Rangkuman bab 3 “SISTEM EKONOMI INDONESIA”

Nama : TEKLA SHINTAULI LORENTINA

Kelas : 1EB12

Npm   : 27211068

        Saat ini sering dipertanyakan dan diperdebatkan mengenai sistem ekonomi apa-sistem ekonomi yang bagaimana-yang diterapkan atau berlangsung di Indonesia. Disini akan diringkas mengenai hal tersebut.

 1.1   Pengertian Sistem

        Sistem adalah suatu “organisasi besar” yang menjalin sebagai subjek atau objek serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu. Subjek atau objek pembentuk system : orang-orang/masyarakat, suatu sistem sosial/sistem kemasyarakatan, makhluk-makhluk hidup dan benda alam, sistem kehidupan/lingkungan, barang/alat, dan lain-lain.

         Hal tersebut merupakan himpunan subjek/objek, himpunan tersebut harus lengkap baru bisa membentuk sistem dengan perangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalin tentang bagaimana subjek/objek yang ada bekerja, berhubungan dan berjalan / dijalankan.

        Selain itu juga, syarat sebuah sistem yaitu keserasian hubungan antarsubjek (antarobjek) karena suatu organisasi mempunyai tujuan tertentu sehingga keserasian tersebut yang memberi petunjuk dapat berjalan/dijalankan sistem tersebut dan memberikan nilai apakah tujuan tersebut dapat dicapai/tidak.

       Guna membentuk dan memelihara keserasian itu diperlukan kaidah atau norma-norma tertentu yang harus dipatuhi oleh subjek/objek yang bekerja dan berhubungan satu sama lain bisa berupa aturan dan peraturan. Contohnya aturan sistem kekerabatan, peraturan sistem politik/pemerintah. Kaidah berupa ketentuan teknis seperti teknis sistem mesin uap. Norma berupa ketentuan administratif seperti syarat penerimaan pegawai dan standar prestasi dalam penggajian.

       Sebuah sistem, sesederhana apapun senantiasa mengandung kadar kompleksitas tertentu. Dari uraian diatas kiranya cukup jelas dimana sebuah sistem merupakan jalinan semua itu mencakup subjek/objek, dan perangkat kelembagaan yang membentuk.

       Setiap sistem dapat dipilah menjadi subsistem yaitu sistem-sistem lebih kecil yang merupakan bagian dari dirinya.

      Setiap sistem pada hakekatnya merupakan bagian dari suprasistem yaitu sebuah sistem lebih besar kemana ia (bersama dengan sistem lain) menginduk.

      Bertolak dari pemahaman dasar mengenai makna dan hakekat sistem tadi, dengan segala kompleksitas dan keterkaitannya, mari kita mengenali sistem-sistem ekonomi yang ada.

1.2     Sistem Ekonomi dan Sistem Politik

      Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antarmanusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Unsur-unsur sistem ekonomi :

  • Manusia sebagai subjek ; barang-barang ekonomi sebagai objek
  • Perangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalin dalam kegiatan berekonomi seperti lembaga-lembaga ekonomi (formal maupun nonformal), hukum dan peraturan perekonomian, kaidah dan norma-norma lain. Termasuk juga kebiasaan, perilaku dan etika masyarakat yang diterapkan diberbagai aktivitas berkenaan pemanfaatan sumberdaya bagi pemenuhan kebutuhan

Benang Merah Hubungan Sistem Ekonomi dengan Sistem Politik

“KUTUB A”

KONTEKS PENGKUTUBAN

“KUTUB Z”

Liberalisme (liberal)

Ideologi politik

Komunisme (komunis)

Demokrasi (demokratis)

Rejim pemerintahan (cara memerintah)

Otokrasi (otoriter

Egalitarianisme (egaliter)

Penyelenggaraan kenegaraan

Etalisme (etatis)

Desentralisme (desentralistis)

Struktur birokrasi

Sentralisme (sentralistis)

Kapitalisme (kapitalis)

Ideologi ekonomi

Sosialisme (sosialis)

