / pengusaha….?

            Banyak orang yang bingung jika disuruh pilih antara menjadi karyawan atau pengusaha, beegitu juga dengan saya. Oleh sebab itu saya akan menjelaskan sedikit terlebih dahulu mengenai seorang karyawan atau pengusaha, sebenarnya dua pilihan tersebut sama memilih untuk menjadi yang disuruh atau penyuruh.

            Karyawan itu yah kita bekerja untuk orang lain kemudian kita digaji. Memang sih gajinya sudah pasti kita dapatkan setiap bulannya apalagi menjadi seorang PNS, setiap bulan sudah dapat gaji tetap,terkadang dapat tunjangan (bonus) hari raya dll, kemudian jika udah pensiun masih dapat gaji pensiunan lagi. Menjadi karyawan itu yah kita kerja sesuai posisi yang ditempatkan, namun supaya gaji kita bertambah dan bisa naik jabatan yah kita harus bekerja keras karena setiap karyawan pasti digaji berbeda beda tergantung levelnya, bedanya bisa kita lihat antara gaji pemimpin dengan bawahan.

            Adapun menjadi seorang pengusaha kita butuh modal besar, berani mengambil keputusan, kita juga harus mempunyai mental yang kuat karena harus bersaing dengan pengusaha lainnya. Ada satu hal yang membuat orang enggan untuk menjadi pengusaha yaitu sikap takut kalau-kalau suatu usaha yang didirikannya itu mengalami bangkut atau gagal. Yah namanya juga sebuah usaha kan ga mungkin usaha yang didirikan pertama-tama bisa langsung sukses pastinya juga bertahap mulai berkembang baru maju. Namun salah satu trik nya yaitu jika mendirikan suatu usaha kita harus bisa mengikuti perkembangan zaman dan melihat prospek ke depannya serta cara memanajemennya.

            Ketika tamat kuliah nanti saya ingin menjadi karyawan terlebih dahulu karena saya ingin merasakan gimana sih rasanya jadi seorang karyawan. Selain itu juga sambil mencari dan menambah pengalaman. Yang paling penting yaitu untuk mengumpulkan modal, sambil mengumpulkan modal berfikir untuk membuka usaha apa yang akan didirikan.

            Kenapa saya bilang begitu..??

            Karena kalau saya disuruh pilih, saya tetap lebih milih jadi seorang pengusaha karena bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain dan kita juga bisa santai kerjanya tidak seperti menjadi seorang karyawan. Selain itu juga karena saya ini seorang wanita yang suatu saat nanti akan menjadi seorang ibu, saya juga ingin mempunyai waktu yang lebih untuk keluarga saya tapi bisa menghasilkan uang.

Advertisements

Makna Kesuksesan Menurut Pribadi

              Setiap individu mempunyai pemikiran yang berbeda-beda mengenai makna “sukses” itu sendiri. Menurut kamus bahasa Indonesia kata “sukses” itu berarti berhasil, beruntung. Sedangkan menurut saya sendiri kata “sukses” itu yaitu keberhasilan kita dalam mencapai sesuatu, baik untuk kepuasan sendiri ataupun kepuasan orang lain dalam arti masih dalam hal-hal positif tindakannya.

              Misalnya ketika duduk dibangku sekolah dan perguruan tinggi bisa mendapatkan prestasi seperti mendapatkan peringkat ataupun mendapat ip/ipk yang tinggi dalam hal ini saya sudah sukses membuat kedua orang tua saya bangga dengan prestasi tersebut walaupun dalam bentuk kecil.

              Namun dalam mencapai kesuksesan tidaklah mudah butuh perjuangan. Sukses dan gagal itu selalu berkaitan karena banyak orang bilang kegagalan itu adalah kesuksesan yang tertunda sehingga kita harus belajar dari kegagalan tersebut supaya tidak terulang lagi hal demikian. Oleh sebab itu untuk menghadapi semua situasi adalah dengan tidak menyerah supaya kita bisa mencapai kesuksesan.        

              Awal kesuksesan itu dari “berpikiran positif” menanggapi sesuatu hal yang terjadi didalam hidup kita. Sukses itu berkaitan dengan hal positif – berjuang – jika terjatuh/gagal – harus bangkit & belajar dari kegagalan tersebut – pantang menyerah – berdoa – sukses itu akan tercapai karena semua pasti akan indah pada waktunya. Untuk menjadi orang sukses itu butuh perjuangan, tapi harus kalian ketahui berdoa dan berusaha itu penting karena kalau Tuhan mengizinkan maka kesuksesan itu akan kita capai.

               Sukses itu yaitu bisa membuat bahagia orang lain, mencapai cita-cita dan impian saya. 🙂

SEMANGAT, Berdoa dan berusahalah supaya kesuksesan itu bisa dicapai.

