PERANAN PEMUDA DAN MAHASISWA TERHADAP KEMAJUAN BANGSA (ERA DULU DAN SEKARANG)

Nama : TEKLA SHINTAULI LORENTINA

Kelas : 1EB12

Npm   : 27211068  

        Pemuda dan mahasiswa adalah generasi penerus bangsa yang sangat berpengaruh terhadap kemajuan bangsa. Mulai dari pelajar, mahasiswa dan yang sudah menyelesaikan pendidikannya merupakan kaum muda yang sangat diandalkan untuk mewujudkan cita-cita kehidupan bangsa kita di masa yang akan datang.

         Kaum muda Indonesia perlu membiasakan diri untuk mengerjakan apa yang seharusnya dikerjakan guna memperbaiki keadaan supaya menjadi lebih baik seperti melaksanakan tugas dan kewajiban setiap individu. Salah satu contohnya yaitu belajar dengan sungguh-sungguh baik di SD, SMP, SMA, PTN/PTS supaya kelak bisa menjadi pemimpin yang baik dan berguna untuk masyarakat banyak.

          Perjuangan pemuda dan mahasiswa di Indonesia pada era dulu dan sekarang sangat jauh berbeda yang bisa kita lihat dengan mata kita sendiri.

ERA DULU

          Peran penting pemuda telah tercatat mulai dari tahun 1908 dengan berdirinya pergerakan Budi Utomo. Lahirnya sumpah pemuda tahun 1928 dijadikan dasar untuk membangkitkan rasa nasionalisme pemuda-pemudi Indonesia untuk bersatu, namanya saja sumpah pemuda berarti kaum muda yang ikut ambil peran dalam meraih kemerdekaan, adapun isi sumpah pemuda tersebut yaitu

  1. Kami putra dan putri Indonesia mengaku, bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
  2. Kami putra dan putri Indonesia mengaku, berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
  3. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia

            Masih ingatkah kita ketika Bung Karno berkata “Berikan Aku 10 Pemuda maka akan Kugoncangkan Dunia”

         Atas desakan para pemuda Indonesia pula, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada tahun 1965 berkat perjuangan pemuda dengan aksi TriTura (tiga tuntutan rakyat) meruntuhkan kekuasaan orde lama. Pergerakan pemuda dan mahasiswa berlanjut pada tahun 1966 saat masa revolusi dimana pada waktu itu Indonesia akan dirubah menjadi ideologi Komunis dimana ideologi tersebut tidak cocok di Indonesia.

         Pada tahun 1998 pergerakan pemuda dan mahasiswa meruntuhkan kekuasaan Orde Baru selama 32 tahun dan mendobrak ketidakadilan sistem politik dan ekonomi sekaligus membawa kita ke era reformasi. Pada tahun 1999 peran pemuda Indonesia sangat penting dalam menumbangkan rezim Suharto dimana yang telah kita ketahui adanya peristiwa trisakti dan semangi yang mengorbankan 4 orang mahasiswa karena ditembak polisi.

ERA SEKARANG

        Pada zaman sekarang yang sudah maju dengan kemajuan teknologi membuat para pemuda kurang peduli dengan kondisi disekelilingnya serta persoalan bangsa bahkan cenderung terpecah belah dan bersikap sangat individualistis seperti yang bisa kita saksikan, banyak sekali para pemuda yang ikut tawuran hanya karena masalah saling ejek bahkan masalah sepele pun dijadikan kehancuran. Sikap mereka tersebut telah menghancurkan semangat sumpah pemuda yang sudah diperjuangan sangat sulit oleh para pemuda di era dulu.

         Masalah pemuda masa kini antara lain emosi yang tidak terkendali, egois, kurang peduli dengan lingkungan. Para pemuda zaman sekarang banyak yang menjerumuskan dirinya sendiri kedalam narkoba, hura-hura, minum-minum di diskotik, pesta pora, serta seks bebas bahkan meniru gaya kebarat-baratan, hal  tersebut sungguh memprihatinkan. Bisa digambarkan banyak orang yang lebih bersifat konsumerisme bahkan banyak pemuda dan kalangan masyarakat yang lebih banyak menggunakan produk asing bukan produk dalam negeri seharusnya kita sadar sebagai pemuda bahwa kita sedang dijajah dengan bangsa lain namun tidak dengan cara seperti era dulu melainkan dengan cara halus melalui produk-produk asing yang banyak dipakai.