Mekanisme Pasar

Pengelolaan ekonomi

Perencanaan terpusat

  • Negara yang berideologi politik liberalisme dengan rejim pemerintahan demokratis : menganut ideologi ekonomi kapitalisme dan pengelolaan ekonomi yang berlandaskan mekanisme pasar, negara bersifat egaliter dan struktur birokrasinya desentralistis
  • Negara yang berideologi politik komunisme dengan rejim pemerintahan otoriter : ideologi ekonomi cenderung sosialisme dengan pengelolaan ekonomi perencanaan terpusat, negaranya bersifat etatis dan struktur birokrasi yang sentralistis

       Sistem ekonomi suatu negara dikatakan bersifat khas sehingga bisa dibedakan dengan sistem ekonomi dinegara lain bisa dilihat dari  sudut tinjauannya, antara lain :

  1. Sistem pemilikan sumber daya/faktor-faktor produksi
  2. Kebiasaan masyarakat untuk saling berkompetisi satu sama lain dan untuk menerima imbalan atas prestasi kerjanya
  3. Kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan, dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya.

1.3    Kapitalisme dan Sosialisme

Sistem ekonomi kapitalisme ciri-cirinya :

  • Hak individu diakui
  • Diberikan kelonggaran perorangan untuk memiliki sumberdaya
  • Kompetisi antarindividu, persaingan antar badan usaha dalam mengejar keuntungan sangat dihargai
  • Tidak ada batasan dalam menerima imbalan atas prestasi kerjanya
  • Menganut prinsip keadilan : setiap orang menerima imbalan berdasarkan prestasi kerjanya
  • Campur tangan pemerintah sangat minim
  • Pemerintah sebagai pengamat dan pelindung perekonomian

Sistem ekonomi sosialis ciri-cirinya :

  • Sumber daya/faktor produksi dikuasai negara
  • Lebih ditekankan kebersamaan masyarakat dalam  menjalankan dan memajukan perekonomian
  • Imbalan yang diterima didasarkan pada kebutuhannya
  • Menganut prinsip keadilan : setiap orang menerima imbalan yang sama
  • Campur tangan pemerintah sangat tinggi
  • Pemerintah menentukan dan merencanakan tiga persoalan pokok perekonomian yaitu what, how dan for whom.

1.4    Persaingan Terkendali

       Iklim persaingan berekonomi dan kompetisi berbisnis di Indonesia bukanlah persaingan yang bebas-lepas melainkan persaingan yang terencana-terkendali. Ketidak-kapitalis-an dan ketidak-sosialis-an sistem ekonomi Indonesia terlihat dalam perilaku,norma dan etika yang berlaku dimasyarakat.

       Kendati tak tertulis, rasionalitas masyarakat Indonesia dalam berekonomi adalah tercipta atau terpeliharanya optimalitas bukan maksimalitas. Namun kenyataannya dalam memenuhi keinginan, masyarakat lebih mencapai keadaan optimum bukan peraihan kedudukan maksimum. Walaupun individualisme orang Indonesia dalam perilaku sehari-hari tampak nyata dan diduga akhir-akhir ini semakin tebal namun rasa kebersamaan dan kesetiakawanan tak pernah memudar.

1.5    Kadar Kapitalisme dan Sosialisme

Untuk melihat berapa tebal kadar masing-masing “isme” tersebut dapat dilihat dari dua pendekatan:

  1. Pendekatan faktural-struktural : dengan menelaah peranan pemerintah atau negara dalam struktur perekonomian dapat digunakan rumus kesamaan agregat Keynesian, dengan pendekatan pengeluaran
 
 

Y = C + I + G + (X-M)

 

Y = Pendapatan nasional

C = Konsumsi

I  = Investasi

G = Pemerintah

X = Ekspor

M = Impor

       Selain dengan cara diatas dapat pula dilakukan dengan mengamati peranan pemerintah secara sektoral yang berarti pemerintah ikut terlibat dalam mengatur sektor-sektor produksi (lapangan usaha) dan berbagai kegiatan bisnis lainnya.

2. Pendekatan Sejarah : dengan menelusuri bagaimana perekonomian bangsa diorganisasikan dari waktu ke waktu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s