Artikel Ekonomi Kerakyatan

A.    Sistem Ekonomi Kerakyatan

        Sistem Ekonomi Kerakyatan adalah Sistem Ekonomi Nasional Indonesia yang berasas kekeluargaan, berkedaulatan rakyat, bermoral Pancasila, dan menunjukkan pemihakan sungguh-sungguh pada ekonomi rakyat.

Syarat mutlak berjalannya sistem ekonomi kerakyatan yang berkeadilan sosial

  • berdaulat di bidang politik
  • mandiri di bidang ekonomi
  • berkepribadian di bidang budaya

Yang mendasari paradigma pembangunan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan sosial

  • penyegaran nasionalisme ekonomi melawan segala bentuk ketidakadilan sistem dan kebijakan ekonomi
  • pendekatan pembangunan berkelanjutan yang multidisipliner dan multikultural
  • pengkajian ulang pendidikan dan pengajaran ilmu-ilmu ekonomi dan sosial di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi

Sekilas tentang Sistem Ekonomi Kerakyatan

            Bung Hatta dalam Daulat Rakyat (1931) menulis artikel berjudul Ekonomi Rakyat dalam Bahaya, sedangkan Bung Karno 3 tahun sebelumnya (Agustus 1930) dalam pembelaan di Landraad Bandung menulis nasib ekonomi rakyat sebagai berikut:

            “Ekonomi Rakyat oleh sistem monopoli disempitkan, sama sekali didesak dan dipadamkan (Soekarno, Indonesia Menggugat, 1930: 31)”

            Jika kita mengacu pada Pancasila dasar negara atau pada ketentuan pasal 33 UUD 1945, maka memang ada kata kerakyatan tetapi harus tidak dijadikan sekedar kata sifat yang berarti merakyat. Kata kerakyatan sebagaimana bunyi sila ke-4 Pancasila harus ditulis lengkap yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, yang artinya tidak lain adalah demokrasi ala Indonesia. Jadi ekonomi kerakyatan adalah (sistem) ekonomi yang demokratis. Pengertian demokrasi ekonomi atau (sistem) ekonomi yang demokratis termuat lengkap dalam penjelasan pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi:

            “Produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dibawah pimpinan atau penilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan bukan kemakmuran orang-seorang. Sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi.

            Perekonomian berdasar atas demokrasi ekonomi, kemakmuran bagi semua orang! Sebab itu cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Kalau tidak, tampuk produksi jatuh ke tangan orang-orang yang berkuasa dan rakyat yang banyak ditindasinya.

            Hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh ada di tangan orang-seorang.

            Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat. Sebab itu harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”

            Memang sangat disayangkan bahwa penjelasan tentang demokrasi ekonomi ini sekarang sudah tidak ada lagi karena seluruh penjelasan UUD 1945 diputuskan MPR untuk dihilangkan dengan alasan naif, yang sulit kita terima, yaitu “di negara negara lain tidak ada UUD atau konstitusi yang memakai penjelasan.

Tujuan yang diharapkan dari penerapan Sistem Ekonomi Kerakyatan

  • Membangun Indonesia yang berdikiari secara ekonomi, berdaulat secara politik, dan berkepribadian yang berkebudayaan
  • Mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan
  • Mendorong pemerataan pendapatan rakyat
  • Meningkatkan efisiensi perekonomian secara nasional

Limahal pokok yang harus segera diperjuangkan agar system ekonomi kerakyatan tidak hanya menjadi wacana saja

  1. Peningkatan disiplin pengeluaran anggaran dengan tujuan utama memerangi praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam segala bentuknya
  2. Penghapusan monopoli melalui penyelenggaraan mekanisme persaingan yang berkeadilan (fair competition)
  3. Peningkatan alokasi sumber-sumber penerimaan negara kepada pemerintah daerah
  4. Penguasaan dan redistribusi pemilikan lahan pertanian kepada petani penggarap
  5. Pembaharuan UU Koperasi dan pendirian koperasi-koperasi “sejati” dalam berbagai bidang usaha dan kegiatan. Yang perlu dicermati, peningkatan kesejahteraan rakyat dalam konteks ekonomi kerakyatan tidak didasarkan pada paradigma lokomatif, melainkan pada paradigma fondasi.