        Pemuda saat ini terkesan ideologis, pragmatis, materialistis dan anarkis. Aksi dan pergerakannya kurang fokus, tidak memiliki visi bersama, bahkan terkotak-kotak. Hal ini terjadi karena tidak adanya arahan yang jelas ataupun kepedulian terhadap nasib bangsa. Salah satu contonya yaitu para pemuda yang berdemo dengan cara yang anarkis merusak fasilitas yang ada, tahukah kalian membangun fasilitas tersebut uangnya berasal dari rakyat sehingga menimbulkan kerugian.

        Namun hanya ada sebagian kecil pemuda dan mahasiswa yang berjuang untuk mengharumkan nama bangsa melalui bidang pendidikan, olahraga, teknologi, perdamaian, seni dan lain-lain. Bisa kita lihat dibidang olahraga seperti Taufik Hidayat, atlet bulutangkis Indonesia yang telah menorehkan sejarah tingkat dunia. Bidang pendidikan seperti adanya pertukaran pelajar, prestasi-prestasi olimpiade yang telah diraih pemuda-pemuda dan mahasiswa yang mengharumkan nama Indonesia diluar negeri.

Kesimpulan : Fakta sejarah diatas telah menjadi bukti bahwa pemuda dan mahasiswa sangat berperan penting dalam menyumbangkan pikiran, konsep serta partisipasi dalam proses perjuangan, pembaruan dan kemajuan bangsa. Pemuda saat ini sangat dikhawatirkan karena mulai melupakan semangat sumpah pemuda yang sudah banyak diperjuangkan oleh kaum muda era dulu. Hal ini akan berakibat pada hilangnya rasa nasionalisme yang berarti hilangnya kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Rangkuman Bab 4 “PENDAPATAN NASIONAL, PERTUMBUHAN DAN STRUKTUR EKONOMI”

Nama : TEKLA SHINTAULI LORENTINA

Kelas : 1EB12

Npm   : 27211068   

        Prestasi ekonomi suatu bangsa atau negara dapat dinilai dengan berbagai ukuran agregat diantaranya dengan ukuran besaran melihat pendapatan nasional yang berguna untuk menilai perkembangan ekonomi suatu negara dari waktu ke waktu dan membandingkannya dengan negara lain, selain itu diperoleh ukuran turunan (derived measures) seperti pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita.

1.1    Konsep – Konsep Pendapatan Nasional

Istilah pendapatan nasional bisa dilihat dari dua segi,

  • Dalam arti sempit : terjemahan langsung dari national income
  • Dalam arti luas : dapat merujuk ke Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross domestic Product (GDP), Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP), Produk Nasional Neto (PNN) atau Net National Product (NNP), pendapatan nasional (PN) alias National Income (NI)

1.2    Metode Perhitungan Pendapatan Nasional

         Perhitungan pendapatan nasional Indonesia dimulai dengan Produk Domestik Bruto yang dapat dihitung dengan tiga macam pendekatan 1 pendekatan produksi 2 pendekatan pendapatan 3 pendekatan pengeluaran.

  1. Pendekatan produksi

        PDB adalah jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu setahun. Unit-unit produksi tersebut dibagi menjadi 11 sektor :

  • Pertanian
  • Pertambangan dan penggalian
  • Industri pengolahan
  • Listrik,gas,dan air minum
  • Bangunan
  • Perdagangan
  • Pengangkutan dan komunikasi
  • Bank dan lembaga keuangan
  • Sewa rumah
  • Pemerintahan
  • Jasa-jasa

    2. Pendekatan Pendapatan

        PDB adalah jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang turut serta dalam proses produksi diwilayah suatu negara dalam jangka waktu setahun seperti upah dan gaji, sewa tanah, bunga modal dan keuntungan yang dihitung sebelum dipotong pajak penghasilan dan pajak langsung lainnya. Selain itu mencakup penyusutan dan pajak-pajak tak langsung neto. Jumlah semua komponen pendapatan per sektor ini disebut nilai tambah bruto sektoral.

    3. Pendekatan pengeluaran

PDB adalah jumlah seluruh komponen permintaan akhir.

 

PNB = PDB + pendapatan neto atas faktor luar negeri

 

Pendapatan neto atas faktor luar negeri

= pendapatan warga negara Indonesia diluar negeri – pendapatan warga negara asing di indonesia

 

PNN = PNB – penyusutan

PDB dan PNB serta PNN diatas termasuk dasar harga pasar karena masih mengandung unsur pajak tak langsung neto.

Pajak Tak Langsung Neto = pajak tak langsung – subsidi

 

PNN (harga pasar) – pajak tidak langsung = PNN (biaya faktor produksi

 

 PNN atas dasar biaya faktor produksi disebut dengan pendapatan nasional (national income).

1.3    Metode Penghitungan Pertumbuhan Riil

         PDB,PNB,PNN, dan PN secara umum disebut agregat ekonomi artinya angka besaran total yang menunjukkan prestasi ekonomi suatu negara atau negeri. Cara perhitungannya pertama harus dihilangkan pengaruh perubahan harga pada angka-angka agregat menurut harga berlaku (current prices) sehingga terbentuk angka agregat ekonomi menurut harga konstan (constant prices). Ada tiga metode untuk melakukan hal tersebut :

  • Metode revaluasi : menilai produksi masing-masing tahun menggunakan harga tahun tertentu yang dijadikan tahun dasar
  • Metode ekstrapolasi : memperbarui (updating) nilai tahun dasar sesuai dengan indeks produksi/tingkat pertumbuhan riil dari tahun sebelumnya
  • Metode deflasi : membagi nilai masing-masing tahun dengan harga relative yang sesuai ( indeks harga x 1/100)

1.4   Metode Penghitungan Nilai tambah

        Nilai tambah (added value) = nilai akhir (harga jual) produk – nilai bahan bakunya

Nilai tambah menurut harga berlaku yaitu nilai tambah yang dihitung menurut harga tahun yang berjalan.

Nilai tambah dapat dihitung menurut harga konstan dengan 4 cara:

  • Metode deflasi ganda : dilakukan jika keluaran (output) menurut harga konstan dihitung terpisah dari masukan-antara (intermediate-input) menurut harga konstan (selisih antara keluaran dan masukan-antara menurut harga konstan)
  • Metode ekstrapolasi langsung : dengan menggunakan perkiraan-perkiraan dari perhitungan keluaran menurut harga konstan/langsung menggunakan indeks produksi yang sesuai
  • Metode deflasi langsung : dengan menggunakan indeks harga implisit dari keluaran / secara langsung menggunakan indeks harga produksi yang sesuai kemudian dijadikan angka pembagi terhadap nilai tambah menurut harga yang berlaku.
  • Metode deflasi komponen pendapatan : dengan cara mendeflasikan komponen-komponen nilai tambah atas pendapatan yang membentuk unsur nilai tambah tersebut seperti pendapatan tenaga kerja, modal dan manajemen

1.5   Pendapatan Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi

        Banyak faktor yang memungkinkan perekonomian Indonesia tumbuh sangat pesat dengan panjang kurun pembangunan jangka panjang tahap pertama yang lalu. Keberhasilan rehabilitasi sarana dan prasarana ekonomi pada masa peralihan 1966-1968 termasuk prestasi dalam bidang perbankan dan penanaman modal yang menjadi “bekal” utama. Bekal yang memantapkan dan merangsang kegiatan ekonomi ini semakin bagus manakala pada awal dasawarsa 1970-an Indonesia mendapat rejeki nomplok (bonanza) penerimaan minyak bumi akibat krisis Timur Tengah. Kendati pada awal proses pembangunan sempat terganjal oleh dampak resesi dunia namun kesigapan pemerintah meluncurkan berbagai kebijaksanaan deregulatif berhasil memulihkan situasi.