B.     Ekonomi Kerakyatan

            Ekonomi kerakyatan merupakan sistem ekonomi yang didasarkan pada kekuatan ekonomi rakyatnya. Dalam ekonomi kerakyatan yang menjadi kegiatan ekonomi adalah ekonomi rakyat sendiri

            Dimana ekonomi rakyat sendiri adalah sebagai kegiatan ekonomi atau usaha yang dilakukan oleh rakyat kebanyakan (popular) yang dengan secara swadaya mengelola sumberdaya ekonomi apa saja yang dapat diusahakan dan dikuasainya, yang selanjutnya disebut sebagai Usaha Kecil dan Menegah (UKM) terutama meliputi sektor pertanian, peternakan, kerajinan, makanan, dsb., yang ditujukan terutama untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan keluarganya tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat lainnya.

            Ekonomi kerakyatan tumbuh berdasarkan pengetahuan dan ketrampilan rakyat untuk mengelola lingkungan dan tanah. Dalam ekonomi kerakyatan tujuan dilakukannya kegiatan ekonomi hanyalah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari -hari. Sehingga tidak terjadi eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam yang tersedia. Dalam ekonomi kerakyatan tidak terjadi kesenjangan sosial seperti yang terjadi pada negara kawasan Eropa.

            Karena ekonomi kerakyatan dibangun dengan mengutamakan kesejahteraan masyarakatnya. Bukan untuk mencari keuntungan pribadi semata. Hal ini sesuai dengan asas yang diterapkan dalamsistem ekonomi kerakyatan yaitu asas kekeluargaan dan kedaulatan rakyat yang benar – benar memihak pada ekonomi rakyat. Namun sayangnya ekonomi kerakyatan yang ada diterapkan di Indonesia kebanyakn masih berupa wacana semata.

            Banyak kegiatan ekonomi yang tidak lagi mengedepankan kepentingan rakyat. Melainkan hanya untuk kepentingan pribadi. Hal ini terlihat dari sistem kerja kontrak yang sangat merugikan masayarakat. Banyaknya kegiatan KKN yang dilakukan secara terang – terangan. Tidak hanya itu, sekarang sumber daya alam pun sudah dieksploitasi secara besar – besaran tanpa memperhitungkan kelestarian alam. Sehingga tidak mengherankan kalau sekarang banyak fauna yang terusir dari habitat asli mereka dan terancam punah.

            Dalam pelaksanaannya, ekonomi kerakyatan juga harus benar-benar menukik pada penciptaan kelas pedagang/wirausaha kecil dan menengah yang kuat dan tangguh. Untuk merealisasikannya, pemerintah seharusnya mengalokasikan anggaran yang lebih besar dan memadai bagi pengembangan usaha kecil dan menengah ini.

            Inilah peran yang harus dimainkan pemerintah dalam megentaskan rakyat dari kemiskinan menghadapi krisis ekonomi. Adanya kemauan politik pemerintah untuk membangkitkan kembali ekonomi kerakyatan merupakan modal utama bagi bangsa untuk bangkit kembali menata perekonomian bangsa yang sedang terpuruk ini.

            Untuk melakukan tugas ini, pemerintah harus diisi oleh orang-orang yang memiliki komitmen kerakyatan yang kuat. Dengan komitmen ini, mereka akan berjuang mengangkat kembali kehidupan rakyat yang melarat menuju sejahtera.

            Kesalahan dalam memilih orang pada posisi-posisi penting ekonomi akan membawa akibat fatal. Mereka hanya memperpanjang daftar penderitaan rakyat, kalau mereka tidak memiliki simpati yang ditingkatkan menjadi empati terhadap denyut nadi kehidupan rakyat dengan menyederhanakan birokrasi dalam berbagai perizinan, menghapus berbagai pungutan dan retribusi yang mengakibatkan biaya ekonomi tinggi, menciptakan rasa aman dan sebagainya yang akan membuahkan suasana kondusif bagi dunia usaha untuk meningkatkan kinerjanya.

            Rakyat sendiri harus dimampukan mengubah mentalnya dari keinginan menjadi pegawai yang mencerminkan mental inlander kepada mental usahawan yang mandiri, untuk ini peningkatan sumberdaya manusia melalui berbagai pendidikan dan pelatihan menjadi penting, karena peningkatan ekonomi rakyat mayarakat adanya mental wiraswasta yang tangguh dan mampu bersaing dalam percaturan bisnis di era pasar bebas.

            Rakyat harus bisa menciptakan lapangan kerja, bukan mencari kerja. Makin besar dan berkembang usaha mereka akan makin banyak tenaga kerja tersalurkan. Ini tentu menjadi sumbangan yang tidak kecil bagi penciptaan lapangan kerja baru dan pengurangan jumlah pengangguran.

 

Sumber :

http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-sistem-ekonomi-kerakyatan.html

http://indobeta.com/ekonomi-kerakyatan/2843/

http://images.jawierz.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/SR–BwoKCCoAAAlV1DQ1/kerakyatan.doc?key=jawierz:journal:2&nmid=135274565