        Pemulihan situasi kala itu tak boleh dilupakan namun didukung pula oleh kemantapan ketersediaan pangan. Sejak tahun 1984 Indonesia mulai berswasembada pangan. Kebutuhan beras merupakan bahan pangan utama yang berhasil dipenuhi sendiri,

1.6  Pendapatan Per Kapita dan Kemiskinan

       Saat ini Indonesia masih tergolong sebagai negara berpendapatan menengah-bawah. Namun pendapatan perkapita tidak satu-satunya tolak ukur untuk menilai tingkat kemakmuran suatu bangsa. Tapi harus pula memperhatikan distribusi pendapatan itu dikalangan penduduk. Tolak ukur lainnya seperti angka harapan hidup, rasio dokter-penduduk, indeks mutu kehidupan secara fisik dan lain-lain.

        Tingkat kesejahteraan penduduk dapat pula dilihat melalui alokasi konsumsinya. Semakin sejahtera penduduk suatu negeri semakin kecil pengeluaran konsumsinya untuk pembelian bahan pangan. Masalah yang harus diperhatikan dimasa datang dalam pertumbuhan ekonomi adalah masih cukup besarnya jumlah penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan. Guna mengurangi kemiskinan melalui program-program pembangunan untuk itu perlu diciptakan prakondisi yang mendukungnya.

1.7   Struktur Ekonomi Indonesia

Dapat dilihat dari 4 macam sudut tinjauan:

  • Tinjauan makro setoral : perekonomian yang berstruktur yang menjadi tulang punggung perekonomian
  • Tinjauan keruangan (spasial) : berstruktur kedesaan/tradisional dan berstruktur kekotaan/modern
  • Tinjauan penyelenggaraan kenegaraan : berstruktur etatis, egaliter, atau borjuis
  • Tinjauan birokrasi pengambilan keputusan : struktur ekonomi yang sentralistis dan desentralistis

Dua yang pertama disebut tinjauan ekonomi murni sedangkan duanya lagi disebut tinjauan politik

1.8    Tinjauan Makro-Sektoral (lapangan usaha)

        Salah satu contohnya sektor pertanian yang merupakan sektor utama sumber kehidupan rakyat dari segi penyerapan tenaga kerja yang bersifat dualistis. Sementara sektor industri pengolahan penyerapan tenaga kerja tidak sebanyak dari sektor pertanian. Tesis boeke seorang ekonom belanda mengatakan bahwa perekonomian Indonesia berstruktur dualistis, hanya saja dualisme yang berlangsung sekarang tidak sepenuhnya identik dengan dualisme yang dulu dikemukakannya.

        Jika ditinjau secara makro-sektoral ekonomi Indonesia masih dualistis akan tetapi penyumbang utama pendapatan nasional adalah sektor indusrti pengolahan. Semua itu berarti Indonesia baru bergeser dari struktur agraris ke struktur yang industrial.

1.9   Tinjauan Lain

        Dilihat dengan kacamata politik sejak awal orde baru hingga pertengahan dasawarsa 1980-an perekonomia Indonesia berstruktur etatis. Sementara ini Indonesia berstruktur borjuis. Berdasarkan tinjauan birokrasi pengambilan keputusan, Indonesia sedang menuju tahap pertama sentralistis yang terpelihara rapi karena sesuai dengan budaya/kultur masyarakat Indonesia yang paternalistik. Struktur ekonomi yang etatis dan sentralistis berkaitan erat yang sedang dilakukan proses panjang perjalanan pembangunan dimana peran/dukungan pemerintah sebagai agen pembangunan yang menjadikan etatis serta pemerintah pusat yang kuat yang menjadikannya sentralistis.

         Pembangunan ekonomi yang sengaja diarahkan keindustrialisasi mengurangi kadar agraritas struktur perekonomian karena hanya kaum pemodal dan pengusaha saja yang bisa berperan serta aktif. Struktur ekonomi yang tengah kita hadapi saat ini sesungguhnya merupakan struktur yang transisional.

2.0 Konsep-konsep Pendapatan Ditinjau Kembali, rumusnya :

Modified GDP = Conventioanl GDP – Environmental Cost

Atau

GDPmod = GDP – EC

Rangkuman bab 3 “SISTEM EKONOMI INDONESIA”

Nama : TEKLA SHINTAULI LORENTINA

Kelas : 1EB12

Npm   : 27211068

        Saat ini sering dipertanyakan dan diperdebatkan mengenai sistem ekonomi apa-sistem ekonomi yang bagaimana-yang diterapkan atau berlangsung di Indonesia. Disini akan diringkas mengenai hal tersebut.

 1.1   Pengertian Sistem

        Sistem adalah suatu “organisasi besar” yang menjalin sebagai subjek atau objek serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu. Subjek atau objek pembentuk system : orang-orang/masyarakat, suatu sistem sosial/sistem kemasyarakatan, makhluk-makhluk hidup dan benda alam, sistem kehidupan/lingkungan, barang/alat, dan lain-lain.

         Hal tersebut merupakan himpunan subjek/objek, himpunan tersebut harus lengkap baru bisa membentuk sistem dengan perangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalin tentang bagaimana subjek/objek yang ada bekerja, berhubungan dan berjalan / dijalankan.

        Selain itu juga, syarat sebuah sistem yaitu keserasian hubungan antarsubjek (antarobjek) karena suatu organisasi mempunyai tujuan tertentu sehingga keserasian tersebut yang memberi petunjuk dapat berjalan/dijalankan sistem tersebut dan memberikan nilai apakah tujuan tersebut dapat dicapai/tidak.

       Guna membentuk dan memelihara keserasian itu diperlukan kaidah atau norma-norma tertentu yang harus dipatuhi oleh subjek/objek yang bekerja dan berhubungan satu sama lain bisa berupa aturan dan peraturan. Contohnya aturan sistem kekerabatan, peraturan sistem politik/pemerintah. Kaidah berupa ketentuan teknis seperti teknis sistem mesin uap. Norma berupa ketentuan administratif seperti syarat penerimaan pegawai dan standar prestasi dalam penggajian.

       Sebuah sistem, sesederhana apapun senantiasa mengandung kadar kompleksitas tertentu. Dari uraian diatas kiranya cukup jelas dimana sebuah sistem merupakan jalinan semua itu mencakup subjek/objek, dan perangkat kelembagaan yang membentuk.

       Setiap sistem dapat dipilah menjadi subsistem yaitu sistem-sistem lebih kecil yang merupakan bagian dari dirinya.

      Setiap sistem pada hakekatnya merupakan bagian dari suprasistem yaitu sebuah sistem lebih besar kemana ia (bersama dengan sistem lain) menginduk.

      Bertolak dari pemahaman dasar mengenai makna dan hakekat sistem tadi, dengan segala kompleksitas dan keterkaitannya, mari kita mengenali sistem-sistem ekonomi yang ada.

1.2     Sistem Ekonomi dan Sistem Politik

      Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antarmanusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Unsur-unsur sistem ekonomi :

  • Manusia sebagai subjek ; barang-barang ekonomi sebagai objek
  • Perangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalin dalam kegiatan berekonomi seperti lembaga-lembaga ekonomi (formal maupun nonformal), hukum dan peraturan perekonomian, kaidah dan norma-norma lain. Termasuk juga kebiasaan, perilaku dan etika masyarakat yang diterapkan diberbagai aktivitas berkenaan pemanfaatan sumberdaya bagi pemenuhan kebutuhan

Benang Merah Hubungan Sistem Ekonomi dengan Sistem Politik

“KUTUB A”

KONTEKS PENGKUTUBAN

“KUTUB Z”

Liberalisme (liberal)

Ideologi politik

Komunisme (komunis)

Demokrasi (demokratis)

Rejim pemerintahan (cara memerintah)

Otokrasi (otoriter

Egalitarianisme (egaliter)

Penyelenggaraan kenegaraan

Etalisme (etatis)

Desentralisme (desentralistis)

Struktur birokrasi

Sentralisme (sentralistis)

Kapitalisme (kapitalis)

Ideologi ekonomi

Sosialisme (sosialis)

Mekanisme Pasar

Pengelolaan ekonomi

Perencanaan terpusat

  • Negara yang berideologi politik liberalisme dengan rejim pemerintahan demokratis : menganut ideologi ekonomi kapitalisme dan pengelolaan ekonomi yang berlandaskan mekanisme pasar, negara bersifat egaliter dan struktur birokrasinya desentralistis
  • Negara yang berideologi politik komunisme dengan rejim pemerintahan otoriter : ideologi ekonomi cenderung sosialisme dengan pengelolaan ekonomi perencanaan terpusat, negaranya bersifat etatis dan struktur birokrasi yang sentralistis

       Sistem ekonomi suatu negara dikatakan bersifat khas sehingga bisa dibedakan dengan sistem ekonomi dinegara lain bisa dilihat dari  sudut tinjauannya, antara lain :

  1. Sistem pemilikan sumber daya/faktor-faktor produksi
  2. Kebiasaan masyarakat untuk saling berkompetisi satu sama lain dan untuk menerima imbalan atas prestasi kerjanya
  3. Kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan, dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya.

1.3    Kapitalisme dan Sosialisme

Sistem ekonomi kapitalisme ciri-cirinya :

  • Hak individu diakui
  • Diberikan kelonggaran perorangan untuk memiliki sumberdaya
  • Kompetisi antarindividu, persaingan antar badan usaha dalam mengejar keuntungan sangat dihargai
  • Tidak ada batasan dalam menerima imbalan atas prestasi kerjanya
  • Menganut prinsip keadilan : setiap orang menerima imbalan berdasarkan prestasi kerjanya
  • Campur tangan pemerintah sangat minim
  • Pemerintah sebagai pengamat dan pelindung perekonomian

Sistem ekonomi sosialis ciri-cirinya :

  • Sumber daya/faktor produksi dikuasai negara
  • Lebih ditekankan kebersamaan masyarakat dalam  menjalankan dan memajukan perekonomian
  • Imbalan yang diterima didasarkan pada kebutuhannya
  • Menganut prinsip keadilan : setiap orang menerima imbalan yang sama
  • Campur tangan pemerintah sangat tinggi
  • Pemerintah menentukan dan merencanakan tiga persoalan pokok perekonomian yaitu what, how dan for whom.

1.4    Persaingan Terkendali

       Iklim persaingan berekonomi dan kompetisi berbisnis di Indonesia bukanlah persaingan yang bebas-lepas melainkan persaingan yang terencana-terkendali. Ketidak-kapitalis-an dan ketidak-sosialis-an sistem ekonomi Indonesia terlihat dalam perilaku,norma dan etika yang berlaku dimasyarakat.

       Kendati tak tertulis, rasionalitas masyarakat Indonesia dalam berekonomi adalah tercipta atau terpeliharanya optimalitas bukan maksimalitas. Namun kenyataannya dalam memenuhi keinginan, masyarakat lebih mencapai keadaan optimum bukan peraihan kedudukan maksimum. Walaupun individualisme orang Indonesia dalam perilaku sehari-hari tampak nyata dan diduga akhir-akhir ini semakin tebal namun rasa kebersamaan dan kesetiakawanan tak pernah memudar.

1.5    Kadar Kapitalisme dan Sosialisme

Untuk melihat berapa tebal kadar masing-masing “isme” tersebut dapat dilihat dari dua pendekatan:

  1. Pendekatan faktural-struktural : dengan menelaah peranan pemerintah atau negara dalam struktur perekonomian dapat digunakan rumus kesamaan agregat Keynesian, dengan pendekatan pengeluaran
 
 

Y = C + I + G + (X-M)

 

Y = Pendapatan nasional

C = Konsumsi

I  = Investasi

G = Pemerintah

X = Ekspor

M = Impor

       Selain dengan cara diatas dapat pula dilakukan dengan mengamati peranan pemerintah secara sektoral yang berarti pemerintah ikut terlibat dalam mengatur sektor-sektor produksi (lapangan usaha) dan berbagai kegiatan bisnis lainnya.

2. Pendekatan Sejarah : dengan menelusuri bagaimana perekonomian bangsa diorganisasikan dari waktu ke waktu